”METODE PEMBELAJARAN DAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN COOPETATIVE LEARNING BESERTA APLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH”

Published Desember 21, 2011 by fersyha
  1. A.   PENGERTIAN MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

 

  1. 1.      Pengertian Model Pembelajaran

Model pembelajaran merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru.

Model pembelajaran diartikan sebagai suatu rencana mengajar yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu, dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru dan siswa, sumber belajar yang digunakan di dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang memungkinkan siswa mampu belajar.

Model pembelajaran merupakan kerangka berpikir yang dipakai sebagai panduan untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. (Sri Anita, 2009)

  1. 2.      Pengertian Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan, langkah- langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk penyampaian pelajara. (Sri Anita, 2009)

Metode pembelajaran adalah upaya mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal.

  1. 3.      Perbedaan Metode dan Model Pembelajaran

Banyak yang tidak paham dengan perbedaan anatara strategi, model, pendekatan, metode, dan teknik. Nah berikut ini ulasan singkat tentang perbedaan istilah tersebut. Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikansecara khas oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi,menginsipi rasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan,langkah- langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran. Dapat pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan.

Dari metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung. Teknik adalah cara kongkret yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti- ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran. Bungkus dari penerapan pendekatan, metode, dan teknik pembelajarantersebut dinamakan model pembelajaran.

Sebagai ilustrasi, saat ini banyak remaja putri menggunakan model celana Jablai yangterinspirasi dari lagu dangdut dan film Jablai. Sebagai sebuah model, celana jablai berbeda dengan celana model lain meskipun dibuat berdasarkan pendekatan, metode, dan teknik yang sama. Perbedaan tersebut terletak pada sajian, bentuk, warna, dan disainnya. Kembali ke pembelajaran, guru dapat berkreasi dengan berbagai model pembelajaran yang khas secara menarik, menyenangkan, dan bermanfaat bagi siswa. Model guru tersebut dapat pula berbeda dengan model guru di sekolah lain meskipun dalam persepsi pendekatan dan metode yang sama.

  1. 4.      Aplikasi Metode dan Model Pembelajaran dalam Pembelajaran Sejarah

Contoh Pengaplikasian Metode Pembelajaran dalam Pembelajaran Sejarah SMA.

Mata Pelajaran          : Sejarah

Standar Kompetensi : Memahami Prinsip dasar ilmu sejarah

Kompetensi Dasar     : Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

Alokasi Waktu          : 1×45 menit

Materi Pembelajaran: Sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, seni.

Metode Pembelajaran: Ceramah, diskusi jigsaw

Langkah-Langkah:

  •  Apersepsi guru menanyakan pengalaman pribadi peserta didik yang berkesan. Guru menyebutkan karya-karya Pramoedya Ananta Toer dan menanyakan kepada siswa karya tersebut termasuk sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni.
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran yakni:

ü  Peserta didik mampu mendeskripsikan pengertian sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni.

ü  Peserta didik mampu mendeskripsikan suatu kejadian termasuk ke dalam sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni.

ü  Peserta didik mampu membedaka sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni.

  •    Guru membagi siswa kedalam empat kelompok dan meteri dibagi dalam empat bagian yaitu sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni. Setiap kelompok menganalisa satu sub bab yang berbeda dan mempresentasikannya di depan kelas. Setiap kelompok diberi waktu tujuh menit untuk presentasi dan tanya jawab.
  •    Peserta didik membuat kesimpulan kelompok.
  •    Guru bersama-sama dengan peserta didik melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
  •   Menarik kesimpulan materi.

Contoh Pengaplikasian Model Pembelajaran dalam Pembelajaran Sejarah SMA. Disini penulis mengambil contoh pengaplikasian Model Pembelajaran Kontekstual (CTL).

Mata Pelajaran          : Sejarah

Standar Kompetensi : Memahami Prinsip dasar ilmu sejarah

Kompetensi Dasar     : Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

Alokasi Waktu          : 1×45 menit

Materi Pembelajaran: Pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi.

Tujuan Pembelajaran:

  • Peserta didik mampu menjelaskan pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi.
  • Peserta didik mampu mendeskripsikan suatu kejadian termasuk ke dalam Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
  • Peserta didik mampu memberikan contoh tentang Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.

Langkah-Langkah:

  • Apersepsi guru menayangkan gambar pertumbuhan manusia dari bayi sampai dewasa disertai dengan peristiwa yang dialami manusia tersebut dan menanyakan kepada sisiwa maksud dari gambar tersebut.
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru menjelaskan sedikit mengenai Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
  • Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk mencari pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah dari berbagai sumber secara berkelompok kemudian tiap kelompok mempresentasikan temuannya.
  • Guru memperluhatkan contoh kronologi dari peristiwa-peristiwa bersejarah di Indonesia.
  • Tanya jawab tentang Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
  • Guru melakukan penilaian dengan cara memberi tugas kepada siswa untuk menyusun periodisasi hidup sejak lahir sampai saat ini dalam bentuk garis waktu pada selembar kertas.
  •  Guru bersama-sama dengan peserta didik melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
  •   Menarik kesimpulan materi.
  1. B.   LANGKAH-LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN CTL DAN COOPERTIVE LEARNING

 

  1. PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL)

CTL  (Contextual Teaching and Learning) dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut.

  1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.
  2. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.
  3. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.
  4. Ciptakan masyarakat belajar.
  5. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran.
  6. Lakukan refleksi di akhir pertemuan.
  7. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara.

Contoh Pengaplikasian Model Pembelajaran Kontekstual (CTL) dalam Pembelajaran Sejarah SMA.

Mata Pelajaran          : Sejarah

Standar Kompetensi : Memahami Prinsip dasar ilmu sejarah

Kompetensi Dasar     : Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

Alokasi Waktu          : 1×45 menit

Materi Pembelajaran: Pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi.

Tujuan Pembelajaran:

  • Peserta didik mampu menjelaskan pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi.
  • Peserta didik mampu mendeskripsikan suatu kejadian termasuk ke dalam Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
  • Peserta didik mampu memberikan contoh tentang Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.

Langkah-Langkah:

  • Apersepsi guru menayangkan gambar pertumbuhan manusia dari bayi sampai dewasa disertai dengan peristiwa yang dialami manusia tersebut dan menanyakan kepada sisiwa maksud dari gambar tersebut.
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru menjelaskan sedikit mengenai Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
  • Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk mencari pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah dari berbagai sumber secara berkelompok kemudian tiap kelompok mempresentasikan temuannya.
  • Guru memperluhatkan contoh kronologi dari peristiwa-peristiwa bersejarah di Indonesia.
  • Tanya jawab tentang Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
  • Guru melakukan penilaian dengan cara memberi tugas kepada siswa untuk menyusun periodisasi hidup sejak lahir sampai saat ini dalam bentuk garis waktu pada selembar kertas.
  •  Guru bersama-sama dengan peserta didik melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
  •   Menarik kesimpulan materi.
  1. COOPERATIVE LEARNING

Model pembelajaran Cooperative Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang mendukung pembelajaran kontekstual. Sistem pengajaran Cooperative Learning dapat didefinisikan sebagai sistem kerja/ belajar kelompok yang terstruktur. Cooperative Learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih.

Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivis. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran.

Urutan langkah-langkah perilaku guru menurut model pembelajaran kooperatif:

  1. Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.
  2. Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.
  3. Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
  4. Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.
  5. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
  6. Guru mencari cara-cara untuk menghargai upaya atau hasil belajar individu kelompok.

 

Contoh Pengaplikasian Model Pembelajaran Cooperative Learning dalam Pembelajaran Sejarah SMA. Disini penulis menggunakan contoh Tekhnik jigsaw.

Mata Pelajaran          : Sejarah

Standar Kompetensi : Memahami Prinsip dasar ilmu sejarah

Kompetensi Dasar     : Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

Alokasi Waktu          : 1×45 menit

Materi Pembelajaran: Arti kata sejarah berdasarkan asal usul kata dan pandangan para tokoh.

Tujuan Pembelajaran:

  • Peserta didik mampu menjelaskan pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata.
  • Peserta didik mampu mendeskripsikan sejarah dalam pandangan para tokoh.

Langkah-Langkah:

  • Guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok terdiri dari 4 – 6 siswa dengan kemampuan yang berbeda. Kelompok ini disebut kelompok asal. Jumlah anggota dalam kelompok asal menyesuaikan dengan jumlah bagian materi pelajaran yang akan dipelajari siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Dalam tipe Jigsaw ini, setiap siswa diberi tugas mempelajari salah satu bagian materi pembelajaran tersebut. Semua siswa dengan materi pembelajaran yang sama belajar bersama dalam kelompok yang disebut kelompok ahli (Counterpart Group/CG). Dalam kelompok ahli, siswa mendiskusikan bagian materi pembelajaran yang sama, serta menyusun rencana bagaimana menyampaikan kepada temannya jika kembali ke kelompok asal. Kelompok asal ini oleh Aronson disebut kelompok Jigsaw (gigi gergaji). Misal suatu kelas dengan jumlah 40 siswa dan materi pembelajaran yang akan dicapai sesuai dengan tujuan pembelajarannya terdiri dari 5 bagian materi pembelajaran, maka dari 40 siswa akan terdapat 5 kelompok ahli yang beranggotakan 8 siswa dan 8 kelompok asal yang terdiri dari 5 siswa. Setiap anggota kelompok ahli akan kembali ke kelompok asal memberikan informasi yang telah diperoleh atau dipelajari dalam kelompok ahli. Guru memfasilitasi diskusi kelompok baik yang ada pada kelompok ahli maupun kelompok asal.
  • Setelah siswa berdiskusi dalam kelompok ahli maupun kelompok asal, selanjutnya dilakukan presentasi masing-masing kelompok atau dilakukan pengundian salah satu kelompok untuk menyajikan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan agar guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan.
  • Guru memberikan kuis untuk siswa secara individual.
  • Guru memberikan penghargaan pada kelompok melalui skor penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya.
  • Materi sebaiknya secara alami dapat dibagi menjadi beberapa bagian materi pembelajaran.
  • Perlu diperhatikan bahwa jika menggunakan Jigsaw untuk belajar materi baru maka perlu dipersiapkan suatu tuntunan dan isi materi yang runtut serta cukup sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
    1. A.   PENGERTIAN MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

     

    1. 1.      Pengertian Model Pembelajaran

    Model pembelajaran merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru.

    Model pembelajaran diartikan sebagai suatu rencana mengajar yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu, dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru dan siswa, sumber belajar yang digunakan di dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang memungkinkan siswa mampu belajar.

    Model pembelajaran merupakan kerangka berpikir yang dipakai sebagai panduan untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. (Sri Anita, 2009)

    1. 2.      Pengertian Metode Pembelajaran

    dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.

    Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan, langkah- langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

    Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk penyampaian pelajara. (Sri Anita, 2009)

    Metode pembelajaran adalah upaya mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal.

    1. 3.      Perbedaan Metode dan Model Pembelajaran

    Banyak yang tidak paham dengan perbedaan anatara strategi, model, pendekatan, metode, dan teknik. Nah berikut ini ulasan singkat tentang perbedaan istilah tersebut. Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikansecara khas oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

    Pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi,menginsipi rasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

    Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan,langkah- langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran. Dapat pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan.

    Dari metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung. Teknik adalah cara kongkret yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti- ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran. Bungkus dari penerapan pendekatan, metode, dan teknik pembelajarantersebut dinamakan model pembelajaran.

    Sebagai ilustrasi, saat ini banyak remaja putri menggunakan model celana Jablai yangterinspirasi dari lagu dangdut dan film Jablai. Sebagai sebuah model, celana jablai berbeda dengan celana model lain meskipun dibuat berdasarkan pendekatan, metode, dan teknik yang sama. Perbedaan tersebut terletak pada sajian, bentuk, warna, dan disainnya. Kembali ke pembelajaran, guru dapat berkreasi dengan berbagai model pembelajaran yang khas secara menarik, menyenangkan, dan bermanfaat bagi siswa. Model guru tersebut dapat pula berbeda dengan model guru di sekolah lain meskipun dalam persepsi pendekatan dan metode yang sama.

    1. 4.      Aplikasi Metode dan Model Pembelajaran dalam Pembelajaran Sejarah

    Contoh Pengaplikasian Metode Pembelajaran dalam Pembelajaran Sejarah SMA.

    Mata Pelajaran          : Sejarah

    Standar Kompetensi : Memahami Prinsip dasar ilmu sejarah

    Kompetensi Dasar     : Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

    Alokasi Waktu          : 1×45 menit

    Materi Pembelajaran: Sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, seni.

    Metode Pembelajaran: Ceramah, diskusi jigsaw

    Langkah-Langkah:

    •  Apersepsi guru menanyakan pengalaman pribadi peserta didik yang berkesan. Guru menyebutkan karya-karya Pramoedya Ananta Toer dan menanyakan kepada siswa karya tersebut termasuk sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni.
    • Menyampaikan tujuan pembelajaran yakni:

    ü  Peserta didik mampu mendeskripsikan pengertian sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni.

    ü  Peserta didik mampu mendeskripsikan suatu kejadian termasuk ke dalam sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni.

    ü  Peserta didik mampu membedaka sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni.

    •    Guru membagi siswa kedalam empat kelompok dan meteri dibagi dalam empat bagian yaitu sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni. Setiap kelompok menganalisa satu sub bab yang berbeda dan mempresentasikannya di depan kelas. Setiap kelompok diberi waktu tujuh menit untuk presentasi dan tanya jawab.
    •    Peserta didik membuat kesimpulan kelompok.
    •    Guru bersama-sama dengan peserta didik melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
    •   Menarik kesimpulan materi.

    Contoh Pengaplikasian Model Pembelajaran dalam Pembelajaran Sejarah SMA. Disini penulis mengambil contoh pengaplikasian Model Pembelajaran Kontekstual (CTL).

    Mata Pelajaran          : Sejarah

    Standar Kompetensi : Memahami Prinsip dasar ilmu sejarah

    Kompetensi Dasar     : Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

    Alokasi Waktu          : 1×45 menit

    Materi Pembelajaran: Pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi.

    Tujuan Pembelajaran:

    • Peserta didik mampu menjelaskan pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi.
    • Peserta didik mampu mendeskripsikan suatu kejadian termasuk ke dalam Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
    • Peserta didik mampu memberikan contoh tentang Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.

    Langkah-Langkah:

    • Apersepsi guru menayangkan gambar pertumbuhan manusia dari bayi sampai dewasa disertai dengan peristiwa yang dialami manusia tersebut dan menanyakan kepada sisiwa maksud dari gambar tersebut.
    • Menyampaikan tujuan pembelajaran.
    • Guru menjelaskan sedikit mengenai Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
    • Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk mencari pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah dari berbagai sumber secara berkelompok kemudian tiap kelompok mempresentasikan temuannya.
    • Guru memperluhatkan contoh kronologi dari peristiwa-peristiwa bersejarah di Indonesia.
    • Tanya jawab tentang Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
    • Guru melakukan penilaian dengan cara memberi tugas kepada siswa untuk menyusun periodisasi hidup sejak lahir sampai saat ini dalam bentuk garis waktu pada selembar kertas.
    •  Guru bersama-sama dengan peserta didik melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
    •   Menarik kesimpulan materi.
    1. B.   LANGKAH-LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN CTL DAN COOPERTIVE LEARNING

     

    1. PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL)

    CTL  (Contextual Teaching and Learning) dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut.

    1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.
    2. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.
    3. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.
    4. Ciptakan masyarakat belajar.
    5. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran.
    6. Lakukan refleksi di akhir pertemuan.
    7. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara.

    Contoh Pengaplikasian Model Pembelajaran Kontekstual (CTL) dalam Pembelajaran Sejarah SMA.

    Mata Pelajaran          : Sejarah

    Standar Kompetensi : Memahami Prinsip dasar ilmu sejarah

    Kompetensi Dasar     : Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

    Alokasi Waktu          : 1×45 menit

    Materi Pembelajaran: Pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi.

    Tujuan Pembelajaran:

    • Peserta didik mampu menjelaskan pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi.
    • Peserta didik mampu mendeskripsikan suatu kejadian termasuk ke dalam Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
    • Peserta didik mampu memberikan contoh tentang Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.

    Langkah-Langkah:

    • Apersepsi guru menayangkan gambar pertumbuhan manusia dari bayi sampai dewasa disertai dengan peristiwa yang dialami manusia tersebut dan menanyakan kepada sisiwa maksud dari gambar tersebut.
    • Menyampaikan tujuan pembelajaran.
    • Guru menjelaskan sedikit mengenai Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
    • Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk mencari pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah dari berbagai sumber secara berkelompok kemudian tiap kelompok mempresentasikan temuannya.
    • Guru memperluhatkan contoh kronologi dari peristiwa-peristiwa bersejarah di Indonesia.
    • Tanya jawab tentang Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
    • Guru melakukan penilaian dengan cara memberi tugas kepada siswa untuk menyusun periodisasi hidup sejak lahir sampai saat ini dalam bentuk garis waktu pada selembar kertas.
    •  Guru bersama-sama dengan peserta didik melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
    •   Menarik kesimpulan materi.
    1. COOPERATIVE LEARNING

    Model pembelajaran Cooperative Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang mendukung pembelajaran kontekstual. Sistem pengajaran Cooperative Learning dapat didefinisikan sebagai sistem kerja/ belajar kelompok yang terstruktur. Cooperative Learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih.

    Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivis. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran.

    Urutan langkah-langkah perilaku guru menurut model pembelajaran kooperatif:

    1. Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.
    2. Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.
    3. Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
    4. Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.
    5. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
    6. Guru mencari cara-cara untuk menghargai upaya atau hasil belajar individu kelompok.

     

    Contoh Pengaplikasian Model Pembelajaran Cooperative Learning dalam Pembelajaran Sejarah SMA. Disini penulis menggunakan contoh Tekhnik jigsaw.

    Mata Pelajaran          : Sejarah

    Standar Kompetensi : Memahami Prinsip dasar ilmu sejarah

    Kompetensi Dasar     : Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

    Alokasi Waktu          : 1×45 menit

    Materi Pembelajaran: Arti kata sejarah berdasarkan asal usul kata dan pandangan para tokoh.

    Tujuan Pembelajaran:

    • Peserta didik mampu menjelaskan pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata.
    • Peserta didik mampu mendeskripsikan sejarah dalam pandangan para tokoh.

    Langkah-Langkah:

    • Guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok terdiri dari 4 – 6 siswa dengan kemampuan yang berbeda. Kelompok ini disebut kelompok asal. Jumlah anggota dalam kelompok asal menyesuaikan dengan jumlah bagian materi pelajaran yang akan dipelajari siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Dalam tipe Jigsaw ini, setiap siswa diberi tugas mempelajari salah satu bagian materi pembelajaran tersebut. Semua siswa dengan materi pembelajaran yang sama belajar bersama dalam kelompok yang disebut kelompok ahli (Counterpart Group/CG). Dalam kelompok ahli, siswa mendiskusikan bagian materi pembelajaran yang sama, serta menyusun rencana bagaimana menyampaikan kepada temannya jika kembali ke kelompok asal. Kelompok asal ini oleh Aronson disebut kelompok Jigsaw (gigi gergaji). Misal suatu kelas dengan jumlah 40 siswa dan materi pembelajaran yang akan dicapai sesuai dengan tujuan pembelajarannya terdiri dari 5 bagian materi pembelajaran, maka dari 40 siswa akan terdapat 5 kelompok ahli yang beranggotakan 8 siswa dan 8 kelompok asal yang terdiri dari 5 siswa. Setiap anggota kelompok ahli akan kembali ke kelompok asal memberikan informasi yang telah diperoleh atau dipelajari dalam kelompok ahli. Guru memfasilitasi diskusi kelompok baik yang ada pada kelompok ahli maupun kelompok asal.
    • Setelah siswa berdiskusi dalam kelompok ahli maupun kelompok asal, selanjutnya dilakukan presentasi masing-masing kelompok atau dilakukan pengundian salah satu kelompok untuk menyajikan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan agar guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan.
    • Guru memberikan kuis untuk siswa secara individual.
    • Guru memberikan penghargaan pada kelompok melalui skor penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya.
    • Materi sebaiknya secara alami dapat dibagi menjadi beberapa bagian materi pembelajaran.
    • Perlu diperhatikan bahwa jika menggunakan Jigsaw untuk belajar materi baru maka perlu dipersiapkan suatu tuntunan dan isi materi yang runtut serta cukup sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: