PARIWISATA OLAHRAGA

Published Desember 22, 2011 by fersyha

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.   Definisi Pariwisata

Pariwisata bisa diartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar dari suatu tempat ketempat lain yang dalam Bahasa Inggris disebut dengan kata “tour”, sedang untuk pengertian jamak “kepariwisataan” dapat digunakan kata “tourisme” atau “tourism”.

Menurut Hunziger dan krapf dari Swiss dalam Grundriss Der Allgemeinen Femderverkehrslehre, menyatakan pariwisata adalah keserluruhan jaringan dan gejala-gejala yang berkaitan dengan tinggalnya orang asing disuatu tempat dengan syarat orang tersebut tidak melakukan suatu pekerjaan yang penting (Major Activity) yang memberi keuntungan yang bersifat permanen maupun sementara.

Menurut Soetomo (1994:25) yang di dasarkan pada ketentuan WATA (World Association of Travel Agent atau Perhimpunan Agen Perjalanan Sedunia), wisata adalah perjalanan keliling selama lebih dari tiga hari, yang diselenggarakan oleh suatu kantor perjalanan di dalam kota dan acaranya antara lain melihat-lihat di berbagai tempat atau kota baik di dalam maupun di luar negeri.

Menurut A.J. Burkart dan S. Medik (1987) pariwisata adalah perpindahan orang untuk sementara dan dalam jangka waktu pendek ke tujuan- tujuan diluar tempat dimana mereka biasanya hidup dan bekerja dan kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu.

Menurut Prof. Salah Wahab dalam Oka A Yoeti (1994, 116.). Pariwisata adalah suatu aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar yang mendapat pelayanan secara bergantian diantara orang-orang dalam suatu negara itu sendiri atau diluar negeri, meliputi pendiaman orang-orang dari daerah lain untuk sementara waktu mencari kepuasan yang beraneka ragam dan berbeda dengan apa yang dialaminya, dimana ia memperoleh pekerjaan tetap.

E. Guyer Freuler, merumuskan pengertian pariwisata dengan memberi batasan sebagai berikut : “Pariwisata dalam pengertian modern adalah merupakan fenomena dari jaman sekarang yang didasarkan atas kebutuhan akan kesehatan dan pergantian hawa, penilaian yang sadar dan menumbuhkan (cinta) terhadap keindahan alam dan pada khususnya disebabkan oleh bertambahnya pergaulan berbagai bangsa dan kelas masyarakat manusia sebagai hasil dari pada perkembangan perniagaan, industri, perdagangan serta penyempurnaan dari pada alat-alat pengangkutan”.

Menurut Kodyat (1983) pariwisata adalah perjalanan dari suatu tempat ketempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan atau kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagian dengan lingkungan dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu. Selanjutnya Burkart dan Medlik (1987) menjelaskan pariwisata sebagai suatu trasformasi orang untuk sementara dan dalam waktu jangka pendek ketujuan-tujuan di luar tempat di mana mereka biasanya hidup dan bekerja, dan kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu.

Sedangkan Wahab (1985) menjelaskan pariwisata adalah salah satu jenis industri baru yang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standart hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktivitas lainnya. Sebagai sektor yang kompleks, pariwisata juga meliputi industri-industri klasik seperti kerajinan tangan dan cindera mata, penginapan, transportasi secara ekonomi juga dipandang sebagai industri.

Selain itu pariwisata juga disebut sebagai industri yang mulai berkembang di Indonesia sejak tahun 1969, ketika disadari bahwa industri pariwisata merupakan usaha yang dapat memberikan keuntungan pada pengusahanya. Sehubungan dengan itu Pemerintah Republik Indonesia sejak dini mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 1969 tanggal 6 Agustus 1969, menyatakan bahwa. Usaha  pengembangan  pariwisata di Indonesia bersifat suatu pengembangan industri pariwisata dan merupakan bagian dari usaha pengembangan dan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat dan negara (Yoet, 1983).

Selanjutnya diuraikan pengertian dan definisi pariwisata menurut Undang-undang Republik Indonesia yaitu sebagai berikut : Menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan Bab I Pasal 1 ; dinyatakan bahwa wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata.

Jadi pengertian wisata itu mengandung unsur, yaitu:

  • Kegiatan perjalanan
  • Dilakukan secara sukarela
  • Bersifat sementara
  • Perjalanan itu seluruhnya atau sebagian bertujuan untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata.

Menurut Undang-Undang Kepariwisataan Bab I pasal I, wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata. Sedangkan  pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut.

Sedangkan pengertian objek dan daya tarik wisata menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 yaitu yang menjadi sasaran perjalanan wisata yang meliputi :

  1. Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang berwujud keadaan alam serta flora dan fauna, seperti : pemandangan alam, panorama indah, hutan rimba dengan tumbuhan hutan tropis, serta binatang-binatang langka.
  2. 2.      Karya manusia yang berwujud museum, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni budaya, wisata agro (pertanian), wisata tirta (air), wisata petualangan, taman rekreasi, dan tempat hiburan.
  3. 3.      Sasaran wisata minat khusus, seperti : berburu, mendaki gunung, gua, industri dan kerajinan, tempat perbelanjaan, sungai air deras, tempat-tempat ibadah, tempat-tempat ziarah dan lain-lain.

Kemudian pada angka 4 di dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 dijelaskan pula bahwa pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut. Dengan demikian pariwisata meliputi :

  • Usaha jasa pariwisata (biro perjalanan wisata, agen perjalanan wisata, pramuwisata, konvensi, perjalanan insentif dan pameran, impresariat, konsultan pariwisata, informasi pariwisata)
  • Usaha sarana pariwisata yang terdiri dari: akomodasi, rumah makan, bar, angkutan wisata dan sebagainya.
  • Usaha-usaha jasa yang berkaitan dengan penyelenggaraan pariwisata.

Pariwisata menurut Robert Mc Intosh bersama Shaskinant Gupta dalam Oka A.Yoeti (1992:8) adalah gabungan gejala dan hubungan yang timbul dari interaksi wisatawan, bisnis, pemerintah tuan rumah serta masyarakat tuan rumah dalam proses menarik dan melayani wisatawan-wisatawan serta para pengunjung lainnya.

Menurut Richard Sihite dalam Marpaung dan Bahar (2000:46-47) menjelaskan definisi pariwisata sebagai berikut : Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan orang untuk sementara waktu, yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain meninggalkan tempatnya semula, dengan suatu perencanaan dan dengan maksud bukan untuk berusaha atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata untuk menikmati kegiatan pertamsyaan dan rekreasi atau untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam.

Menurut Salah Wahab (1975:55) mengemukakan definisi pariwisata yaitu pariwisata adalah salah satu jenis industri baru yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standar hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktif lainnya. Selanjutnya, sebagai sektor yang komplek, pariwisata juga merealisasi industri-industri klasik seperti industri kerajinan tangan dan cinderamata, penginapan dan transportasi.

Menurut definisi yang lebih luas yang dikemukakan oleh H.Kodhyat (1983:4) adalah sebagai berikut : Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu. Pendapat dari James J. Spillane (1982:20) mengemukakan bahwa pariwisata adalah kegiatan melakukan perjalanan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan, mencari kepuasan, mengetahui sesuatu, memperbaiki kesehatan, menikmati olahraga atau istirahat, menunaikan tugas, berziarah dan lain-lain.

Dari beberapa pengertian pariwisata menurut pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa pariwisata adalah suatu proses kepergian sementara dari seseorang atau lebih menuju tempat lain diluar tempat tinggalnya dengan dorongan kepergian: kepentingan politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, agama, kesehatan, maupun hal lain seperti karena sekedar ingin tahu, menambah pengalaman ataupun untuk belajar. Pariwisata=Perjalanan Wisata.

  1. B.   Konsep dan Perkembangan Pariwisata Olahraga

Spillanne (1987) membagi pariwisata atas 6 jenis yaitu :

  • Pariwisata untuk menikmati perjalanan
  • Pariwisata untuk rekreasi
  • Pariwisata untuk mkebudayaan
  • Pariwisata untuk olahraga
  • Parwisata untuk urusan usaha dagang
  • Pariwisata untuk berkonvensi

Olahraga mencakup segala kegiatan manusia yang ditujukan untuk melaksanakan misi hidupnya dan cita-cita hidupnya, cita-cita nasional politik, sosial, ekonomi, kultural dan sebagainya. Olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan atau pertandingan, dan kegiatan jasmani yang intensif untuk memperoleh rekreasi, kemenangan, dan prestasi puncak dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila.

Olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak (mempertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak (meningkatkan kualitas hidup). Seperti halnya makan. Olahraga merupakan kebutuhan hidup yang sifatnya periodic, artinya olahraga sebagai alat untuk memelihara dan membina kesehatan, tidak dapat ditinggalkan. Olahraga merupakan alat untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani, rohani dan sosial.

Olahraga dan pariwisata merupakan dua disiplin ilmu yang dapat dipadukan sehingga memiliki kekuatan dan efek ganda bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada umumnya. Oleh sebab itu olahraga pariwisata saat ini mendapat perhatian besar baik dari pihak pemerintah, swasta, industri olahraga, industri pariwisata, akademisi maupun masyarakat luas. Sport Tourism atau Pariwisata untuk olahraga merupakan paradigma baru dalam pengembangan pariwisata dan olahraga di Indonesia.

Pariwisata olahraga mampu menunjukkan potensinya sebagai sesuatu yang menarik, sehingga dapat menciptakan sebuah atraksi wisata yang dapat menjadikan multicultural tourism. Atraksi wisata adalah segala sesuatu yang terdapat di suatu daerah tujuan wisata yang merupakan daya tarik agar orang-orang semakin memiliki minat yang lebih besar untuk berkunjung ke suatu DTW. Agar suatu daerah tujuan wisata mempunyai daya tarik maka suatu DTW juga harus mempunyai beberapa syarat yang harus dimiliki yaitu:

  • Adanya sesuatu yang dapat di lihat
  • Adanya suatu aktifitas yang akan di lakukan
  • Adanya sesuatu yang dapat di beli

Hal ini menjadi sangat penting karena pengembangan olahraga pariwisata memerlukan sumber daya manusia yang unggul dan handal dalam mendesain berbagai macam kegiatan olahraga sehingga menjadi atraksi wisata yang layak jual karena memiliki nilai-nilai ekonomi (economic values) dan mendatangkan keuntungan suatu negara atau daerah. Pengembangan olahraga pariwisata di Indonesia saat ini merupakan suatu demand sehingga harus mempertimbangkan supply yang harus tersedia di saat demand atau permintaan meningkat.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional juga disebutkan bahwa olahraga rekreasi adalah olahraga yang dilakukan oleh masyarakat dengan kegemaran dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi dan nilai budaya masyarakat setempat untuk kesehatan, kebugaran dan kesenangan (pasal 1 ayat 12). Dalam hal ini olahraga dan pariwisata mempunyai tujuan yang sama. Kalau olahraga bertujuan untuk memberikan kesenangan maka pariwisata adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan kesenangan.

Pariwisata untuk olahraga (Sport tourism) menurut Spillane (1987:30) dapat dibagi dalam dua kategori yaitu:

  • Big sport events yaitu peristiwa-peristiwa olahraga besar seperti Olympic games, kejuaraan ski dunia, kejuaran tinju dunia dan olahraga lainnya yang menarik perhatian tidak hanya pada olahragawannya sendiri tetapi juga ribuan penonton atau penggemarnya.
  • Sporting tourism of the practicioners yaitu pariwisata olahraga bagi mereka yang ingin berlatih dan mempraktekkan sendiri seperti pendakian gunung, olahgarag naik kuda, berburu, memancing dan lain sebagainya.

Berdasarkan definisi di atas terlihat bahwa pariwisata olahraga itu ditujukan kepada suatu perjalanan orang-orang yang bertujuan untuk melihat atau menyaksikan suatu pesta olahraga di suatu tempat atau negara tertentu atau ikut berpartisipasi dalam kegiatan olahraga itu sendiri. Pariwisata ini bertujuan untuk memenuhi kepuasan untuk melakukan kegiatan olahraga yang disenangi seperti fishing, hunting, deep sea diving, skiing, hiking, boating, dll.

Hampir di seluruh bagian dunia, pariwisata olahraga kini semakin maju sehingga banyak bidang olahraga yang kini dijadikan objek maupun daya tarik bagi wisatawan, terutama olahraga yang memanfaatkan fasilitas yang bersifat alamiah seperti pegunungan, danau, sungai, laut maupun yang hanya menawarkan pesona keindahan alam.

Sport tourism merupakan perpaduan antara olahraga dan rekreasi (wisata) yang saat ini berkembang pesat dan banyak diminati kalangan wisatawan muda. Wisatawan muda yang datang ke Indonesia antara lain menginginkan petualangan dan tantangan alam dalam sport tourism,. Potensi Indonesia untuk sport tourism sangat besar baik olahraga dirgantara (udara), marine (laut) dan darat seperti mendaki gunung dan menyelurusi sungai atau arung jeram.

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) telah menempatkan program wisata olahraga (sport tourism) sebagai salah satu produk wisata yang terus dikembangkan secara serius, bersinergi dengan berbagai instansi terkait seperti Menpora, KONI, dan federasi olahraga di seluruh tanah air. Olah raga air (water sports) akhir-akhir ini sangat di gemari masyarakat kita (Indonesia), terbukti banyaknya kunjungan ke tempat-tempat penyedia jasa wisata bahari setiap liburan sekolah, long weekend, atau akhir tahun di berbagai tempat. Water and Adventure Sport saat ini telah berkembang dibeberapa objek wisata yang sudah mulai dikenal di dalam maupun di luar negeri seperti:

1) Motor Boat                    5) Jet Ski

2) Sepeda Air                    6) Ski Boat

3) Berenang                       7) Bola Air

4) Dayung/Kayak              8) Arum Jeram permaianan/Perahu arus

Perkembangan Water and Adventure Sport Area sangat mendapat respon yang baik dan mendapat dukungan penuh dengan maraknya olah raga ini sebagai wadah untuk olah raga hiburan atau pertandingan yang diselengarakan untuk memberikan hiburan atau tontonan kepada masyarakat. Water and Adventure Sport Area, merupakan objek wisata alam yang dipadukan dengan wisata buatan (rekreasi) dengan pengelolaan yang profesional.

  1. C.   Pemanfaatan Pariwisata Olahraga

Secara langsung perkembangan pariwisata olahraga dapat memberikan keuntungan yang besar pada pemerintah dalam hal:

  • Ø meningkatkan ekonomi di sekitar pariwisata olahraga berlangsung
  • Ø meningkatkan area wisata yang potential
    • Ø berbagi informasi dengan orang-orang untuk menstimulir partisipasi aktif mereka
    • Ø meningkatkan kerjasama antara pemerintah pusat dengan daerah dalam mengontrol atraksi wisata dan objek wisata
    • Ø mengembangkan dan menemukan objek wisata baru untuk meningkatkan objek wisata yang sudah ada
    • Ø meningkatkan kesempatan kerja
    • Ø meningkatkan produk-produk dan pemasaran lokal dalam segala aspek pariwisata
    • Ø memperkenalkan berbagai jenis budaya daerah, memperkaya wasasan pemerintah dan pencinta olahraga yang dipertandingkan ataupun dijadikan atraksi wisata

Penyelenggaraan pariwisata olahraga di suatu tempat secara langsung dapat pula memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar karena dapat membuka kesempatan berusaha seperti penyediaan makanan, minuman, usaha transportasi baik tradisional maupun konvensional. Dengan terbukanya kesempatan usaha terjadi interaksi positif antara masyarakat dan objek wisata sehinggga dapat menimbulkan rasa memiliki dan mau berpartisipasi secara aktif dalam pengamanan kawasan, ketertiban, kebersihan, penyediaan sarana dan prasarana, akomodasi, cenderamata, jasa pemandu, potografi dll.

Dalam pengembangannya pariwisata olahraga juga akan membawa manfaat yang terbagi dalam beberapa bidang, yaitu :

1)      Ekonomi

Pariwisata akan menambah pendapatan negara dan memperkuat neraca pembayaran, bertambahnya pendapatan dari sektor pajak, merangsang pertumbuhan sector-sektor ekonomi lain, seperti pertanian, peternakan, industri ringan, dekorasi, kerajinan dan kreasi seni yang semuanya saling menunjang dan saling terkait.

2)      Memperluas nilai-nilai pergaulan hidup dan pengetahuan

Media pariwisata dimana terjalinnya hubungan antara para wisatawan dengan masyarakat, baik dalam hubungan pariwisata dalam negri maupun pariwisata internasional akan membawa pandangan hidup baru dan memupuk nila-nilai pribadi sendiri. Dengan demikian akan tumbuh rasa persahabatan, toleransi, saling menghargai, persatuan dan kesatuan sehingga kea rah pergaulan nasional yang penuh kedamaian dan ketertiban.

3)      Seni Budaya

Umumnya para wisatawan yang akan datang mengunjungi daerah atau wilayah dengan maksud untuk menikmati, mengagumi suatu kreasi budaya yang asli, maka pariwisata mendorong pengembangan kreasi, penggalian, pemeliharaan atau pagelaran seni yang baik. Disamping hal ini ada kaitannya dengan bertambahnya pencaharian rakyat setempat, namun kemudian timbulnya usaha-usaha untuk meningkatkan mutu dari hasil budaya tersebut.

4)      Pariwisata turut menunjang politik negara.

Pariwisata dalam negeri menumbuhkan persatuan dan kesatuan nasional karena tumbuhnya rasa cinta pada tanah air dan bangsa sendiri. Dan pengenalan terhadap budaya bangsa akan menumbuhkan rasa kebanggaan pribadi terhadap bangsa sendiri.

5)      Pemeliharaan dan pemanfaatan lingkungan hidup

Wisatawan senantiasa ingin mengunjungi tempat-tempat yang mereka anggap nyaman, sejuk, pemandangan yang indah dan asli. Hal ini mendorong pemeliharaan lingkungan alam yang sekitarnya dapat memenuhi selera para wisatawan itu. Selain itu, pada akhirnya kita harus berusaha membangun kembali lingkungan alam yang selama ini terlantar dan kemudian dimanfaatkan sebagai tourist object.

6)      Memperluas kesempatan kerja

Konsekuensi logis dari pengembangn pariwisata ialah berkembangnya kebutuhan sarana pariwisata dan industri pariwisata. Industri pariwisata ini berintikan pada pemberian pelayanan sebaik mungkin. Karena itu berkembangnya industri pariwisata akan menyerap banyak tenaga kerja dalam semua tingkatan untuk mengisi kesempatan-kesempatan kerja yang tersedia dalam industri itu.

7)      Menunjang perbaikan kesehatan dan prestasi kerja

Kegiatan pariwisata akan melepaskan ketegangan bagi jasmani dan rohani. Dengan demikian akan menumbuhkan kesehatan yang baik bagi seseorang. Pelepasan ketegangan ini akan memberikan pengaruh dalam bentuk menghimpun kembali tenaga dan sekaligus turut meningkatkan prestasi kerja dan kehidupan yang baik dalam masyarakat.


BAB III

PENUTUP

 

A. Kesimpulan

Olahraga dan pariwisata merupakan dua disiplin ilmu yang dapat dipadukan sehingga memiliki kekuatan dan efek ganda bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada umumnya. Oleh sebab itu olahraga pariwisata saat ini mendapat perhatian besar baik dari pihak pemerintah, swasta, industri olahraga, industri pariwisata, akademisi maupun masyarakat luas. Sport Tourism atau Pariwisata untuk olahraga merupakan paradigma baru dalam pengembangan pariwisata dan olahraga di Indonesia.

Sport tourism merupakan perpaduan antara olahraga dan rekreasi (wisata) yang saat ini berkembang pesat dan banyak diminati kalangan wisatawan muda. Wisatawan muda yang datang ke Indonesia antara lain menginginkan petualangan dan tantangan alam dalam sport tourism,. Potensi Indonesia untuk sport tourism sangat besar baik olahraga dirgantara (udara), marine (laut) dan darat seperti mendaki gunung dan menyelurusi sungai atau arung jeram.

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

http://andy-saiful.blogspot.com/2009/01/pengertian-pariwisata.html, diunduh pada tanggal 5 September 2011

http://irdanasputra.blogspot.com/2009/11/pariwisata-olahraga.html, diunduh pada tanggal 5 September 2011

http://mangkutak.wordpress.com/2009/01/05/dasar-pengertian-pariwisata/, diunduh pada tanggal 5 September 2011

http://moel30.multiply.com/journal/item/1/Arti_Pariwisata, diunduh pada tanggal 5 September 2011

http://pariwisata.cilacapkab.go.id/index.php?pilih=hal&id=77, diunduh pada tanggal 5 September 2011

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3779/1/komunikasi-Inon2.pdf, diunduh pada tanggal 5 September 2011

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20099/3/Chapter%20II.pdf, diunduh pada tanggal 5 September 2011

http://www.kebumen.go.id/data/program_daerah/sapta_pesona/saptapesona.htm, diunduh pada tanggal 5 September 2011

http://www.sinarharapan.co.id/feature/wisata.2004/0212/wis.02.html,  di unduh pada tanggal 5 September 2011


LAMPIRAN

 

TEMPAT DAN JENIS PARIWISATA OLAHRAGA DI INDONESIA

no

daerah tujuan wisata

jenis pariwisata olahraga

1.2.3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

AcehSumatera UtaraSumatera Selatan

Sumatera Barat

Jambi

Bengkulu

palembang

Bangka

Lampung

Jawa Barat

Jakarta

Jawa Tengah

Yogyakarta

Jawa timur

kalimantan barat

kalimantan tengah

sulawesi selatan

bali

nusa tenggara barat

nusa tenggara timur

 

Taman laut Pulau RubiahPacuan Kuda TradisionalOlahraga Rakit di Karang Atas

Naik Kuda Kecil

Golf

Hiking

Ski Air

Olahraga Dayung

lomba perahu bidar

olah raga layar

balap kuda

balap sapi

adu kerbau

hiking

climbing

boating

swimming

camping

fishing

hunting

 swimming

water skiing

motorboarting

camping

fishing

climbing

boating

mounteriing

hunting

camping

fishing

camping

swimming

surfing

diving

waterskiing

hunting

rafting

hiking

olah raga layar

ski air

speed boat

yatch

motor cross

rally

golf

sepakbola

badminton

tennis

go cart

snorkrling

climbing

diving

playing kites

Golf

Bowling

Fishing

Sepakbola

Badminton

Tennis

Go cart

Motor cross

surfing

camping

caving

mountaineering

fishing

swimming

camping

swimming

skiing

boating

camping

diving

fishing

olah raga layar

ski air

fishing

lomba perahu

diving

snorkeling

rafting

hiking

olah raga layar

ski air

speed boat

yatch

motor cross

rally

golf

sepakbola

badminton

tennis

bycle climbing

bungy jumping

paragliding

swimming

fishing

diving

snorkeling

swimming

surfing

camping

camping

 

Sumber: Discover Indonesia

INVASI AMERIKA SERIKAT KE IRAK TAHUN 2003

Published Desember 22, 2011 by fersyha

BAB II

PEMBAHASAN

Republik Irak adalah sebuah negara di Timur Tengah atau Asia Barat Daya, yang meliputi sebagian terbesar daerah Mesopotamia serta ujung barat laut dari Pegunungan Zagros dan bagian timur dari Gurun Suriah yang mempunyai luas sekitar 438.052 km2. Negara ini berbatasan dengan Kuwait dan Arab Saudi di selatan, Yordania dan Suriah di barat, Turki di utara, dan Iran di timur. Irak mempunyai bagian yang sangat sempit dari garis pantai di Umm Qasr di Teluk Persia.

Irak merupakan suatu fenomena yang menarik untuk dikaji lebih mendalam, karena merupakan salah satu negara Timur Tengah yang sering menghadapi peperangan. Sejak pertama muncul peradaban kuno di Asia Barat daya, Irak selalu dikuasi oleh kekuasaan asing. Irak sebagai negara yang menjadi pusat peradaban dunia Islam pada dinasti Abbasiyah setidaknya pernah diinvasi oleh pasukan Persia, Yunani, Romawi dan Mongol. Pada awal perjalanan Irak pada abad ke-21 ini, Irak kembali diserbu oleh Amerika Serikat (AS). Berikut akan diuraikan mengenai peristiwa Serangan Amerika Serikat ke Irak yang berlangsung pada tahun 2003.

A. Latar Belakang Invasi AS ke Irak tahun 2003

Konflik senjata antara AS (Amerika Serikat) dengan Irak pada tahun 2003, ada tiga tujuan yaitu AS ingin menghancurkan senjata pemusnah massal, menyingkirkan ancaman teroris internasional dan membebaskan rakyat Irak dari penindasan rezim Saddam Hussein dengan cara memulihkan demokrasi di Irak.[1]

Dari tiga alasan tentang masalah Irak yang harus diselesaikan dengan cara AS (dihancurkan) ternyata dipenuhi kebohongan, yaitu : Agresi AS ke Irak untuk memusnahkan senjata pemusnah massal adalah upaya AS untuk membohongi masyarakat internasional. Dikatakan oleh Presiden George W. Bush bahwa Irak mempunyai senjata pemusnah atau destruksi massal (Weapons of Mass Destruction) yang berupa:

(1) senjata kimia seperti mostar yang dapat menyebabkan kulit melepuh, tabun dan sarin yang dapat menyerang syaraf.

(2) Senjata biologi seperti botulinum yang dapat meracuni dan mencekik orang, bacillus antraxis yang dapat menyebabkan penyakit antrax, senjata nuklir dan rudal scud yang mempunyai jangkauan 900 kilometer untuk meluncurkan senjata-senjata tersebut.[2]

Untuk meyakinkan rakyat dan kongres AS, Presiden Bush di depan Kongres ketika menyampaikan laporan tahunan menyatakan bahwa Saddam Hussein telah mengusahakan untuk membeli lima ratus ton uranium – oksida dari Nigeria. Dengan demikian kepemilikan senjata-senjata tersebut dapat membahayakan rakyat Irak dan negara-negara tetangganya.

Serangan AS ke Irak dengan alasan pemusnahan senjata pemusnah massal tidak masuk akal, karena bila AS memang ingin menghancurkan senjata itu, Presiden Bush tidak mengerahkan semua kekuatan militernya. AS (dan sekutunya Inggris) hanya mengerahkan 230.000 dan 45.000 personilnya ke Irak. Dari jumlah itu, hanya 90.000 prajurit AS dan 45.000 prajurit Inggris yang merupakan pasukan tempur.[3]

Sebelum terjadi serangan ke Irak, Tim Inspeksi PBB yang diketuai Hans Blix menyatakan sama sekali tidak menemukan bukti Irak memiliki senjata pemusnah masal dan ternyata jangkauan senjata rudal Irak tidak seperti yang dikatakan AS yaitu 900 kilometer, tetapi hanya 10 sampai 15 kilometer. Atas dasar temuan itu Saddam Hussein menyatakan, “Mampukah rudal ini menembus Israel? Mampukah mencapai AS?”. Kebohongan AS makin tampak ketika Menteri Luar Negeri AS, Collin Powell, memberikan laporan kepada Dewan Keamanan PBB tentang upaya Irak mendapatkan uranium-oksida dari Nigeria. Menurut duta besar Nigeria untuk PBB, Presiden Nigeria yang disebut-sebut dalam dokumen intelijen Presiden Bush, yang dikatakan bekerjasama dengan Saddam Hussein dalam pengadaan uranium-oksida ternyata telah lama meninggal dunia. Beberapa minggu setelah Baghdad jatuh, pasukan AS belum berhasil menemukan senjata pemusnah massal Irak.[4]

Menggempur Irak atas nama memerangi terorisme yang didengungkan AS tidak dapat diterima begitu saja. Tudingan Washington bahwa Bahgdad memiliki hubungan dengan al-Qaidah, organisasi yang sangat dibenci dan sekaligus ditakuti AS (yang dituduh telah meledakkan gedung WTC pada 11 September 2001) sangat tidak masuk akal. Di satu sisi, al-Qaidah adalah organisasi yang ingin menggulingkan pemerintahan berpaham liberal maupun sekuler, sementara Partai Baath pimpinan Saddam Hussein tidak memiliki paham fundamentalisme seperti halnya al-Qaidah. Bahkan, rezim Saddam Hussein sendiri termasuk yang harus dihancurkan oleh Al-Qaidah karena berseberangan paham (pemerintahan Saddam Hussein berpaham sekuler, sedangkan al-Qaidah berpaham fundamentalis yang memegang teguh ajaran Islam). Oleh karena itu, selain pemerintah AS tidak punya bukti kuat tentang hubungan al-Qaidah dan Irak, Usamah bin Laden  (pemimpin Al-Qaidah) dan Saddam Hussein tidak mungkin bekerjasama. Apalagi, ketika Irak menduduki Kuwait pada 2 Agustus 1990, Usamah bin Laden justru menawarkan diri kepada Raja Fahad (Arab Saudi) untuk mengirimkan veteran Arab-Afghan untuk membantu Kuwait mengusir pasukan Saddam.[5]

Klaim Washington bahwa penggulingan Saddam Hussein dimaksudkan untuk menyelamatkan rakyat Irak dari pemerintah yang diktaktor dan otoriter serta agar rakyat dapat mendirikan pemerintahan yang benar-benar demokratis juga cacat dari sisi hukum. Baik PBB maupun negara di dunia tidak ada yang memberi legitimasi AS untuk ikut campur urusan dalam negara lain. Dalam kasus Irak, apapun sistem yang telah dan akan diterapkan di negara itu, demokrasi atau monarki, maka hasil itu semuanya menjadi hak rakyat Irak untuk menentukannya.

Di Irak, meskipun AS mengatakan Saddam Hussein sebagai diktator, tetapi rakyat Irak (kecuali suku Kurdi) mengelu-elukan Saddam Hussein sebagai sosok yang berani mempertahankan kedaulatan Irak dari serbuan AS dan sekutunya.[6] Saat menghadapi invasi AS, Saddam Hussein telah menyerukan kepada rakyatnya agar tetap siaga menghadapi agresi militer AS. Seruan itu disambut rakyat yang menyatakan akan membela pemimpinnya, yaitu Saddam Hussein dan membela tanah Irak.[7]

Dalam pengakuannya, AS selalu mengatakan bahwa serangannya ke Irak untuk menegakkan demokrasi, tetapi setelah rezim Saddam Hussein jatuh, AS akan kesulitan membangun pemerintahan baru yang demokratis. Hal ini disebabkan: (1) Prinsip AS sendiri tidak demokratis, melainkan berdasarkan pada kepentingan politiknya, yaitu mencegah munculnya penguasa yang menentang kekuasaan, atau berafiliasi dengan negara yang menjadi musuh AS; (2) Pemimpin yang dipilih AS untuk memimpin Irak tidak mempunyai basis pendukung yang kuat di kalangan rakyat.[8]

Menurut Wirawan Sukarwo terdapat dua alasan utama yang melatarbelakangi serangan AS ke Irak. Pertama, keinginan AS untuk menghentikan proyek pengembangan senjata pemusnah massal di Irak. Kedua, menjatuhkan rezim Saddam Hussein yang dianggap memiliki hubungan dengan Al-Qaeda yang mengancam stabilitas regional. Dari kedua alasan utama tersebut, Pemerintah AS menjabarkannya dalam beberapa misi mereka untuk Irak. Bahkan pemerintah AS menganggap sebagai tugas mulia. Beberapa misi invasi yang dianggap sebagai tugas mulia AS, antara lain sebagai berikut : (1) Mengakhiri rezim Saddam Hussein; (2) Mengidentifikasi, mengisolasi, dan mengeliminasi senjata pemusnah massal; (3) Mencari, menangkap, dan membawa keluar teroris dari Negara itu; (4) Mengumpulkan data intelijen terkait yang bisa digunakan dalam jaringan pemberantasan terorisme internasional; (5) Mengumpulkan data intelijen yang terkait dengan jaringan global di pasar gelap perdagangan senjata pemusnah massal; (6) Mengakhiri sanksi dan secepat mungkin mengirim bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan rakyat Irak; (7) Mengamankan sumber-sumber ladang minyak yang menjadi milik rakyat Irak; (8) AS akan menjadi penolong rakyat Irak menciptakan masa transisi untuk membangun sebuah pemerintahan yang representatif.[9]

Namun semua alasan yang dikeluarkan oleh AS menjadi sebuah kebohongan yang diketahui secara luas oleh dunia internasioanl. Irak terbukti tidak mengembangkan senjata pemusnah massal seperti yang dituduhkan dan Saddam Hussein tidak memiliki hubungan dengan Osama bin Laden beserta jaringan al-Qaedanya.

Dari semua analisis terhadap motif invasi AS yang sesungguhnya, terdapat persepsi umum bahwa ekonomilah yang menjadi faktor dominan. Beberapa perhitungan yang terkait dengan motif ekonomi dan bisnis dari serangan AS atas Irak antara lain sebagai berikut : (1) Kekayaan minyak bumi yang dimiliki oleh Irak merupakan cadangan minyak kedua terbesar setelah Arab Saudi. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Centre for Global Energy Studies (CGES) London, Irak diperkirakan memiliki 112 miliar barrel cadangan minyak. Berdasarkan data tersebut, Irak merupakan pemilik 11 persen cadangan minyak dunia. Selain itu, menurut US Energy Information Administration, Irak memiliki 73 ladang minyak mentah dan hanya 15 ladang yang telah dikembangkan; (2) ingin menciptakan tatanan dunia baru yang “lebih aman” dengan tujuan kebebasan ekonomi dan politik. Hal ini merupakan strategi geopolitik AS di kawasan Timur Tengah. Bagi AS, Irak merupakan ancaman potensial bagi kepentingannya dan sekutu terdekatnya Israel di kawasan Timur Tengah; (3) Proyek rekontruksi pasca perang yang akan menguntungkan AS. Kehancuran infrastruktur akibat perang akan melahirkan proyek-proyek rekontruksi dengan dana yang besar. Sebagai pemeran utama invasi, AS akan mengambil proyek-proyek tersebut untuk meraup keuntungan besar pascaperang.[10]

Terlepas dari latar belakang AS menginvasi Irak yang penuh dengan kebohongan, ada beberapa faktor yang menyebabkan para pengambil keputusan (policy makers) di dalam pemerintahan Presiden Bush memutuskan untuk menyerang Irak dan menumbangkan rezim Saddam Hussein, yaitu:

  1. a.      Menguasai Industri Minyak Dunia dan Menghancurkan OPEC

Agresi militer AS ke Irak sangat erat kaitannya dengan kepentingan minyak bagi AS. Irak merupakan negara yang mempunyai cadangan minyak sebesar 112 miliar barel atau 11% dari total cadangan minyak dunia. Para perancang kebijakan pemerintahan AS berpendapat bahwa menguasai minyak Irak sangat penting guna mengantisipasi menurunnya keberadaan minyak dunia sebanyak lima juta barel per hari pada dekade mendatang. Lebih daripada itu, Badan Energi Internasional memperkirakan bahwa kebutuhan dunia terhadap minyak akan meningkat sebesar 1,6% pada tahun 2030. Dengan kata lain, kebutuhan minyak dunia yang sekarang berjumlah antara 75-76 juta barel perhari akan meningkat menjadi 120 juta barel perhari pada tahun itu.[11]

Dengan menguasai minyak Irak, AS dapat dengan mudah mempermainkan harga minyak dunia, karena selama ini penentuan harga minyak masih dikuasai OPEC, bukan oleh satu negara tertentu. Jatuhnya Irak dan semakin kuatnya pengaruh AS di kawasan Teluk tidak saja akan mengamankan suplai minyak bagi AS dan sekutunya, tetapi juga mengantarkan AS sebagai negara yang dapat mengontrol kepentingan ekonomi (minyak) negara lain.

  1. b.      Menjaga Eksistensi dan Keamanan Negara Israel

AS merupakan benteng utama penjaga keselamatan negara Israel dari ancaman yang sering dihembuskan oleh Irak, karena itu AS berkepentingan untuk menghancurkan Irak dan pemerintahan Saddam Hussein. Dengan menghancurkan Irak dan menguasainya, maka Israel akan terbebas dari ancaman Irak. Dengan adanya perang AS-Irak, maka Irael akan menggunakan kesempatan itu untuk melakukan penindasan terhadap rakyat Palestina.[12]

M. J. Akbar, seorang kolumnis kaliber internasional asal India, dalam Abdul Halim Mahally (2003:353), menyatakan bahwa AS sesungguhnya tengah berupaya keras untuk mewujudkan Timur Tengah Baru. Setelah Irak berhasil dikuasai, maka AS hendak membentuk negara Palestina yang demokratis yang dapat bekerja sama dengan Israel, karena selama ini Irak merupakan pendukung gerakan perlawanan Palestina. Selain itu, AS juga ingin mewujudkan ambisi Israel yang ingin menguasai Timur Tengah. Bagi AS, mendukung Israel merupakan kepentingannya, karena itu AS secara terang-terangan menerapkan kebijakan standar-ganda di Timur Tengah. Di satu sisi, AS menjatuhkan sanksi-sanksi khusus kepada Irak, sementara di sisi lain mendukung Israel menindas Palestina.

  1. c.       Meneguhkan Pengaruh Politik

Dengan menghancurkan Irak, AS semakin terbuka peluangnya untuk menapakkan pengaruh politiknya di Timur Tengah. Selama ini, pengaruh politik AS di Timur Tengah belum dapat terwujud secara maksimal, dikarenakan pemerintahan Saddam Hussein tidak mau tunduk pada AS. Saddam Hussein secara terang-terangan mempunyai keberanian untuk menentang hegemoni AS dan menggalang dukungan dari negara-negara Teluk untuk menentang AS.[13]

Keruntuhan pemerintahan Saddam Hussein juga dimaksudkan AS untuk mengirimkan sinyal tegas dan peringatan kepada negara-negara di Timur Tengah, bahwa AS tidak akan segan-segan mengirimkan mesin-mesin perangnya kepada negara-negara yang melawannya.

B. Jalannya Perang AS-Irak tahun 2003

Isu yang dilancarkan AS berkaitan dengan masalah Irak adalah pengembangan dan kepemilikan senjata pemusnah massal berbahan nuklir, biologi dan kimia (nubika) serta rudal balistik yang dikatakan mampu menjangkau Israel. Atas dasar isu itu, AS berupaya dengan segala cara untuk dapat melucuti Irak. AS berhasil mempengaruhi Dewan Keamanan PBB untuk mengeluarkan resolusi yang hasilnya mengirimkan Tim Inspeksi Senjata PBB yaitu UNSCOM (United Nations Special Commision) ke Irak.

Dewan Keamanan PBB mengeluarkan lagi Resolusi 1441 mengenai perlucutan senjata destruksi atau pemusnah massal Irak dan pembentukan Tim Inspeksi yang diberi nama UNMOVIC (United Nations Monitoring, Verification, and Inspection Commision). Menurut resolusi itu, dalam waktu sebulan Irak harus menyerahkan laporan mengenai senjata pemusnah massal, sistem, dan program pengembangannya. Pada resolusi ini, hanya AS dan Inggris yang setuju jika Irak gagal memenuhi ketentuan resolusi itu, konsekuensinya berat bagi Irak yaitu berupa serangan militer AS. Jika ada sesuatu yang dianggap sebagai kesalahan Irak, baik disengaja atau tidak, dapat menimbulkan perang yang menghancurkan negara itu. Dengan begitu, AS berpotensi memicu provokasi bagi situasi panas berupa serangan militer ke Irak, bukan cuma melucuti senjata pemusnah massal yang dicurigai dimiliki Irak, tetapi tujuan akhirnya adalah mengganti pemerintahan Saddam Hussein.

Pada 14 Februari 2003, Han Blix (Ketua UNMOVIC) dan El-Baradei (Direktur Jenderal Badan Energi Atom Dunia) menyampaikan laporan bahwa di Irak tidak ditemukan senjata pemusnah massal. Kesimpulan itu dinyatakan setelah tim dari PBB tersebut menginspeksi seluruh gedung Irak, termasuk yang berada di bawah tanah. Pada 7 Maret 2003, Hans Blix dan El-Baradei kembali menyampaikan laporan kepada PBB, bahwa Irak telah menghancurkan rudalnya, termasuk Al-Samoud II yang merupakan satu-satunya senjata pertahanannya.

Irak telah memberi keleluasaan kepada Tim Inspeksi untuk memenuhi tuntutan PBB, namun AS (dan Inggris) tetap tidak berubah dari posisinya dan bahkan mengabaikan laporan Tim Inspeksi senjata PBB. Menteri Luar Negeri AS, Collin Powell, menegaskan belum cukup melihat keputusan politis Irak untuk meluncuti senjatanya. Powell bahkan menilai kesediaan Irak menghancurkan Al-Samoud II sebagai too-little, to-late terutama dalam menggeser pandangan internasional. AS tetap yakin Irak mempunyai senjata Pemusnah Massal, sehingga AS merasa perlu bertindak untuk menyerang Irak tanpa izin dari PBB.

Pada awal 2003 tanpa menghiraukan laporan Tim Inspeksi Senjata PBB, AS mengerahkan tahap demi tahap kekuatan militernya di perbatasan Irak. Suadron udara dengan pesawat tempur F-15, F-16, AV-8 Harrier, A-10 Warthog dan pesawat pembom B-1, B-2, B-523, pesawat “Siluman” F-117, pesawat pemandu AWACS, pesawat pengintai U-2, serta beberapa kapal induk, dan pasukan marinis dan infanteri telah disiagakan untuk menunggu komando serangan.

Presiden AS, George W. Bush, mengeluarkan ultimatum kepada Irak, bahwa dalam jangka waktu 48 jam, presiden Irak Saddam Hussein dan anak-anaknya harus segera meninggalkan Irak. Ultimatum itu berakhir pada 20 Maret 2003 dan beberapa jam sebelum perang dimulai, AS menghimbau agar tentara Irak tidak melakukan perlawanan terhadap serangan tentara AS nanti dan mengajak tentara Irak untuk  membangkang kepada Saddam Hussein.[14]

Tembakan salvo dari kapal induk AS ke udara Irak tanggal 20 Maret merupakan awal dari perang AS dan Irak. Setelah tembakan Salvo pada hari itu, lima kapal induk AS, diantaranya adalah USS Abraham Lincoln, USS Kitty Hawk Dan USS Theodore saling berlomba-lomba menembakkan rudal-rudal penjelajah Tomahowk ke Irak. Perang antara AS dan Irak merupakan perang yang timpang dan tidak seimbang. Irak tidak mempunyai kekuatan laut, sedangkan kapal-kapal induk AS leluasa menembakkan rudal-rudal mereka ke Irak tanpa ada perlawanan dari pasukan Garda Republik. Dalam perang ini, kekuatan AS (dan sekutunya) amat mendominasi karena Irak juga tidak berdaya menghadapi serangan darat dan udara dari AS.

Presiden Irak Saddam Hussein mempunyai pasukan berjumlah sekitar 500 ribu. Rinciannya adalah, Pasukan Berani mati (40.000 orang). Garda Republik (80.000 orang), Angkatan Darat (295.000) dan Polisi Rahasia Irak (125.000 orang). Dalam menghadapi kekuatan militer AS (dan sekutunya), tentara Irak tidak bisa menandingi kekuatan AS. Ketika kapal-kapal Induk AS menembakkan rudal-rudal jelajah Tomahaw mereka ke berbagai tempat di Irak dan pesawat-pesawat perang AS menghujani Irak dengan berbagai macam bom, tentara Garda Republik dan pasukan komando Saddam Hussein tidak berdaya melawannya. Meskipun semangat rakyat Irak untuk mempertahankan negara Irak dari invasi pasukan asing sangatlah tinggi, tetapi secara militer, rakyat Irak tidak pernah mampu melawannya secara terbuka. Dari jumlah anggaran pertahanan, Irak tertinggal jauh dari AS, Irak hanya menghabiskan sekitar US 4 1,4 miliar untuk membiayai kekuatan militernya, sementara jumlah yang dihabiskan oleh AS untuk membiayai militernya sebesar US $ 400 miliar.

Dalam menghadapi serangan AS, Irak meminta kepada negara-negara Arab untuk menyelamatkan diri sambil memperkuat sikap menentang invasi militer AS ke Irak, karena invasi AS tersebut juga akan membahayakan seluruh wilayah Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Irak yang berhasil meloloskan diri ke Suriah beberapa saat setelah serangan AS, Nadji Sabri, mengatakan, “Kami berharap, saudara-saudara kami bangsa Arab akan dapat menyelamatkan diri dan bersama-sama melawan Zionis-Amerika-Inggris, yang sebenarnya mempunyai target menguasai seluruh Arab. Mereka ingin membuat seluruh negara Arab menjadi negara lemah yang akan dikuasai oleh Sharon (PM. Arrel Sharon)”.

Perang antara AS dan Irak dimulai pada tanggal 20 Maret 2003 dan berakhir pada 9 April 2003 dengan didudukinya Baghdad, ibukota Irak, oleh pasukan AS dan sekutunya. Berikut merupakan kronologis perang: Tanggal 20 Maret, salah satu kesatuan yang berada di garis depan adalah Divisi Infanteri ke-3 AS. Dalam strategi militer, divisi ini akan menjadi salah satu ujung tombak serangan darat untuk menembus perbatasan Irak. Serangan ini didahului pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-101 yang dengan kekuatan helikopter tempur dan angkutnya akan menerobos dan menguasai bebragai instalasi penting sebelum kedatangan pasukan Divisi Infanteri ke-3. secara keseluruhan ada sekitar 250.000 pasukan AS dan 45.000 pasukan Inggris yang didukung 1.000 pesawat tempur dan pembom serta helikopter tempur, yang siap menyerang Irak. Di laut, kapal-kapal induk AS siap melaksanakan operasi udara setiap saat. Sementara di pihak Irak, rakyat sipil dan militer Irak menunjukkan dukungan kepada Saddam Hussein dan menyatakan siap berkorban jiwa dan raga menghadapi invasi AS.

Tanggal 21 Maret. Dalam perang hari kedua ini satuan anti serangan udara Irak menembak jatuh sebuah jet pasukan sekutu (AS-Inggris) dan dua buah Helikopter AS, sementara Saddam Hussein dapat lolos dari hujan rudal AS meski salah satu rudal menghancurkan kediamannya. Perang hari kedua ini telah mulai menewaskan prajurit baik dari AS dan sekutunya maupun prajurit Irak. Satuan Marinir AS yang berupaya menguasai jalan raya utama menuju kota Basra di selatan Irak yang merupakan kota terbesar kedua di Irak dan penghasil minyak utama, mengalami hambatan berupa serangan mortir. Demikian juga dengan pasukan Inggris yang mendapat perlawanan sengit saat mereka bergerak menuju daerah umum Qasr, di selatan Basra. Beberapa jam sebelum perang dimulai, pasukan Inggris berhasil mengamankan semenanjung Al-Faw, untuk mencegah Irak membakar sumur-sumur minyaknya. Sementara itu, satuan Brigade Lapis Baja ke-7 Inggris Desert Rats telah masuk ke Irak dan memberikan perlindungan di bagian sayap pasukan AS-Inggris yang bergerak maju. Satuan militer AS dari Divisi Infanteri AD ke-3 juga telah menerobos ke Irak dan berhasil menghancurkan tiga tank Irak.

Tanggal 22 Maret, pasukan AS dan sekutunya semakin gencar menembakkan rudal dan menjatuhkan bom ke Irak. Pada hari ini beberapa lusin pesawat tempur F-14 dan F/A-19 Hornet yang penuh bermuatan bom telah keluar dari kapal induk Kitty Hawk. Pasukan udara AS dan Inggris melakukan 1.000 penerbangan penyerbuan dan menembakkan 1.000 rudal jelajah di Irak. Sepanjang periode 24 jam 22 Maret waktu Irak, pasukan AS dan Inggris menggempur 1.500. Sasaran dengan bom-bom berpemandu dan rudal-rudal jelajah. Pesawat siluman B-2 melancarkan serangan-serangan dari pangkalan utama di Pangkalan AU Whiteman, terbang selama 38 jam untuk menjatuhkan 1.000 kg bom berpedoman satelit pada sejumlah sasaran di Irak. Pesawat yang ambil bagian pada serangan hari itu adalah pesawat pembom jarak jauh B-IB Lancer, pesawat siluman F-117, pesawat tempur F-15, F-16, F/A-18 dan A-10 Thunderbolt. Sedangkan bom yang dijatuhkan ke Irak sebagian besar berpemandu satelit dengan hulu ledak yang dapat menembus tanah, juga bom berpemandu laser 6BU-27 bunker busting, dan Daisy Cutter seberat 10.500 kg, dan dua bom sebesar 7.5000 kg. Serangan AS tersebut berhasil menghancurkan 2 Istana Saddam Hussein dan kamp Istana Tua Saddam Hussein yang merupakan pusat kantor negara Irak, kabinet dan Tentara Republik. Dari pihak Irak, mereka mengaku telah menghancurkan lima tank musuh dan membunuh beberapa pasukan AS.

Tanggal 23 Maret, pergerakan pasukan AS dan sekutunya sudah hampir mencapai Baghdad, meski di sejumlah tempat berlangsung perlawanan sengit dari satuan-satuan militer Irak. Brigade ke-2 Divisi Infanteri ke-3 AS kemarin berhasil menguasai wilayah seluas 370 km dalam waktu 40 jam dan mencapai posisi yang jaraknya kurang lebih 160 km dari Baghdad. Di kota Umm Qasr, pasukan sekutu juga terus berupaya membersihkan wilayah itu dari pasukan Irak. Terjadi pertempuran dari jalan ke jalan dan pasukan Sekutu menghadapi perlawanan ala gerilya dari pasukan Irak yang sebagian diantaranya adalah anggota Fadayeen, yaitu organisasi paramiliter partai Baath. Selama empat hari pertempuran itu telah menewaskan sekitar 77 warga sipil dan melukai sedikitnya 503 warga sipil.

Tanggal 24 Maret, di tengah terjadinya berbagai pertempuran sengit dan pemboman bertubi-tubi atas Baghdad, Presiden Irak Saddam Hussein muncul di layar televisi. Saddam Hussein berpidato untuk memberi semangat pada rakyat dan pasukannya. Pasukan AS sendiri mengalami perlawanan sengit di Nasiriyah, di Irak Selatan. Perlawanan itu menimbulkan korban yang besar di pihak pasukan AS. Setidaknya sembilan marinis terbunuh dan belasan lainnya terluka akibat diterjang senjata pasukan Irak. Dalam kasus ini, pasukan AS tewas karena terkecoh pasukan Irak, kesatuan Irak ini memberikan isyarat hendak menyerah tetapi ketika marinir AS tersebut mendekat, pasukan Irak melancarkan serangan. Korban juga dialami pasukan Inggris, dua personil Inggris dinyatakan hilang setelah konvoinya di serang pasukan Irak.

Tanggal 25 Maret, salah satu hal yang paling dikhawatirkan pasukan AS dan koalisinya saat ini adalah taktik perang gerilya, karena pasukan Irak mulai melaksanakan taktik perang gerilya. Para pelaku gerilya ini diyakini aalah pasukan Fedayeen, pasukan paramiliter Partai Baath, yang bekerja sama dengan satuan keamanan dan intelijen khusus. Dengan menyamar sebagai warga sipil, pasukan ini menyusup di wilayah pemukiman penduduk, wilayah seperti itu yang beberapa hari semenjak mulai perang menjadi lokasi pertempuran sengit. Pasukan gerilyawan mengambil sasaran konvoi-konvoi logistik pasukan koalisi, karena konvoi logistik biasanya berada di belakang pasukan tempur dan biasanya posisinya paling lemah. Akibat dari gerilya ini, 12 prajurit AS dinyatakan hilang.

Tanggal 26 Maret. Dalam perang yang sudah berlangsung selama beberapa hari ini, pasukan AS semakin sering menembakkan rudal ke pemukiman-pemukiman sipil, sehingga semakin banyak warga sipil yang menjadi korban. Sementara dari pihak pasukan Inggris, 2 tank Inggris hancur karena terkena tembakan kawan sendiri yang salah sasaran. Dari pihak Irak, sebuah kon tingen besar pasukan Irak dari kesatuan elite Pengawan Republik menuju ke wilayah selatan meninggalkan Baghdad. Kontingen yang terdiri dari sekitar 1.000 kendaraan itu menuju wilayah An-Nasiriyah untuk menghadapi pasukan marinir AS. An-Nasiriyah menjadi salah satu lokasi pertempuran paling dahsyat dalam tiga hari terakhir. Sekitar 3.000 personel Pengawal Republik terlihat di salah satu kota yang dilintasi jalan raya nomor 7, sementara 2.000 lainnya terlihat di kota lain. Gerakan ini nampaknya menunjukkan pasukan Pengawal Republik masih dapat melakukan persiapan penyerangan, padahal sejak beberapa hari terakhir ini berbagai posisi pasukan tersebut mendapat serangan udara dan darat yang hebat dari pasukan koalisi. Sementara itu, pasukan AS yang sedang menuju Baghdad juga mengalami perlawanan sengit. Unit-unit dari Resimen Kavaleri ke-7 AS terlibat baku tembak dahsyat dengan pasukan Irak di dekat kota Najaf, Irak Tengah. Pada pertempuran ini, sekitar 500 pasukan miliki Irak tewas, sedangkan pihak AS kehilangan dua tanknya, tetapi tidak mengalami korban jiwa.

Tanggal 27 Maret, Sidang Dewan Keamanan PBB mendesak AS dan negara sekutunya untuk menarik semua pasukannya dari Irak tanpa syarat apapun. Negara-negara anggota Liga Arab dan Gerakan Non Blok (GNB) menyatakan serangan militer tersebut tidak sah dan melanggar aturan PBB. GNB dan Liga Arab adalah dua kelompok yang mengusulkan digelarnya Sidang Khusus yang bersifat terbuka tersebut. Sementara itu, negara-negara Uni Eropa juga menyiratkan setujunya kawasan itu terhadap serangan militer AS ke Irak, karena Uni Eropa menjunjung tinggi integritas dan kedaulatan Irak dan menghormati hak-hak yang dimiliki rakyat Irak. Para penentang perang juga berasal dari rakyat AS, di berbagai negara bagian AS, terjadi demonstrasi untuk menentang perang.

Tanggal 28 Maret, Pasukan AS dan Inggris yang mengepung kota Basra di Irak selatan, menghadapi perlawanan sengit, khususnya dari kelompok miliki Fedayeen. Seorang juru bicara militer Inggris, Chris Vernon, mengatakan “bahwa meskipun pasukan koalisi tidak banyak mengalami kesulitan dalam menghadapi pasukan reguler Irak, namun saat menghadapi pasukan milisi, ternyata pasukan milisi mempunyai kekuatan melebihi perkiraan semula.”

Perlawanan sengit pasukan elite Pengawal Republik dan pasukan milisi yang menghambat gerak maju pasukan koalisi juga menimbulkan permasalahan tersendiri bagi satuan pendukung logistik. Keberhasilan Irak menghalau serangan darat AS di wilayah selatan dan kemungkinan bisa memotong jalur bantuan logistik yang menuju Baghdad, dikhawatirkan akan membuat AS putus asa, karena rasa putus asa itu akan membuat agresor melakukan serangan yang membabi buta yang dapat membahayakan penduduk sipil. Sementara itu upaya AS dan sekutunya untuk menggempur dan melumpuhkan berbagai jaringan vital di Baghdad terus dilakukan. Amerika Serikat untuk pertama kali mengerahkan dua bom kelas berat yang masing-masing berbobot 2.115 kilogram untuk menghancurkan sebuah menara telekomunikasi di dekat sungai Tigris di pusat kota Baghdad. Pemboman itu dimaksudkan untuk mengacaukan komunikasi antara kepemimpinan Irak dengan kesatuan-kesatuan militernya.

Tanggal 29 Maret, bom bunuh diri rakyat Irak mulai memakan korban tentara AS. Lima tentara AS tewas ketika sebuah taksi meledakkan bom di salahs atu pos pemeriksaan di kota Najaf, Irak Utara. Dengan tewasnya lima personel militer AS itu, maka jumlah personel militer AS yang tewas sejak serangan darat AS di Irak, adalah 34 orang dan 15 orang dinyatakan hilang. Sebanyak 104 personel militer AS cidera dan 7 personel dinyatakan sebagai tawanan perang oleh pasukan Irak. Sementara itu, para sukarelawan terutama pemuda dari negara-negara Arab telah memasuki Irak dan dikumpulkan di sebuah pusat rekruitmen yang berada di sebuah hotel. Sampai tanggal 29 Maret, pasukan Irak mengaku telah menembak jatuh enam pesawat tempur, empat helikopter tempur, empat pesawat tanpa awak, 143 rudal jelajah, 35 tank tempur, 5 tank pengangkut pasukan dan 35 kendaraan lapis baja pasukan AS. Pesawat pembom B-2 AS kembali menjatuhkan dua bom peledak bunker seberat 2.086 kg, ke sebuah jalur utama jaringan telekomunikasi Irak di pusat kota Baghdad untuk melemahkan kemampuan rezim Saddam Hussein dalam memimpin dan mengendalikan aksi pasukan militer Irak.

Tanggal 30 Maret, Pasukan Jihad dari beberapa negara sudah memasuki Irak. Dari Mesir, sekitar 631 orang, dari Lebanon sekitar 250 relawan dan juga dari Jihad Islam Palestina. Meskipun pasukan agresor telah mengganti strategi beberapa kali sejak serangan dimulai, tetapi pasukan Irak belum mengubah strategi dalam perang padang pasir karena merasa lebih berpengalaman. Dalam perang darat, yang diinginkan pasukan Irak adalah bisa menarik pasukan agresor ke dalam kota secepatnya agar terjadi perang darat sengit, yang saat itu teknologi senjata tidak bisa diandalkan lagi. Hingga hari ke-11 agresi, pasukan AS masih belum mampu mengamankan jalur logistik menuju Baghdad meskipun memiliki keunggulan senjata terutama di udara, karena jalur tersebut masih rentan serangan mendadak pasukan paramiliter dan sukarelawan Irak. Pada hari ini pasukan AS mengerahkan pesawat pembom jarak jauhnya yaitu B-IB Lancer, B-2, serta B-52 untuk menghancurkan kompleks gedung Kementrian Penerangan. Seorang tentara AS tewas dalam bentrokan dengan pasukan bersenjata Irak yang menggunakan granat berpeluncur roket.

Tanggal 1 April. Untuk pertama kali sejak serangan AS dimulai, presiden Saddam Hussein tidak berpidato secara langsung di televisi, tetapi diwakilkan oleh Menteri Penerangan Mohammaed Said al-Sahaf, yang menyatakan: “Jihad menjadi kewajiban untuk menghadapi agresor ini. Ulama muslim, yang memiliki beragam penafsiran, tidak sebersatu seperti saat ini dalam menghadapi sebuah masalah, dengan mempertimbangkan agresi terhadap benteng kepercayaan sebagai agresi terhadap Islam, kesejahteraan, kehormatan dan hidup kita. Perangi para agresor itu, seperti yang dilakukan saudara kita di Umm Qasr, Basra, Niniveh, Nassiriyah dan Anbar. Jangan biarkan mereka bernapas sampai mereka mundur dari tanah air muslim.” Ketidakmunculan Saddam Hussein untuk menyampaikan pidatonya itu menimbulkan pertanyaan di kalangan negara-negara Barat, karena tidak munculnya Saddam Hussein itu telah menimbulkan dugaan bahwa Saddam Hussein telah meninggal.

Tanggal 2 April. Rudal-rudal pertahanan udara Irak berhasil menjatuhkan dua pesawat AS. Sebuah helikopter militer UH-60 Blackhawk dan sebuah pesawat tempur AL AS F/A-18C Hornet jatuh tertembak di sekitar wilayah Karbala, 80 km selatan kota Baghdad. Ini merupakan kali pertama sebuah jet tempur pasukan AS tertembak dalam perang Irak ini. Dalam insiden ini, tujuh militer AS yang berada di dalam helikopter tersebut tewas, sementara empat lainnya yang telruka berhasil dievakuasi dan diselamatkan. Wilayah Karbala merupakan medan pertempuran sengit yang terjadi pada dini hari tanggal 2 April ini. Saat pasukan AS bergerak menuju Baghdad dan diserang pasukan Irak, tetapi pasukan AS berhasil membuat pasukan Irak kocar-kacir. Dalam perkembangan lain, pasukan Marinir dan Infanteri AS berhasil menembus pertahanan pasukan Irak di selatan Baghdad. Pasukan AS juga berhasil memasuki dan memeriksa salah satu istana Saddam Hussein yang berada di dekat Bandar Udara Internasional Saddam Hussein, 19 km di sebelah barat daya kota Baghdad. Pasukan AS pada saat ini berada sekitar 30 km dari Bagdad. Sementara pasukan Marinir menyeberangi sugnai Tigris menuju tenggara Baghdad, pasukan Marinir itu menggempur kubu-kubu pertahanan pasukan Garda Republik. Pusat komando operasi AS di Qatar mengatakan kesatuan Garda Republik dari Divisi Baghdad, Madinah dan Nebuschadnezar menjadi target serangan pasukan AS dari arah selatan Baghdad, sedangkan Divisi Adnan diserang dari udara.

Tanggal 3 April, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam perang di Irak agar berupaya lebih keras untuk mencegah jatuhnya korban warga sipil. Seruan itu disampaikan menanggapi kenyataan bahwa banyak warga sipil yang menjadi korban tewas atau luka dalam bentrokan senjata yang terjadi selama dua pekan peperangan berlangsung. Menanggapi seruan ICRC itu, Kolonel Ron Johnson, seorang Komandan Marinir AS di Irak mempersalahkan taktik yang dilakukan oleh militer Irak dan kaum militan yang mengakibatkan besarnya jumlah korban yang jatuh dalam pertempuran. Menurut Johnson, kelompok milisi loyalis Saddam Hussein Fedayeen dan pasukan militer Irak telah mengabaikan hukum perang. Diakuinya sejumlah gedung sekolah terpaksa diserang karena pasukan Irak berlindung di dalamnya. Johnson juga menuduh pihak Irak menggunakan rumah sakit dan masjid untuk perlindungan dan pertahanan militer. Sementara itu statistik perang hingga hari ke-14 adalah :

  • Korban : Pasukan AS, 51 tewas, 7 tertangkap, 16 hilang (versi Departemen Pertahanan AS). Pasukan Inggris, 27 tewas. Di pihak Irak, tak ada laporan resmi tentang korban perang di kalangan militer. Korban di kalangan sipil menurut pemerintah Irak adalah 500 orang tewas dan sekitar 4.000 luka-luka.
  • Bom yang dijatuhkan di Irak : Hinggga 3 April, terhitung lebih dari 700 rudal jelajah Tomahawk telah ditembakkan ke Irak dan lebih dari 9.000 bom tembak tepat telah dijatuhkan.
  • Tawanan perang : 4.500 orang pasukan Irak telah ditawan oleh pasukan AS (versi Komando Wilayah Tengah AS).
  • Wartawan yang menjadi korban diantaranya: empat tewas (seorang wartawan Australia tewas akibat bom mobil, seorang reporter TV Inggris tewas tertembak dalam pertempuran, seorang juru kamera Inggris tewas akibat menginjak ranjau darat, seorang wartawan asal Inggris tewas akibat kecelakaan), dan dua lainnya hilang.

Tanggal 4 April. Pasukan AS telah berhasil menguasai Bandara Internasional Saddam Hussein dan menyatakan tank-tank AS menjebol sebuah tembok pertahanan di sekitar bandara. Pasukan AS pun melakukan penyisiran untuk mencari personel Irak yang mungkin masih bersembunyi dan jalur terdekat dari bandara ke Baghdad langsung ditutup dan dijaga ketat. Dengan dikuasainya Bandara Internasional ini oleh pasukan AS, maka kemungkinan para pemimpin utama Irak melarikan diri keluar negeri dapat dicegah. Akibat serangan pasukan AS di wilayah sekitar Bandara Internasional Saddam Hussein, kota Baghdad pada hari itu aliran listriknya terputus, demikian juga dengan saluran air yang tersendat-sendat. Meskipun begitu aktivitas perkotaan tidak begitu terpengaruh, jalan-jalan raya masih tetap sibuk dengan lalu lintas, toko-toko keperluan umum tetap buka, sementara antrean yang agak panjang terlihat di berbagai stasiun pengisian bahan bakar.

Tanggal 5 April, Presiden Saddam Hussein berpidato mendesak penduduk Baghdad untuk menyerang dengan sekuat tenaga pasukan AS yang sudah mendekati ibukota Irak tersebut. Pidato itu disampaikan setelah pasukan AS berhasil menguasai Bandara Internasional Saddam Hussein. Dalam pidato yang disiarkan oleh televisi Irak itu nampak Saddam Hussein sedang dielu-elukan pendukungnya di sebuah jalan. Di negara AS, Gedung Putih menyatakan pihaknya akan menganggap misi militer di Irak sukses, walaupun tidak berhasil menemukan Presiden Irak Saddam Hussein, yang kemunculannya di televisi Irak menunjukkan Saddam Hussein masih bertahan dan hidup dari segala serangan bom AS sejak dimulainya perang pada 20 Maret lalu. Di sisi lain, Pemerintahan Bush sedang membahas penguasa transisi di wilayah Irak yang berada di bawah kekuasaan AS, sedangkan pemerintahan Irak di bawah Saddam Hussein tidak akan mempunyai hubungan sama sekali dengan pemerintahan transisi itu. Sejumlah besar pejabat AS mulai dari tingkat menengah hingga tingkat atas saat ini berada di Kuwait dan siap untuk menuju ke Irak dan membentuk pemerintahan transisi di bawah pimpinan Jenderal (Purn) Jay Garner.

Tanggal 6 April. Pasukan Garda Republik pasukan Irak mengaku telah menghancurkan 16 tank AS dan membunuh 50 pasukan musuh dalam pertempuran yang terjadi di sekitar Bandara Internasional Saddam Hussein. Selain itu, pasukan Irak berhasil menembak 2 helikopter Apache di pinggiran selatan Baghdad dan menghancurkan beberapa tank dalam pertempuran di Irak bagian tengah dan selatan. Di pihak AS, insiden salah tembak kembali terjadi. Sebuah pesawat tempur AU AS membom sebuah konvoi yang terdiri dari para personel pasukan khusus AS. Di Baghdad, pasukan Irak menyerang satu konvoi AS di sebuah jalan di barat laut Baghdad dengan menggunakan granat bepeluncur roket dan bom-bom mortir, dan berhasil menewaskan satu orang pasukan AS. Satu konveoi Tank AS dan kendaraan lapis baja pada hari itu menyeberangi sungai Eufrat di selatan Baghdad untuk memperkuat posisi-posisi di sekitar kota itu. Untuk memperkuat penjagaan atas Bandara Internasional Saddam Hussein, pasukan AS menempatkan 7.000 pesonil di Bandara itu dan mendirikan sebuah kamp kecil militer di sana.

Tanggal 7 April, pasukan AS dan sekutunya mulai melakukan penerangan ke wilayah pusat kota Baghdad. Satuan kendaraan lapis baja AS juga sempat melakukan pengepungan terhadap kompleks Kementerian Penerangan dan Hotel A-Rasheed yang berada di pusat kota Baghdad. Dalam penyerbuan ke tengah kota itu, lebih dari 70 tank MI Abrams dan 60 kendaraan lapis baja tempur Brandley dikerahkan, dan didukung pula oleh pesawat tempur anti-tank A-10 Warthog dan pesawat-pesawat intai kendali jarak jauh tak berawak. Penyerbuan ini mendapat sejumlah pelawanan dari pasukan Irak. Dua personel Marinir AS tewas saat kendaraan lapis baja pengangkut personel yang mereka tumpangi terkena tembakan meriam Irak di pinggiran Baghdad, demikian juga dengan sekelompok kendaraan lapis baja di selatan Baghdad juga mendapat serangan roket dari pasukan Irak dan menewaskan dua orang AS. Pasukan AS berhasil menguasai Istana Baru Saddam. Di pihak lain, pasukan Inggris berhasil melakukan penerobosan di kota Basra dan berhasil menguasai kota itu. Pasukan Irak meskipun kekuatannya melemah, tetapi memberikan perlawanan walau dalam pasukan-pasukan kecil.

Tanggal 8 April, ambisi AS untuk segera menguasai Baghdad membuat pasukan AS semakin gencar menyerang berbagai sasaran di ibukota Irak itu. Serangan udara AS yang membabi-buta itu bahkan menimbulkan korban di kalangan pers. Seorang kamerawan televisi dari Kantor Berita Inggris Reuters tewas dan setidaknya empat wartawan lainnya terluka saat Hotel Palestina yang menjadi tempat penginapan para wartawan asing di Baghdad di serang pasukan AS. Selain para korban dari Reusters, seorang kamaerawan jaringan TV Spanyol Telecinco juga meninggal. Beberapa saat sebelumnya, kantor perwakilan TV Aljazeera menjadi korban serangan udara pasukan AS, seorang korespondennya tewas akibat serangan itu. Selain korban teweas, Aljazeera juga melaporkan seorang kamerawannya terluka akibat pecahan ledakan. Menanggapi hal itu, para komandan pasukan AS mengatakan bahwa saat itu pasukannya dihujani mortir dan granat dari para penembak gelap yang berada di sekitar hotel itu dan pengeboman terhadap Hotel Palestina merupakan ketidaksengajaan.

Tanggal 9 April, Pasukan AS berhasil menerobos ke pusat kota Baghdad tanpa mendapatkan perlawanan yang berarti dari pasukan Irak. Hal ini menimbulkan keheranan dan kekagetan dari berbagai negara terutama negara Arab, karena dalam berbagai pidatonya selama ini Presiden Irak Saddam Hussein selalu mengatakan bahwa pasukan penyerbu yang hendak menjamak Baghdad akan ditaklukkan di bawah dinding-dinding kota. Banyak pula para pengamat perang yang memperkirakan bahwa akan terjadi perang kota alias urban warfare yang dahsyat di jalan-jalan Baghdad antara pauskan AS dan koalisinya melawan pasukan Irak. Demikian juga dengan rakyat Arab yang menyatakan, “kalah sih, memang wajar, tapi setidaknya harus ada perlawanan yang sengit dari Irak.” Hal ini berbeda dengan kota Basra yang baru saja dikuasai pasukan AS dan koalisinya setelah dua minggu terjadi pertempuran.

Perang yang tidak imbang antara AS dan Irak membuat perang berlangsung dengan cepat. Tanggal 9 April 2003, perang dinyatakan berakhir dengan dikuasainya kota Baghdad, yang merupakan pusat pemerintahan Saddam Hussein, oleh pasukan AS. Namun senjata pemusnah massal yang menjadi alasan utama serangan AS (dan sekutunya) ke Irak tidak juga diketemukan.[15]

Kini invasi AS sudah jadi kenyataan, dengan hasil akhir yang tak diketahui oleh siapapun, termasuk Pentagon, CIA, dan Gedung Putih sendiri, meski korban terbesarnya tentu mudah diketahui. Yang harus dilakukan oleh warga dunia, termasuk Indonesia, adalah: makin menggencarkan demonstrasi  agar AS segera menghentikan pembantaiannya.

Inikah perang yang digambarkan sebagai upaya menumpas biang teroris penyimpan senjata penghancur massal? Atau, seperti yang banyak muncul di media, perang untuk menguasai ladang minyak Irak yang nanti dijadikan sebagai sumber energi AS? Atau, alasan yang lebih sentimental, seperti dikatakan Bush sendiri, “Saddam tried to kill my Dad.” Gara-gara ulah Saddam, Bush senior bisa dipecundangi Bill Clinton pada pemiliran presiden 1992. Ada juga yang menyebut, ini tak lebih perangnya Israel dengan meminjam tangan Amerika langsung ke kancah perang. Bila AS bisa menumpas Irak, strategi untuk memecah belah negeri-negeri Muslim di kawasan itu akan lebih mudah, dan praktis melempangkan jalan tercapainya Israel Raya.

C. Pengaruh Israel dalam Perang AS-Irak tahun 2003

Di antara negara di dunia, tidak ada yang pengaruhnya begitu kuat di AS, selain negara Israel. Kebijakan pemerintah AS yang selalu berpihak kepada negara Israel tidak terlepas dari kekuatan lobi Israel dan para pendukungnya di kalangan elite AS. Di AS terdapat beberapa organisasi lobi Israel yang mempengaruhi kebijakan pemerintah AS terhadap negara Israel. Organisasi yang berpengaruh dalam bidang militer dan pertahanan adalah JINSA (Jewish Institute for National Security Affaris) can CSP (Center for Security Policy). JINSA dan CPS mempengaruhi pemerintah AS untuk melancarkan perang bagi negara yang menentang AS dan Israel, salah satunya dalam perang AS-Irak tahun 2003 ini. Dua organisasi ini bahkan menyatakan bahwa untuk menggulingkan suatu rezim, bukan hanya memberikan dana kepada suatu kelompok di negara tertentu untuk menggulingkan pemerintahan di sana, tetapi juga dengan mengerahkan kekuatan militer AS secara langsung. Peran ini terutama ditujukan bagi negara-negara di Timur Tengah, dimana Israel berusaha meluaskan pengaruhnya.

Tekanan pada pemerintah AS untuk melakukan serangan terhadap Irak dan negara-negara  Islam lainnya atas desakan dari kebijakan pemerintah Israel yang didukung oleh agen-agennya yang berada di dalam pemerintahan di Washington, D.C dilakukan sejak tahun 1996. jaringan mata-mata Israel di dalam pemerintahan AS baru bisa menghancurkan Irak dan menggulingkan Saddam Hussein, ketika Presiden Bush, terperangkap oleh peristiwa 11 September 2001.

Pada tanggal 8 Juli 1996 Richard Perle, Ketua Defence Policy Board Departemen Pertahanan, atas nama Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, menyampaikan sebuah copy dokumen tertulis kepada kongres AS. Dokumen itu berisi rumusan kebijakan politik luar negeri Israel yang baru, yang didalamnya juga memuat kebijakan untuk menghabisi Saddam Hussein, sebagai langkah awal untuk menggulingkan dan mendestabilisasikan pemerintah Saudi Arabia, Suriah, Libanon dan Iran.

Sekelompok ahli strategi pro-Israel di Washington mulai memunculkan skenario penyerangan atas Irak dengna memanfaatkan lembaga think-tank “Konservatif Baru” yang dinamakan PNAC (Project for The New American Century). PNAC mencita-citakan kepemimpinan global As di dunia yang menguasai militer, ekonomi, dunia cyber dan menurut PNAC menguasai Irak merupakan langkah awal dari usaha kepemimpinan global Amerika di dunia. Sebuah artikel berjudul “Invading Iraq Not a New Idea for Bush Clique;s Years Before 9/11 Plan Was Set” (penyerangan atas Irak bukan gagasan baru bagi kelompok Bush), yang ditulis William Bruch dan diteritkan pada the Philadelphia Daily News menyatakan : “namun kenyataannya, Rumsfeld, Dick Cheney, dan sekelompok kecil ideolog konservatif, telah memulai wacana penyerangan Amerika atas Irak sejak 1996. lima tahun sebelum serangan 11 September dan empat tahun sebelum Presiden Bush memegang pemerintahan”.[16]

Tahun 1998 Netanyahu dan Perle berseama jarigan agen Israel yang berpengaruh di AS yaitu JINSA merayu presiden (Clinton) untuk melancarkan perang kepada Irak dengan tuduhan kepemilikan senjata pemusnah massal. Pada Desember 1998 Presiden Clinton mengumumkan sernagan AS ke Irak yang dberi nama “Operation Desert Fox” (Operasi Rubah Gurun). Namun serangan yang berlangsung selama 70 hari itu gagal menumbangkan Saddam Hussein, dan perseoalan itu tetap seperti “api dalam sekam” hingga tiga tahun kemudian sampai adanya peristiwa 11 September 2001.[17]

Setelah peristiwa serangan atas New York dan Washington pada 11 September, jaringan lobi Israel kembali menyuarakan perang kepada Presiden Bush. Mereka menekan presiden Bush untuk maju perang menghabisi Irak dengan alasan keterlibatan Irak membantu al-Qaedah dalam serangan 1 September 2001, kepemilikan senjata-senjata pemusnah massal dan menumbangkan pemerintahan diktator. Pemerintahan Ariel Sharon menyatakan bahwa serangan 11 September dilakukan atas perintah dari Saddam Hussein, dan menuntut tindakan pembalasan terhadap Irak. Dengan adanya peristiwa ini,  kemudian Presiden Bush mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengirim Tim Inspeksi UNMOVIC ke Irak.

Dengan adanya serangan AS ke Irak, serta mencari dukungan masyarakat Indonesia, Duta Besar Irak untuk Indonesia menyatakan: “Penyebab AS dan sekutunya bersikukuh menyerang Irak tidak terlepas dari peranan zionis Israel yang ingin menciptakan negara Israel Raya yang wilayahnya mencakup seluruh Jazirah Arab. Rencana zionis Israel itu sudah dirancan sejak jauh-jauh hari dari atau sebelum George W. Bush menjabat sebagai Presiden. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka AS dan sekutunya melakukan tuduhan Irak menyimpan senjata pemusnah massal. Tetapi setelah terbukti bahwa senjata pemusnah massal tidak pernah ditemukan di Irak, maka tuduhan AS pun beralih, yakni dengan mewujudkan demokrasi dengan mencongkel Saddam Hussein dari bangku kepresidenan.

D. Akhir dari Perang AS-Irak tahun 2003 beserta dampaknya

Hancurnya pemerintahan Saddam Hussein memberi kesempatan Israel untuk memegang kekuasaan tunggal di kawasan Timur Tengah. Israel dengan gencar mendesak Washington agar menyerang Irak dan menjatuhkan pemerintahan Saddam Hussein, karena rezim tersebut sangat membahayakan posisi Israel. Ambisi Israel untuk menancapkan pengaruhnya secara utuh di kawasan Timur Tengah memang terhalang oleh Irak. Hal itu dikarenakan pemerintahan Saddam Hussein memiliki kekuatan militer yang sangat mengancam Israel, antara lain rudal al-Samoudi, rudal scud dan jumlah pasukan Saddam Hussein yang berjumlah ratusan ribu.

Sejak munculnya gagasan “Jewish National Home” (Rumah Nasional Yahudi) para Kongres Zionis di Bassel, Swiss, tahun 1898 ditetapkan negara bangsa Israel itu kelak berdiri di atas tanah Palestina. Batas-batas rumah nasional yang disebut “Israel Raya” itu adalah di sebelah barat sungai Nil (Mesir), di sebelah timur sungai Eufrat (Irak). Wilayahnya mencakup kawasan antara dua sungai besar tersebut, termasuk Madinah al-Munawarrah yang dikabarkan sebagai tempat pemukiman Yahudi Bani Wuraidhah dan Bani Nadlir tempo dulu. Untuk mewujudkan cita-cita “Israel Raya”, Israel harus menghancurkan Irak karena bagi Israel, Irak merupakan ancaman karena selain Irak menentang keras eksistensi negara Israel, pemerintahan Saddam Hussein selalu menggalang dukungan dari negara-negara Timur Tengah untuk melawan Israel.[18]

Negara Israel berdiri pada 14 Mei 1948 dengan menyingkirkan bangsa Arab Palestina. Negara Israel sudah terwujud tetapi kaum zionis belum puas, sebab batas-batas yang merupakan historical right (hak sejarah) versi mereka belum terwujud. Sungai Nil masih dikuasai Mesir dan Sungai Eufrat masih berada di teritorial Irak. Bangsa Israel beranggapan bahwa mereka memiliki Ardul Mauhud atau tanah yang dijanjikan Tuhan, dalam kitab sucinya, antara Sungai Nil dan Eufrat. Tanah ini juga disebut bumi terbuka “Ardlul Miftuhah” atau Bumi Daud, bumi bekas kekuasaan zaman Nabi Daud dan Sulaiman. Anggapan dan kepercayaan bangsa Israel ini menjadi pijakan untuk mendirikan Israel Raya.

Dalam  mendukung  rencana  Israel  menguasai  Timur-Tengah, kelompok lobi Israel di AS mendorong pemerintah AS untuk berperang tidak hanya kepada Irak, tetapi Israel juga berencana agar AS berperang dengan Saudi Arabia, Syria, Mesir dan Iran. Sejak berdirinya, Israel telah bercita-cita untuk menata Timur Tengah sesuai dengan kepentingan strategisnya, dan menjadikannya mudah diatur sehingga tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel. Untuk mendukung cita-cita ini, Israel meminta bantuan negara AS untuk memerangi negara-negara yang menentangnya.

Sebuah laporan  berjudul  “A  Strategi  for  Israel  in  the  Nineteen Eighties” (Strategi  Isrel  di Tahun 1980-an), oleh majalah berbahasa Ibrani terbitan Departemen Informasi negara Israel, yang bernama Kivunim, berisi rencana menjadikan seluruh kawasan Timur Tengah sebagai wilayah pemukiman Israel dan rencana untuk membagi Irak. Rencana untuk membagi Irak yaitu: “Irak, negeri kaya minyak yang mengalami perpecahan dalam negri, dijamin bakal menjadi sasaran Israel. Mengakhiri riwayat Irak jauh lebih penting bagi kita daripada Syria. Sekali lagi, Irak pada intinya tidaklah berbeda dengan para tetangganya, meskipun sebagian besar penduduknya adalah penganut Syi’ah dan sebagian kecil Sunni yang menguasai pemerintahan. Enam puluh lima persen penduduknya tidak mempunyai andil dalam politik di negara dimana sekelompok elite berjumlah 20 persen memegang kekuasaan. Selain itu terdapat minoritas Kurdi berjumlah besar di wilayah utara, dan jika bukan karena kekuatan rezim yang memerintah, angkatan besenjatanya, dan pemasukannya dari minyak, masa depan Irak akan takkan berbeda dengan nasib Libanon di masa lalu. Dalam kasus Irak, pembagiannya menjadi sejumlah provinsi berdasarkan garis suku atau agama sebagaimana yang terjadi pada Syria di masa kekhalifahan Utsmaniyah adalah sesuatu yang mungkin. Jadi, tiga (atau lebih) negara kecil akan terbentuk di tiga kota utama; Basrah, Baghdad, dan Mosul; dan wilayah kaum Syiah di selatan akan terpisah dari wilayah kaum Sunni di Irak tengah dan suku Kurdi di Utara.”

Serangan AS ke Irak pada tahun 2003 menimbulkan dampak yang cukup besar, diantaranya:

1. Adanya perubahan sosial pada masyarakat Irak pasca Invasi AS.

Perubahan sosial yang muncul sebagai dampak dari Invasi Amerika pada masyarakat Irak salah satunya adalah adanya kekhawatiran meletusnya perang saudara diantara penduduk Irak sendiri, khususnya antara pendukung setia Saddam dan kelompok yang kontra terhadapnya. Seperti diketahui bahwa masyarakat Irak terbagi ke dalam dua bagian besar kelompok dilihat dari sikap mereka terhadap Saddam Husein, kelompok utama dari para pendukung atau pengikut partai Baath, sebuah partai terbesar sebagai wadah politik Saddam semasa pemerintahannya, dan kelompok kedua kontra yang umumnya dari orang-orang yang bermazhab Syi’ah di Irak, karena Saddam dinilai diktator dan bertindak sewenang-wenang terhadap para pengikut Syiah di negerinya.

Kelompok yang kontra terhadap Saddam sebetulnya bukan datang dari para pengikut Syiah saja, akan tetapi juga dari para penduduk Kurdi, karena memang dari segi pemerataan pembangunan di Kurdi sangat tidak seimbang dengan pembangunan di wilayah-wilayah lain yang ada di Irak. Hal itu tampak jelas dari keterlibatan langsung para pejuang Kurdi dalam membela Amerika untuk menggulingkan Saddam Husein, karena adanya harapan dari para pejuang Kurdi untuk menduduki tahta pemerintahan Irak pasca jatuhnya Saddam Husein.

Seperti diketahui bahwa di Irak, mayoritas penduduknya adalah Muslim dan 60% bermazhab Syiah, sedangkan 40% lainnya terbagi ke dalam kelompok Muslim yang bermazhab Sunni dan pengikut agama-agama lain. Perlakuan Saddam Husein terhadap kelompok Syiah tidak semanis perlakuannya terhadap kelompok Muslim Sunni. Para pengikut Syiah selalu mendapatkan perlakuan yang buruk dari Saddam Husein, terbukti pada masa pemerintahannya banyak dari para kalangan ulama Syiah yang dengan terang-terangan dibunuh atau disingkirkan dari Irak. Di antara ulama yang dibunuh oleh Saddam adalah Ayatullah Murtadha Muthahhari dan Ayatullah Baqir Shadr, sebagai ulama besar Syiah yang menjadi panutan para pengikut Syiah. Hal ini jelas menjadikan satu trauma tersendiri bagi para pengikut Syiah terhadap Saddam sehingga mereka mengambil jalur menentang terhadapnya.

Sedangkan di antara orang-orang yang pro terhadap Saddam, umumnya berasal dari para pengikut Sunni, terutama di daerah Tikrit, sebagai basis dan tempat lahir Saddam Husein.hampir mayoritas penduduk Tikrit yang mayoritas penduduknya bermazhab Sunni adalah pembela dan pendukung Saddam.

Latar belakang permusuhan antara kelompok pro dan kontra terhadap Saddam di atas lebih memanas setelah runtuhnya rezim Saddam dari tampuk kekuasaan di Irak. Kedua fenomena di atas jelas akan menimbulkan konflik internal di antara masyarakat Irak. Pertama, yaitu perang saudara atau perseteruan antara kelompok Sunni dan Syiah, sudah terbukti dari kasus terbunuhnya pemimpin spiritual Kaum Syiah Irak, yaitu Abdul Majid al-Khui (putera bungsu Ayatullah al-Khui sebagai tokoh paling penting di mata para pengikut Syiah Irak). Dan hal ini akan terus berlanjut sampai ada kebijakan politik dan sosial yang akan meredam permusuhan mereka, yang datangnya dari pihak pemerintahan yang menjadi alat untuk mendamaikan kedua kelompok yang bermusuhan tersebut.

Aktivitas keterlibatan para pejuang Kurdi dalam Invasi Amerika menambah   kekisruhan   serta   akan  menimbulkan  satu  peta  politik  yang  akan tampak di Irak, persaingan dan perseteruan antara pejuang Kurdi yang mengincar kursi pemerintahan Irak akan bentrok dengan sendirinya dengan para pengikut Syiah yang juga merasa berhak menduduki kursi pemerintahan karena sebagai kaum mayoritas di Irak.

Setelah pemerintahan Saddam jatuh tidak tampak lagi bekas-bekas kejayaan Bani Abbasiyah di negeri itu. Segalanya tampak suram. Letupan suara senjata dan puing-puing bangunan di sepanjang kota telah merubahnya menjadi negeri seribu satu bom. Semakin hari semakin kompleks persoalan dalam negeri Irak. Berbagai permasalahan melanda bangsa. Kontak senjata antara serdadu AS dengan warga Irak sering terjadi. Perseteruan antara kubu Sunni-Syi’ah yang membuahkan beribu korban dari kedua belah pihak menambah semarak gaung permusuhan. Bau bom dan mesiu menjadi aroma dan parfum kehidupan disana. Para penduduk Irak kini lebih mementingkan membeli senjata dibanding membeli bahan makanan. Seorang pensiunan perwira Irak, Mohammed Jasim El-Azraki menyatakan bahwa membeli senjata saat ini adalah kebutuhan prioritas rakyat Irak. Dalam suasana kacau ini setiap orang perlu menjaga diri karena tidak ada yang tahu siapa kawan siapa lawan.

Pada 1 Mei 2005 di Talafar, kota dekat perbatasan Syi’ah, seorang pelaku pemboman menabrakkan mobilnya ke sebuah kemah yang dipenuhi pelayat, dalam acara pemakaman seorang pemimpin Kurdi. Sekitar 30 orang tewas dan 50 lainnya luka-luka. Tiga hari kemudian, aksi yang sama menyerang sejumlah orang Kurdi yang sedang antre di luar kantor Partai Demokratik Kurdistan (PDK), di Irbil, Irak Utara. Sekitar 60 orang juga terbunuh di luar sebuah klinik di kota Hilla.[19]

Ketegangan hubungan antara kaum Kurdi dan Sunni memang sudah terjadi, khususnya di kawasan utara kota minyak, Kirkuk. Kurdi mengklaim Kirkuk sebagai miliknya. Tetapi hal tersebut ditentang Arab Sunni yang ditempatkan di kawasan itu dalam jumlah besar oleh pemerintah Partai Baath di bawah pimpinan Presiden Saddam Hussein. Berbagai serangan dan kekerasan mutakhir diperkirakan semakin mempertajam ketegangan antara kedua komunitas itu. Hal yang mungkin akan semakin mendorong kaum Kurdi menuntut kemerdekaan dan membentuk negara Kurdistan.[20]

Kemungkinan akan terjadinya bentrokan antara pasukan arab Sunni dan suku Kurdi dapat saja terjadi. Hal ini mengingat bahwa suku Kurdi merasa telah terzalimi di bawah pemerintahan arab Sunni yang dipimpin Saddam. Suku Kurdi juga berambisi menguasai tambang minyak Kirkuk. Penguasaan tambang minyak tersebut adalah cara efektif untuk menguasai dan mengolah minyak Irak dan meningkatkan income keuangan. Persoalan Kirkuk ini pun semakin mencuat setelah pemilu Desember 2005 kemarin. Ribuan rakyat Kurdi menduduki kota minyak tersebut. Pada umumnya mereka dibiayai oleh dua partai besar Kurdi; Partai Demokratik Kurdistan (PDK) dan Uni Patriotik Kurdistan (UPK).

Munculnya pemerintahan baru yang didominasi Syi’ah pimpinan Perdana Menteri Ibrahim Al Jaafari kembali membuka luka-luka sektarian di Irak. Ketegangan Sunni-Syi’ah semakin mengemuka. Sejak Al Jaafari mengumumkan susunan kabinetnya, kekerasan meningkat. Suara jeritan dan erangan yang bersatu dengan suara senapan semakin merobek hati. Mantan perdana menteri Irak, Iyad Allawi, kepada BBC, akhir bulan lalu mengatakan bahwa antara 50 sampai 60 orang terbunuh tiap harinya di Irak, dan ini menandai negara itu sedang berada dalam ‘perang saudara’.

Bahwa pihak-pihak asing menjadi aktor di balik pertumpahan darah sektarian ini adalah fakta yang tidak terbantahkan. Peledakan mesjid milik Syi`ah di Samarra misalnya, kepentingan asing diduga kuat berada di balik layar. Deretan provokasi itu hingga saat ini kelihatannya sukses menabuh genderang perang saudara di lembah Mesopotamia itu.

Dari segi pergeseran nilai dan peradaban pada negeri Irak, jelas akan mengalami perubahan yang signifikan dikarenakan akan ada pemerintahan baru yang akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru untuk pembangunan kembali negeri Irak pasca invasi. Peradaban Irak di masa depan akan lebih terbuka dan demokratis dibanding pada saat masa Saddam Husein yang selalu lebih mengutamakan perang sebagai alat menegakkan kehormatan bangsa. Irak memerlukan sosok yang dapat menaikkan derajat bangsa Irak di mata internasional, bukan sebagai pelopor dalam bidang perang dan senjata nuklir, tetapi pelopor dari kemajuan peradaban dunia, seperti pendidikan, teknologi, seni, dan pemikiran.

2. Adanya perubahan sistem ekonomi masyarakat Irak pasca Invasi AS.

Untuk kondisi ekonomi Irak pasca Invasi Amerika, umumnya para peneliti lebih menyoroti tentang masalah minyak. Irak terkenal dengan banyak ladang minyak yang terkandung di negerinya, sehingga Irak merupakan negara yang menduduki posisi kedua produsen minyak setelah Arab Saudi. Masalah minyak inilah yang menjadi fokus dari perhatian dunia terhadap Irak, tak terkecuali Amerika dan Israel yang berkeinginan untuk menguasai ladang-ladang minyak Irak. Lebih dari itu, soal minyak ini menjadi ulasan penting di balik invasi AS ke Irak. Hingga akhir Maret 2003, tercatat cadangan minyak di Irak mencapai 112,6 miliar barel atau merupakan cadangan terbesar kedua di dunia, setelah Arab saudi yang di atas 200 miliar barel. Rata-rata produksi minyak Irak yang terkait dengan program minyak untuk pangan sebesar 2,5 juta bph.

Minyak menjadi pendapatan utama pemerintahan Irak, yakni sekitar 95%, lainnya dari perdagangan umum dan wisata. Setiap tahunnya Irak memperoleh pendapatan sekitar 22 miliar dolar AS dari minyak. Minyak itu kebanyakan diekspor ke Amerika.[21] Dari penjelasan mengenai peta ekonomi Irak di atas, dapat dikatakan bahwa sentral ekonomi utama Irak adalah minyak. Hal ini di masa depan akan menjadi satu sejarah tersendiri bagi Irak, yaitu akan adanya pemusatan konsentrasi pengiriman minyak secara besar-besaran setiap tahunnya ke AS, karena diduga oleh sebagian besar para pakar ekonomi bahwa tujuan utama invasi AS ke Irak dibalik pelucutan senjata kimia Irak adalah juga untuk menambah cadangan minyak di negerinya yang setiap tahunnya harus import dari luar negeri Amerika. Hal ini jelas akan menimbulkan satu tingkat kesenjangan ekonomi bagi Amerika, dikarenakan minyak adalah kebutuhan utama bagi setiap negeri. Oleh karena itu, AS pasca invasi, akan mengandalkan cadangan minyak negerinya dari Irak.

AS sebagai satu-satunya negara superpower baik dalam bidang militer maupun ekonomi, kini telah menunjukkan kekuatannya di mata internasional. Dalam bidang militer, kekuatan AS nyaris tak tertandingi setelah bubarnya Uni Sovyet, sehingga AS dapat merajalela menciptakan aksi militer/peperangan di kawasan mana saja di dunia tanpa ada yang mampu menghalangi. Terlebih di kawasan yang mengandung sumber daya alam yang sangat dibutuhkan AS. Amerika tidak segan-segan melakukan agresi seperti yang dilakukan terhadap Irak.

Pepatah mengatakan tak ada gading yang tak retak. Meskipun AS sangat kuat dalam bidang militer dan ekonomi negeri yang mata uangnya mendominasi transaksi perdagangan, investasi, dan cadangan devisa setiap negara itu juga mempunyai kelemahan yang sangat sulit untuk dibantah atau disembunyikan. Kelemahan yang membayangi kedigdayaan militer dan ekonomi AS saat ini adalah di bidang energi, khususnya minyak bumi. AS bisa saja jadi superpower dengan penguasaan teknologi ditunjang dengan kualitas sumber daya manusia prima dan wilayah daratan yang sangat luas. Namun, negeri ini tidak bisa menghindar dari kenyataan bahwa minyak yang ada di perut buminya sangat tidak sebanding dengan kebutuhan dalam negeri.[22]

AS membutuhkan minyak yang terus meningkat seiring dengan kegiatan ekonominya. AS berbeda dengan negara konsumen minyak lain karena konsumsi minyak melebihi seperempat dari total konsumsi dunia. Sedangkan menurut para ahli geologi, minyak yang ada di perut bumi AS relatif tidak memadai dibanding kebutuhan yang seharusnya. Dengan tingkat produksi saat ini sekitar delapan juta barel per hari (jbh) atau sekitar tiga miliar barel per tahun, cadangan yang ada di perut bumi AS ini akan kering sekitar 10 tahun lagi. Statistik menunjukkan AS mengonsumsi sekitar 20 jbh atau 26% dari total konsumsi minyak dunia sebesar 78 jbh. Dengan demikian, tingkat kebergantungan pada minyak impor akan meningkat dari 52% pada 2001 menjadi 66% pada 2020.

Dalam kondisi ekonomi makro Irak, diduga akan terjadi pergeseran penguasaan minyak di Irak. Hal itu tentu terdapat sejarah yang melatarbelakanginya. Mula-mula, pada September 1960 Irak, Saudi, Iran, Kuwait, dan Venezuela memelopori berdirinya OPEC di Baghdad. Kelahiran OPEC ini dipicu ulah perusahaan minyak AS (Exxon) yang menurunkan harga minyak. Harga yang selama 60 tahun sudah sangat rendah itu diturunkan 7% pada Juni 1960 sehingga sangat mengecawakan negara penghasil minyak.

Harga minyak sekitar US$2/barel sudah berlalu. Dipicu perang Arab-Israel, OPEC menaikkan harga posted minyak Timur-Tengah dari US$2/barel menjadi US$12/barel, kemudian Revolusi Iran mendorong mendorong OPEC menaikkan harga ke US$35/barel. Tidak ayal, dengan posisi OPEC yang demikian kuat mempengaruhi perekonomian dan gaya hidup masyarakat AS. OPEC menjadi sangat dibenci oleh AS. Bahkan, Parlemen Federal dan terakhir pada 2000 Parlemen Negara Bagian Alabama telah mengeluarkan UU Anti-OPEC.

Perlu diketahui, kalau OPEC sudah lemah dan mungkin akan bubar maka tidak otomatis pasar dan industri minyak dunia akan menuju pola persaingan pasar bebas seperti diembuskan neoliberalis. Pasalnya, peran OPEC sebagai ‘pendistorsi’ dan penentu suplai dan pasar minyak dunia akan diambil The Five Sisters (ExxonMobil, BPAmocoArco, ShellPennzoil, TotalFinaElf, dan ChevronTexaco) yang jauh lebih besar daripada the Seven Sisters dahulu. Di samping itu, negara industri maju nyaris mustahil untuk bersedia menghilangkan pajak bensin/minyak yang sangat tinggi. Kalau itu terjadi maka dampak jangka panjang dari invasi Amerika adalah berubahnya struktur industri minyak dunia. Peran OPEC dan BUMN minyaknya akan lenyap secara bertahap dan akan digantikan perusahaan minyak raksasa yang sebagian besar adalah perusahaan minyak AS.

Selain Amerika, seperti dikutip oleh BBC London, diam-diam Israel pun akan mencuri keuntungan dari tumbangnya Saddam Husein. Menteri Infrastruktur Israel, Joseph Paritzky menyatakan ingin membuka kembali pipa saluran minyak Irak-Yordania-Israel yang telah ditutup selama 55 tahun lalu, aksi itu akan memotong biaya bahan bakar di Israel dan membantu regenerasi kota pelabuhan Haifa.

Belum ada komentar resmi dari pemerintah Yordania. Namun, kabar bahwa Israel hendak mengambil keuntungan dari tumbangnya Saddam Hussein nampaknya menimbulkan kegusaran banyak orang di negara-negara Arab. Pipa minyak tersebut dibangun usai Perang Dunia I setelah Inggris mengambil alih kekuasaan Irak, Yordania, dan Palestina.  Saluran pipa dari Irak ke Yordania masih berfungsi, namun, rute pipa dari Yordania ke pelabuhan Haifa, yang kini berada di Israel, dipotong tahun 1948 saat pendudukan Inggris berakhir, disusul Perang Kemerdekaan dan pendirian Israel.

Keminfra Israel menyatakan, pembukaan kembali pipa tersebut memudahkan mengakses minyak Irak dan menekan biaya bahan bakar di Israel. Juga, membantu regenerasi Haifa yang mengalami pukulan hebat saat resesi ekonomi Israel menghantam. Untuk saat ini, nampaknya ini hanya merupakan inisiatif personal dari Paritzky yang berasal dari Partai Shinui yang sekuler, daripada sebuah kebijakan resmi dari pemerintahan koalisi Perdana Menteri (PM) Ariel Sharon.

Israel dan Yordania dikabarkan akan mengadakan pertemuan untuk membicarakan kemungkinan pembukaan pipa saluran minyak yang membentang dari Mosul, Irak, hingga pelabuhan Haifa, Israel utara. Seorang sumber menyatakan, Paritzky akan menemui pejabat pemerintah Yordania untuk membahas masalah ini, didasarkan adanya asumsi pemerintahan pro-Barat yang akan berkuasa di Irak pasca-invasi.”Yordania telah mengontak kantor PM yang kemudian meminta Paritzky untuk mengadakan pertemuan dengan para pejabat Yordania, kami tahu, bagian pipa di sini (Israel) dalam kondisi prima. Namun, kami ingin mengetahui kondisi bagian pipa di Yordania sehingga ini bisa dimulai dengan mudah.”

Pada tanggal 31 Maret lalu, Haaretz melaporkan, Partizky telah meminta peninjauan kondisi pipa tua dari Mosul-Haifa untuk memperbarui aliran minyak saat rezim Irak pasca-invasi berkuasa. Paritzky menjelaskan, menghidupkan kembali pipa tersebut ke Haifa dapat menyelamatkan Israel dari biaya pengapalan minyak dari Rusia yang tinggi.

Keminfra Israel mengatakan, Paritzky yakin, menyalurkan minyak melalui pipa tersebut dapat menekan biaya bahan bakar Israel sebanyak 25 persen dan menjadikan Haifa sebagai ‘Rotterdam Timur Tengah’. Hal itu tentu saja mengandung banyak resiko, yaitu akan tersisihkannya perekonomian negeri Irak, karena penghasilan utama mereka akan menyusut drastis karena ada monopoli minyak oleh pihak Amerika dan Israel. Namun, di sisi lain, harapan untuk meningkatnya sektor ekonomi Irak masih ada, yaitu diprediksikan akan majunya penduduk Irak di bidang penguasaan IPTEK karena adanya turun tangan langsung Amerika ke Irak sehingga akan terjadi satu proses belajar dari penduduk Irak terhadap teknologi-teknologi baru yang akan didatangkan dari Amerika.

3. Adanya perubahan politik di Irak pasca Invasi AS.

Serangan yang dilakukan Amerika kepada Irak membawa banyak kehancuran di Irak. Serangan yang terjadi tanggal 20 Maret 2003 tersebut merupakan tindakan Amerika Serikat yang ditujukan untuk memecahkan tiga masalah besar yang terdapat di Irak. Pertama, Irak dipimpin oleh seorang diktator yang represif serta otoriter yaitu Saddam Husein. Kedua, Irak merupakan negara yang agresif dan selalu membahayakan rakyatnya sendiri. Ketiga adalah Irak dianggap sebagai negara yang memiliki senjata pemusnah massal. Amerika mengatakan bahwa serangannya ke Irak ini adalah untuk menegakkan demokrasi di Irak.

Secara umum, serangan AS yang bertujuan untuk menegakkan demokrasi di Irak telah berhasil menggulingkan rezim Saddam Hussein. Dari perspektif AS, hal ini sudah merupakan titik tolak bagi proses demokratisasi di Irak. Disamping itu, komunitas Syiah dan Kurdi di Irak cenderung menyambut baik keberhasilan AS menjatuhkan rezim Saddam Hussein. Karena selama dipimpin oleh Sadam, masyarakat Syiah dan Kurdi mengalami berbagai tindakan yang sangat diskriminatif seperti pembatasan dalam kegiatan politik, dan juga ketidakadilan di berbegai aspek kehidupan terutama ekonomi. Sehingga ketika rezim saddam Hussein digulingkan, kaum Syiah dan Kurdi di Irak menyambutnya dengan sukacita. Hal ini terlihat dari reaksi masyarakat Irak ketika Saddam tertangkap tertangkap di Tikrit pada tanggal 13 Desember 2003. Di sini terlihat bahwa masyarakat Irak menganggap keberhasilan ini sebagai salah satu awal dari demokratisasi di Irak.

Meskipun sebenarnya banyak kalangan yang cenderung skeptis dalam melihat  peristiwa ini karena cara-cara yang digunakan oleh AS itu sendiri sangat tidak demokratis, mereka berpendapat bahwa serangan itu sudah melanggar tatanan-tatanan politik modern, seperti piagam PBB, kedaulatan, otoritas, legitimasi politik, dan prinsip-prinsip demokrasi yang merupakan prasyarat terwujudnya stabilitas politik. Namun kita tidak bisa memungkiri bahwa ketika rezim Saddam terguling, setidaknya Irak sudah terbebas dari tirani yang menyengsarakan sebagian besar rakyat Irak. Pada tanggal 15 Desember 2005, Pemilu demokratis diadakan di Irak di mana Kelompok Sunni yang diwakili oleh United Iraqi Alliance  memperolah kursi terbanyak di Parlemen Irak yaitu sebanyak 128 dari total 275 kursi yang ada. Terlihat bahwa dengan adanya Pemilu legislatif di Irak, seluruh masyarakat Irak bisa menyuarakan aspirasinya secara bebas dan tanpa tekanan seperti pada masa rezim Saddam Hussein dulu. Kaum Syiah, Sunni, dan juga Kurdi memiliki representasi yang hampir sesuai dengan populasi mereka di Irak, dan ini sudah menggambarkan demokratisasi sudah berjalan di Irak dan memberikan dampak posistif bagi kehidupan politik rakyat Irak. Selain itu Setelah Saddam terguling,  ada usaha untuk menyatukan negeri itu yakni dengan membentuk Dewan Pemerintah yang beranggotakan para wakil dari seluruh komponen yang ada di Irak. Dewan Pemerintah yang dipilih oleh pasukan penjajah pimpinan AS itu beranggotakan 25 orang. Dan jumlah anggota masing-masing komponen pun disesuaikan dengan jumlah mereka secara keseluruhan. Musim Syiah memiliki 13 wakil, Muslim Sunni lima wakil, Kurdi lima wakil, Kristen satu wakil, dan Turki satu wakil.[23]

Meskipun pemilu berhasil dilaksanakan, namun legitimasi pemerintah hasil pemilu sangat rendah karena rakyat Irak menganggap pemerintahan hasil pemilu adalah pemerintahan boneka Amerika dan rakyat juga ragu terhadap kapabilitasnya. Legitimasi politik yang rendah tersebut dapat menyebabkan ketidakstabilan politik yang ditandai dengan tingginya intensitas kekerasan dan konflik yang terus terjadi karena penguasa gagal untuk menjalankan kekuasaan yang disebabkan oleh rakyat yang tidak mau menaati peraturan-peraturan yang ditetapkan penguasa. Oleh karena rakyat tidak taat, maka penguasa juga akan gagal mengendalikan konflik. Karena upaya membangun demokrasi yang dilakukan Amerikia tidak otoritatif, tidak melalui persetujuan PBB, akibatnya penguasaan Amerika dan kemudian pemerintahan hasil bentukannya menjadi tidak memiliki legitimasi yang ditandai kekerasan terus-menerus. Invasi Amerika Serikat ke Irak bukannya membawa perdamaian dan kesejahteraan di Irak khususnya dan Timur Tengah pada umumnya, namun semakin meningkatkan terorisme dan radikalisme. Membuat stabilitas politik semakin terganggu, kekerasan semakin meningkat, dan yang jelas harapan akan terwujudnya negara yang demokratis akan semakin jauh dari kenyataan.

Dalam menghadapi isu Irak, kalangan Muslim, baik Sunni maupun Syiah, mempunyai sikap sama yaitu menolak invasi militer AS. Namun, respon kalangan Islam radikal lebih mengkhawatirkan. Mereka akan menggunakan sentimen agama dalam melakukan reaksi, sehingga menganggap krisis Irak sebagai perang agama. Selain itu, kebencian kepada Presiden Bush membuat mereka akan menemukan sosok “pahlawan Islam” pada diri Saddam Hussein. Saddam akan dijadikan simbol perlawanan atas hegemoni Barat dan dianggap mewakili kepentingan seluruh Muslim di dunia. Kalangan Islam radikal ini sering tidak segan-segan menggunakan cara-cara kekerasan untuk melakukan tindakan balasan atas AS. Meski Saddam dapat dijatuhkan, namun semangat “jihad” akan terus menyebar dan terus menjadi ancaman bagi kepentingan ekonomi-politik AS dan negara-negara Barat lain. Pengiriman sukarelawan jihad dari berbagai negara Islam akan terus mengalir. Belum lagi aksi-aksi sweeping dan razia atas orang-orang Barat yang telah diserukan beberapa kelompok Islam radikal. Akibatnya, alih-alih dapat memberi inspirasi reformasi di dunia Islam, invasi AS ke Irak malah kian menyuburkan terorisme dan radikalisme. Seperti kita semua ketahui, pasca serangan Amerika Serikat ke Irak, terjadi banyak serangan bom bunuh diri di Irak.

Demikianlah penjabaran mengenai dampak positif maupun negatif yang diterima Irak sebagai akibat dari invasi Amerika ke Irak. Demokratisasi di suatu negara tidak dapat dipaksakan, terlebih justru dibangun berdasarkan cara-cara yang tidak demokratis. Yang terjadi kemudian adalah membuat pemeriintahan yang baru menjadi tidak  legitimate, selain itu keterpurukan ekonomi yang terjadi akibat dampak perang menjadikan proses demokratisasi di Irak terhambat.

Merujuk pada tujuan dasar dari demokrasi dalam mewujudkan keamanan manusia, hingga saat ini demokratisasi AS di Irak tidak menampakkan adanya hasil yang signifikan mengenai hal tersebut. Irak justru cenderung semakin kacau pasca invasi yang dilakukan oleh AS. Melihat betapa besarnya kepentingan AS di kawasan Timur Tengah, maka penulis menduga bahwa demokratisasi AS terhadap Irak hanyalah merupakan alat bagi AS untuk mendapatkan legitimasi dari masyarakat internasional guna mencapai kepentingan nasionalnya di kawasan Timur Tengah. AS memanfaatkan Irak sebagai pintu masuk untuk mendapatkan akses yang lebih besar dalam mengendalikan negara-negara Timur Tengah lainnya yang dianggap dapat mengancam kepentingannya, terutama Iran dan Syiriah.

Selain menimbulkan dampak yang cukup besar bagi Irak sendiri, ternyata Invasi AS ke Irak pada tahun 2003 juga menimbulkan dampak bagi konflik antara Israel dengan Palestina. Invasi AS ke Irak mengakibatkan Israel semakin berani menekan pihak Palestina, sehingga proses perdamaian Arab-Israel yang telah dirintis sejak perundingan Oslo tahun 1993 menjadi tidak berarti. AS yang selalu menjadi pendukung eksistensi negara Israel semakin memberi peluang kepada negara itu untuk mempertahankan eksistensinya, karena Irak yang selama ini menentang Israel telah dihancurkan oleh AS. Untuk menghindari kesan terlalu membela Israel, AS bersama Uni Eropa, Rusia dan PBB segera merancang Road Map Peace (Peta Jalan Damai) yang berisi tentang perdamaian antara Israel dan Palestina.

Dalam perkembangannya, pelaksanaan “Peta Jalan Damai” dapat dikatakan sukar untuk terwujud karena di kalangan militer Israel sendiri juga terus berkembang anggapan bahwa rakyat Palestina adalah pihak yang kalah dalam pertarungan meraih “hak” atas bumi Palestina, terutama daerah-daerah yang diduduki Israel. Hal inilah yang menjadikan seolah-olah Palestina tidak memiliki arti apa-apa di mata Israel, khususnya di kalangan militernya. Pernyataan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel, Letjend. Mosche Ya;alon, “Rakyat Palestina harus disadarkan sesadar-sadarnya bahwa mereka adalah orang-orang yang kalah.” Ucapan Mosche ini jelas menunjukkan betapa petinggi militer Israel terkesan sangat meremehkan rakyat Palestina.

Setelah Irak yang merupakan pendukung gerakan perlawanan Palestina, dihancurkan oleh AS maka Israel semakin leluasa menyerang Palestina. Israel telah melakukan pengepungan secara menyeluruh terhadap jalur Gaza dan berencana untuk menghancurkan berbagai elemen dan perjuangan rakyat Palestina. Tujuan utama dari pemerintah Israel adalah untuk menguasai Timur Tengah termasuk Palestina untuk mendirikan Israel Raya. Untuk melaksanakan usaha itu, Israel berencana untuk mengusir rakyat Palestina ke negara Arab tetangga, terutama Jordania. Usaha pengusiran rakyat Palestina ini diistilahkan pemerintah Israel dengan “Negara Alternatif Palestina”, karena bagi Israel, hal itu merupakan solusi yang tepat. Sementara pihak Jordania walaupun nampaknya berusaha menyembunyikan rasa takut dan khawatirnya, tetapi tidak bisa menolak semua rencana Israel yang didukung AS, karena AS sudah memberikan peringatan kepada Jordania sebuah ancaman akan menjadikan Jordania sebagai Irak kedua kalau tidak mau membantu kepentingan Israel dan AS.[24]

Setelah Saddam Hussein berhasil diguingkan akan digantikan oleh pemerintah boneka yang loyal AS, tindakan AS ini diarahkan agar Israel dapat dengan mudah mengusir penduduk Palestina ke Irak, karena selama ini ada ratusan ribu pengungsi di selatan Irak, tetapi tetap tidak mau masuk ke Irak. Mengenai Palestina, menjadikan Palestina sebagai agenda Afganistan kedua dengan menghadirkan seorang pemimpin Palestina seperti Hamid Karzai merupakan rencana strategis Israel dan AS. Karena selama ini “Peta Jalan Damai” yang diajarkan AS dengan agendanya menghentikan perlawanan Palestina mendapat perlawanan keras dari pejuang Palestina terutama Hamas.

 BAB III

PENUTUP

 

A. Kesimpulan

Konflik senjata antara AS (Amerika Serikat) dengan Irak pada tahun 2003, ada tiga tujuan yaitu AS ingin menghancurkan senjata pemusnah massal, menyingkirkan ancaman teroris internasional dan membebaskan rakyat Irak dari penindasan rezim Saddam Hussein dengan cara memulihkan demokrasi di Irak.

Invasi AS berlangsung lebih lama dari yang direncanakan oleh AS yang berjanji akan menaklukkan dan menangkap Saddam Husein dalam 5 hari. Lebih dari 20 hari AS mengerahkan tentaranya dengan dibantu oleh tentara Inggris dan Australia membumi hanguskan negeri Irak. Dimulai pada tanggal 19 Maret sampai 15 April 2003 sejarah dunia mencatat berlangsungnya Invasi AS ke Irak yang akhirnya dapat menaklukkan Baghdad dan Tikrit (sebagai kota asal Saddam Husein yang mayoritas penduduknya pro-Saddam) dan membombardir seluruh bunker-bunker yang diduga merupakan kediaman Saddam Husein.

Jatuhnya Saddam Hussein tidak lepas dari intervensi AS yang dilatarbelakangi berbagai misi invasi sebagi berikut :  (1) Mengakhiri rezim Saddam Hussein yang dianggap diktaktor oleh AS; (2) Mengidentifikasi, mengisolasi, dan mengeliminasi senjata pemusnah massal; (3) Mencari, menangkap, dan membawa keluar teroris dari Negara itu; (4) Mengumpulkan data intelijen terkait yang bisa digunakan dalam jaringan pemberantasan terorisme internasional; (5) Mengumpulkan data intelijen yang terkait dengan jaringan global di pasar gelap perdagangan senjata pemusnah massal; (6) Mengakhiri sanksi dan secepat mungkin mengirim bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan rakyat Irak; (7) Mengamankan sumber-sumber ladang minyak yang menjadi milik rakyat Irak; (8) AS akan menjadi penolong rakyat Irak menciptakan masa transisi untuk membangun sebuah pemerintahan yang representatif.

Pasca invasi AS negara Irak mengalami berbagai macam perubahan, baik perubahan sosial, ekonomi, dan politik sebagai akibat dari perang antara AS dengan Irak. Perubahan sosial yang muncul setelah tumbangnya rezim Saddam Hussein adalah terjadinya perubahan sosial yang drastis sehingga memperuncing ke arah perang saudara diantara rakyat Irak itu sendiri; antara para pendukung Saddam dan yang kontra terhadapnya, antara kelompok Sunni dan kelompok Syiah, maupun  suku Kurdi   yang merasa berhak terhadap tampuk pemerintahan Irak. Untuk kondisi ekonomi Irak pasca Invasi Amerika, minyak menjadi masalah utama. Oleh karena itu, Amerika pasca invasi, akan mengandalkan cadangan minyak negerinya dari Irak, dengan cara berusaha memasukkan perusahaan-perusahaan swasta miliknya di Irak dalam program rekonstruksi infrastuktur minyak di Irak. Dan di bidang politik secara umum, serangan AS yang bertujuan untuk menegakkan demokrasi di Irak telah berhasil menggulingkan rezim Saddam Hussein yang dianggap otoriter oleh AS. Namun ketika pemilu berhasil dilaksanakan, legitimasi pemerintah hasil pemilu sangat rendah karena rakyat Irak menganggap pemerintahan hasil pemilu adalah pemerintahan boneka Amerika dan rakyat juga ragu terhadap kapabilitasnya. Legitimasi politik yang rendah tersebut dapat menyebabkan ketidakstabilan politik yang ditandai dengan tingginya intensitas kekerasan dan konflik yang terus terjadi karena penguasa gagal untuk menjalankan kekuasaan yang disebabkan oleh rakyat yang tidak mau menaati peraturan-peraturan yang ditetapkan penguasa. Oleh karena rakyat tidak taat, maka penguasa juga akan gagal mengendalikan konflik.


DAFTAR PUSTAKA

Abdul Halim Mahally. 2003. Membongkar Ambisi Global Amerika Serikat. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Allauddin Al Muddaris. 2004. Huru-hara Irak Isyarat Akhir Zaman. Yogyakarta : Cahaya Hikmah.

Budiarto Shambazy (ed). 2003. Obrak-abrik Irak. Jakarta : Kompas.

Mochammad Shoelhi. 2003. Demi Harga Diri Mereka Melawan Amerika. Jakarta: Pustaka Cidesindo.

Mohammad Safari dan Almuzzamil Yusuf. 2003. Perang Irak-AS Hegemoni Baru AS di Timur Tengah dan Dampak Globalnya. Jakarta : Ceter for Middle East Studies.

Mustofa Abdul Rahman. 2003. Geliat Irak Menuju Era Pasca-Saddam. Jakarta: Kompas Media Nusantara

Siti Mutiah Setiawati, dkk. 2004. Irak Di Bawah Kekuasaan Amerika. Yogyakarta: Pusat Pengkajian Masalah Timur Tengah.

Usep Romli, dkk. 2003. Zionis Israel : Di Balik Invasi AS Ke Irak. Bandung : Mujahid.

Wirawan Sukarwo, Tentara Bayaran AS Di Irak (Jakarta ; Gagas Media,2009), hlm. 191-192).

ZA Maulani. 2002. Mengapa? Barat Memfitnah Islam. Bandung: Daseta.

http://id.wikipedia.org/wiki/Bagdad, diunduh pada tanggal 11 Juni 2011.

http://www.infopalestina.com/analisa/peran, diunduh pada tanggal 11 Juni 2011.

http://www.harunyahya.com/indo/artikel/626.htm, diunduh pada tanggal 11 Juni 2011.

www.aljazeerah.com, diunduh pada tanggal 11 Juni 2011

www.detik.com, diunduh pada tanggal 11 Juni 2011

www.republika.co.id, diunduh pada tanggal 11 Juni 2011

www.forums.apakabar.com, diunduh pada tanggal 11 Juni 2011

www.indonesian.irib.ir, diunduh pada tanggal 11 Juni 2011


[1] Abdul Halim Mahally, 2003:330

[2] Siti Muti’ah Setiawati, 2004:15

[3] Abdul Halim Mahally, 2003:330

[4] Abdul Halim Mahally, 2003:333

[5] Abdul Halim Mahally, 2003:335

[6] Abdul Halim Mahally. 2003:336

[7] Moehammad Shoelhi, 2003:124

[8] Siti Muti’ah Setiawati, 2004:16

[9] Wirawan Sukarwo, 2009 : 191-192

[10] Wirawan Sukarwo, 2009 : 192-193

[11] Abdul Halim Mahally, 2003:344

[12] Muhammad Safari dan Al-Muzzamil Yusuf, 2003:160

[13] Abdul Halim Mahally, 2003:348

[14] Usep Romli, 2003:19

[15] http://id.wikipedia.org//wiki.Baghdad, diunduh pada tanggal 11 Juni 2011

[16] www.harunyahya.com/indo/artikel/626.htm, diunduh pada tanggal 11 Juni 2011

[17] Z.A. Maulani, 2002:13

[18] Usep Romli, 2003:48

[19] www.aljazeraah.com. diunduh pada tanggal 11 Juni 2011

[20] www.detik.com. diunduh pada tanggal 11 Juni 2011

[21] http://www.forums.apakabar.com, diunduh pada tanggal 11 Juni 2011

[22] www.republika.com, diunduh pada tanggal 11 Juni 2011

[23] http://swaramuslim.net/more, diunduh pada tanggal 11 Juni 2011

[24] www.infopalestina.com/analisa/peran., diunduh pada tanggal 11 Juni 2011

”METODE PEMBELAJARAN DAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN COOPETATIVE LEARNING BESERTA APLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH”

Published Desember 21, 2011 by fersyha
  1. A.   PENGERTIAN MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

 

  1. 1.      Pengertian Model Pembelajaran

Model pembelajaran merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru.

Model pembelajaran diartikan sebagai suatu rencana mengajar yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu, dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru dan siswa, sumber belajar yang digunakan di dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang memungkinkan siswa mampu belajar.

Model pembelajaran merupakan kerangka berpikir yang dipakai sebagai panduan untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. (Sri Anita, 2009)

  1. 2.      Pengertian Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan, langkah- langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk penyampaian pelajara. (Sri Anita, 2009)

Metode pembelajaran adalah upaya mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal.

  1. 3.      Perbedaan Metode dan Model Pembelajaran

Banyak yang tidak paham dengan perbedaan anatara strategi, model, pendekatan, metode, dan teknik. Nah berikut ini ulasan singkat tentang perbedaan istilah tersebut. Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikansecara khas oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi,menginsipi rasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan,langkah- langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran. Dapat pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan.

Dari metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung. Teknik adalah cara kongkret yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti- ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran. Bungkus dari penerapan pendekatan, metode, dan teknik pembelajarantersebut dinamakan model pembelajaran.

Sebagai ilustrasi, saat ini banyak remaja putri menggunakan model celana Jablai yangterinspirasi dari lagu dangdut dan film Jablai. Sebagai sebuah model, celana jablai berbeda dengan celana model lain meskipun dibuat berdasarkan pendekatan, metode, dan teknik yang sama. Perbedaan tersebut terletak pada sajian, bentuk, warna, dan disainnya. Kembali ke pembelajaran, guru dapat berkreasi dengan berbagai model pembelajaran yang khas secara menarik, menyenangkan, dan bermanfaat bagi siswa. Model guru tersebut dapat pula berbeda dengan model guru di sekolah lain meskipun dalam persepsi pendekatan dan metode yang sama.

  1. 4.      Aplikasi Metode dan Model Pembelajaran dalam Pembelajaran Sejarah

Contoh Pengaplikasian Metode Pembelajaran dalam Pembelajaran Sejarah SMA.

Mata Pelajaran          : Sejarah

Standar Kompetensi : Memahami Prinsip dasar ilmu sejarah

Kompetensi Dasar     : Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

Alokasi Waktu          : 1×45 menit

Materi Pembelajaran: Sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, seni.

Metode Pembelajaran: Ceramah, diskusi jigsaw

Langkah-Langkah:

  •  Apersepsi guru menanyakan pengalaman pribadi peserta didik yang berkesan. Guru menyebutkan karya-karya Pramoedya Ananta Toer dan menanyakan kepada siswa karya tersebut termasuk sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni.
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran yakni:

ü  Peserta didik mampu mendeskripsikan pengertian sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni.

ü  Peserta didik mampu mendeskripsikan suatu kejadian termasuk ke dalam sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni.

ü  Peserta didik mampu membedaka sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni.

  •    Guru membagi siswa kedalam empat kelompok dan meteri dibagi dalam empat bagian yaitu sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni. Setiap kelompok menganalisa satu sub bab yang berbeda dan mempresentasikannya di depan kelas. Setiap kelompok diberi waktu tujuh menit untuk presentasi dan tanya jawab.
  •    Peserta didik membuat kesimpulan kelompok.
  •    Guru bersama-sama dengan peserta didik melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
  •   Menarik kesimpulan materi.

Contoh Pengaplikasian Model Pembelajaran dalam Pembelajaran Sejarah SMA. Disini penulis mengambil contoh pengaplikasian Model Pembelajaran Kontekstual (CTL).

Mata Pelajaran          : Sejarah

Standar Kompetensi : Memahami Prinsip dasar ilmu sejarah

Kompetensi Dasar     : Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

Alokasi Waktu          : 1×45 menit

Materi Pembelajaran: Pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi.

Tujuan Pembelajaran:

  • Peserta didik mampu menjelaskan pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi.
  • Peserta didik mampu mendeskripsikan suatu kejadian termasuk ke dalam Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
  • Peserta didik mampu memberikan contoh tentang Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.

Langkah-Langkah:

  • Apersepsi guru menayangkan gambar pertumbuhan manusia dari bayi sampai dewasa disertai dengan peristiwa yang dialami manusia tersebut dan menanyakan kepada sisiwa maksud dari gambar tersebut.
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru menjelaskan sedikit mengenai Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
  • Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk mencari pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah dari berbagai sumber secara berkelompok kemudian tiap kelompok mempresentasikan temuannya.
  • Guru memperluhatkan contoh kronologi dari peristiwa-peristiwa bersejarah di Indonesia.
  • Tanya jawab tentang Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
  • Guru melakukan penilaian dengan cara memberi tugas kepada siswa untuk menyusun periodisasi hidup sejak lahir sampai saat ini dalam bentuk garis waktu pada selembar kertas.
  •  Guru bersama-sama dengan peserta didik melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
  •   Menarik kesimpulan materi.
  1. B.   LANGKAH-LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN CTL DAN COOPERTIVE LEARNING

 

  1. PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL)

CTL  (Contextual Teaching and Learning) dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut.

  1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.
  2. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.
  3. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.
  4. Ciptakan masyarakat belajar.
  5. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran.
  6. Lakukan refleksi di akhir pertemuan.
  7. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara.

Contoh Pengaplikasian Model Pembelajaran Kontekstual (CTL) dalam Pembelajaran Sejarah SMA.

Mata Pelajaran          : Sejarah

Standar Kompetensi : Memahami Prinsip dasar ilmu sejarah

Kompetensi Dasar     : Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

Alokasi Waktu          : 1×45 menit

Materi Pembelajaran: Pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi.

Tujuan Pembelajaran:

  • Peserta didik mampu menjelaskan pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi.
  • Peserta didik mampu mendeskripsikan suatu kejadian termasuk ke dalam Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
  • Peserta didik mampu memberikan contoh tentang Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.

Langkah-Langkah:

  • Apersepsi guru menayangkan gambar pertumbuhan manusia dari bayi sampai dewasa disertai dengan peristiwa yang dialami manusia tersebut dan menanyakan kepada sisiwa maksud dari gambar tersebut.
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru menjelaskan sedikit mengenai Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
  • Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk mencari pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah dari berbagai sumber secara berkelompok kemudian tiap kelompok mempresentasikan temuannya.
  • Guru memperluhatkan contoh kronologi dari peristiwa-peristiwa bersejarah di Indonesia.
  • Tanya jawab tentang Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
  • Guru melakukan penilaian dengan cara memberi tugas kepada siswa untuk menyusun periodisasi hidup sejak lahir sampai saat ini dalam bentuk garis waktu pada selembar kertas.
  •  Guru bersama-sama dengan peserta didik melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
  •   Menarik kesimpulan materi.
  1. COOPERATIVE LEARNING

Model pembelajaran Cooperative Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang mendukung pembelajaran kontekstual. Sistem pengajaran Cooperative Learning dapat didefinisikan sebagai sistem kerja/ belajar kelompok yang terstruktur. Cooperative Learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih.

Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivis. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran.

Urutan langkah-langkah perilaku guru menurut model pembelajaran kooperatif:

  1. Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.
  2. Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.
  3. Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
  4. Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.
  5. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
  6. Guru mencari cara-cara untuk menghargai upaya atau hasil belajar individu kelompok.

 

Contoh Pengaplikasian Model Pembelajaran Cooperative Learning dalam Pembelajaran Sejarah SMA. Disini penulis menggunakan contoh Tekhnik jigsaw.

Mata Pelajaran          : Sejarah

Standar Kompetensi : Memahami Prinsip dasar ilmu sejarah

Kompetensi Dasar     : Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

Alokasi Waktu          : 1×45 menit

Materi Pembelajaran: Arti kata sejarah berdasarkan asal usul kata dan pandangan para tokoh.

Tujuan Pembelajaran:

  • Peserta didik mampu menjelaskan pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata.
  • Peserta didik mampu mendeskripsikan sejarah dalam pandangan para tokoh.

Langkah-Langkah:

  • Guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok terdiri dari 4 – 6 siswa dengan kemampuan yang berbeda. Kelompok ini disebut kelompok asal. Jumlah anggota dalam kelompok asal menyesuaikan dengan jumlah bagian materi pelajaran yang akan dipelajari siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Dalam tipe Jigsaw ini, setiap siswa diberi tugas mempelajari salah satu bagian materi pembelajaran tersebut. Semua siswa dengan materi pembelajaran yang sama belajar bersama dalam kelompok yang disebut kelompok ahli (Counterpart Group/CG). Dalam kelompok ahli, siswa mendiskusikan bagian materi pembelajaran yang sama, serta menyusun rencana bagaimana menyampaikan kepada temannya jika kembali ke kelompok asal. Kelompok asal ini oleh Aronson disebut kelompok Jigsaw (gigi gergaji). Misal suatu kelas dengan jumlah 40 siswa dan materi pembelajaran yang akan dicapai sesuai dengan tujuan pembelajarannya terdiri dari 5 bagian materi pembelajaran, maka dari 40 siswa akan terdapat 5 kelompok ahli yang beranggotakan 8 siswa dan 8 kelompok asal yang terdiri dari 5 siswa. Setiap anggota kelompok ahli akan kembali ke kelompok asal memberikan informasi yang telah diperoleh atau dipelajari dalam kelompok ahli. Guru memfasilitasi diskusi kelompok baik yang ada pada kelompok ahli maupun kelompok asal.
  • Setelah siswa berdiskusi dalam kelompok ahli maupun kelompok asal, selanjutnya dilakukan presentasi masing-masing kelompok atau dilakukan pengundian salah satu kelompok untuk menyajikan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan agar guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan.
  • Guru memberikan kuis untuk siswa secara individual.
  • Guru memberikan penghargaan pada kelompok melalui skor penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya.
  • Materi sebaiknya secara alami dapat dibagi menjadi beberapa bagian materi pembelajaran.
  • Perlu diperhatikan bahwa jika menggunakan Jigsaw untuk belajar materi baru maka perlu dipersiapkan suatu tuntunan dan isi materi yang runtut serta cukup sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
    1. A.   PENGERTIAN MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

     

    1. 1.      Pengertian Model Pembelajaran

    Model pembelajaran merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru.

    Model pembelajaran diartikan sebagai suatu rencana mengajar yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu, dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru dan siswa, sumber belajar yang digunakan di dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang memungkinkan siswa mampu belajar.

    Model pembelajaran merupakan kerangka berpikir yang dipakai sebagai panduan untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. (Sri Anita, 2009)

    1. 2.      Pengertian Metode Pembelajaran

    dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.

    Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan, langkah- langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

    Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk penyampaian pelajara. (Sri Anita, 2009)

    Metode pembelajaran adalah upaya mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal.

    1. 3.      Perbedaan Metode dan Model Pembelajaran

    Banyak yang tidak paham dengan perbedaan anatara strategi, model, pendekatan, metode, dan teknik. Nah berikut ini ulasan singkat tentang perbedaan istilah tersebut. Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikansecara khas oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

    Pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi,menginsipi rasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

    Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan,langkah- langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran. Dapat pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan.

    Dari metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung. Teknik adalah cara kongkret yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti- ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran. Bungkus dari penerapan pendekatan, metode, dan teknik pembelajarantersebut dinamakan model pembelajaran.

    Sebagai ilustrasi, saat ini banyak remaja putri menggunakan model celana Jablai yangterinspirasi dari lagu dangdut dan film Jablai. Sebagai sebuah model, celana jablai berbeda dengan celana model lain meskipun dibuat berdasarkan pendekatan, metode, dan teknik yang sama. Perbedaan tersebut terletak pada sajian, bentuk, warna, dan disainnya. Kembali ke pembelajaran, guru dapat berkreasi dengan berbagai model pembelajaran yang khas secara menarik, menyenangkan, dan bermanfaat bagi siswa. Model guru tersebut dapat pula berbeda dengan model guru di sekolah lain meskipun dalam persepsi pendekatan dan metode yang sama.

    1. 4.      Aplikasi Metode dan Model Pembelajaran dalam Pembelajaran Sejarah

    Contoh Pengaplikasian Metode Pembelajaran dalam Pembelajaran Sejarah SMA.

    Mata Pelajaran          : Sejarah

    Standar Kompetensi : Memahami Prinsip dasar ilmu sejarah

    Kompetensi Dasar     : Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

    Alokasi Waktu          : 1×45 menit

    Materi Pembelajaran: Sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, seni.

    Metode Pembelajaran: Ceramah, diskusi jigsaw

    Langkah-Langkah:

    •  Apersepsi guru menanyakan pengalaman pribadi peserta didik yang berkesan. Guru menyebutkan karya-karya Pramoedya Ananta Toer dan menanyakan kepada siswa karya tersebut termasuk sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni.
    • Menyampaikan tujuan pembelajaran yakni:

    ü  Peserta didik mampu mendeskripsikan pengertian sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni.

    ü  Peserta didik mampu mendeskripsikan suatu kejadian termasuk ke dalam sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni.

    ü  Peserta didik mampu membedaka sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni.

    •    Guru membagi siswa kedalam empat kelompok dan meteri dibagi dalam empat bagian yaitu sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni. Setiap kelompok menganalisa satu sub bab yang berbeda dan mempresentasikannya di depan kelas. Setiap kelompok diberi waktu tujuh menit untuk presentasi dan tanya jawab.
    •    Peserta didik membuat kesimpulan kelompok.
    •    Guru bersama-sama dengan peserta didik melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
    •   Menarik kesimpulan materi.

    Contoh Pengaplikasian Model Pembelajaran dalam Pembelajaran Sejarah SMA. Disini penulis mengambil contoh pengaplikasian Model Pembelajaran Kontekstual (CTL).

    Mata Pelajaran          : Sejarah

    Standar Kompetensi : Memahami Prinsip dasar ilmu sejarah

    Kompetensi Dasar     : Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

    Alokasi Waktu          : 1×45 menit

    Materi Pembelajaran: Pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi.

    Tujuan Pembelajaran:

    • Peserta didik mampu menjelaskan pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi.
    • Peserta didik mampu mendeskripsikan suatu kejadian termasuk ke dalam Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
    • Peserta didik mampu memberikan contoh tentang Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.

    Langkah-Langkah:

    • Apersepsi guru menayangkan gambar pertumbuhan manusia dari bayi sampai dewasa disertai dengan peristiwa yang dialami manusia tersebut dan menanyakan kepada sisiwa maksud dari gambar tersebut.
    • Menyampaikan tujuan pembelajaran.
    • Guru menjelaskan sedikit mengenai Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
    • Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk mencari pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah dari berbagai sumber secara berkelompok kemudian tiap kelompok mempresentasikan temuannya.
    • Guru memperluhatkan contoh kronologi dari peristiwa-peristiwa bersejarah di Indonesia.
    • Tanya jawab tentang Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
    • Guru melakukan penilaian dengan cara memberi tugas kepada siswa untuk menyusun periodisasi hidup sejak lahir sampai saat ini dalam bentuk garis waktu pada selembar kertas.
    •  Guru bersama-sama dengan peserta didik melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
    •   Menarik kesimpulan materi.
    1. B.   LANGKAH-LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN CTL DAN COOPERTIVE LEARNING

     

    1. PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL)

    CTL  (Contextual Teaching and Learning) dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut.

    1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.
    2. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.
    3. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.
    4. Ciptakan masyarakat belajar.
    5. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran.
    6. Lakukan refleksi di akhir pertemuan.
    7. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara.

    Contoh Pengaplikasian Model Pembelajaran Kontekstual (CTL) dalam Pembelajaran Sejarah SMA.

    Mata Pelajaran          : Sejarah

    Standar Kompetensi : Memahami Prinsip dasar ilmu sejarah

    Kompetensi Dasar     : Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

    Alokasi Waktu          : 1×45 menit

    Materi Pembelajaran: Pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi.

    Tujuan Pembelajaran:

    • Peserta didik mampu menjelaskan pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi.
    • Peserta didik mampu mendeskripsikan suatu kejadian termasuk ke dalam Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
    • Peserta didik mampu memberikan contoh tentang Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.

    Langkah-Langkah:

    • Apersepsi guru menayangkan gambar pertumbuhan manusia dari bayi sampai dewasa disertai dengan peristiwa yang dialami manusia tersebut dan menanyakan kepada sisiwa maksud dari gambar tersebut.
    • Menyampaikan tujuan pembelajaran.
    • Guru menjelaskan sedikit mengenai Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
    • Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk mencari pengertian Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah dari berbagai sumber secara berkelompok kemudian tiap kelompok mempresentasikan temuannya.
    • Guru memperluhatkan contoh kronologi dari peristiwa-peristiwa bersejarah di Indonesia.
    • Tanya jawab tentang Generalisasi, periodisasi, dan kronologi sejarah.
    • Guru melakukan penilaian dengan cara memberi tugas kepada siswa untuk menyusun periodisasi hidup sejak lahir sampai saat ini dalam bentuk garis waktu pada selembar kertas.
    •  Guru bersama-sama dengan peserta didik melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
    •   Menarik kesimpulan materi.
    1. COOPERATIVE LEARNING

    Model pembelajaran Cooperative Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang mendukung pembelajaran kontekstual. Sistem pengajaran Cooperative Learning dapat didefinisikan sebagai sistem kerja/ belajar kelompok yang terstruktur. Cooperative Learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih.

    Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivis. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran.

    Urutan langkah-langkah perilaku guru menurut model pembelajaran kooperatif:

    1. Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.
    2. Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.
    3. Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
    4. Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.
    5. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
    6. Guru mencari cara-cara untuk menghargai upaya atau hasil belajar individu kelompok.

     

    Contoh Pengaplikasian Model Pembelajaran Cooperative Learning dalam Pembelajaran Sejarah SMA. Disini penulis menggunakan contoh Tekhnik jigsaw.

    Mata Pelajaran          : Sejarah

    Standar Kompetensi : Memahami Prinsip dasar ilmu sejarah

    Kompetensi Dasar     : Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

    Alokasi Waktu          : 1×45 menit

    Materi Pembelajaran: Arti kata sejarah berdasarkan asal usul kata dan pandangan para tokoh.

    Tujuan Pembelajaran:

    • Peserta didik mampu menjelaskan pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata.
    • Peserta didik mampu mendeskripsikan sejarah dalam pandangan para tokoh.

    Langkah-Langkah:

    • Guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok terdiri dari 4 – 6 siswa dengan kemampuan yang berbeda. Kelompok ini disebut kelompok asal. Jumlah anggota dalam kelompok asal menyesuaikan dengan jumlah bagian materi pelajaran yang akan dipelajari siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Dalam tipe Jigsaw ini, setiap siswa diberi tugas mempelajari salah satu bagian materi pembelajaran tersebut. Semua siswa dengan materi pembelajaran yang sama belajar bersama dalam kelompok yang disebut kelompok ahli (Counterpart Group/CG). Dalam kelompok ahli, siswa mendiskusikan bagian materi pembelajaran yang sama, serta menyusun rencana bagaimana menyampaikan kepada temannya jika kembali ke kelompok asal. Kelompok asal ini oleh Aronson disebut kelompok Jigsaw (gigi gergaji). Misal suatu kelas dengan jumlah 40 siswa dan materi pembelajaran yang akan dicapai sesuai dengan tujuan pembelajarannya terdiri dari 5 bagian materi pembelajaran, maka dari 40 siswa akan terdapat 5 kelompok ahli yang beranggotakan 8 siswa dan 8 kelompok asal yang terdiri dari 5 siswa. Setiap anggota kelompok ahli akan kembali ke kelompok asal memberikan informasi yang telah diperoleh atau dipelajari dalam kelompok ahli. Guru memfasilitasi diskusi kelompok baik yang ada pada kelompok ahli maupun kelompok asal.
    • Setelah siswa berdiskusi dalam kelompok ahli maupun kelompok asal, selanjutnya dilakukan presentasi masing-masing kelompok atau dilakukan pengundian salah satu kelompok untuk menyajikan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan agar guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan.
    • Guru memberikan kuis untuk siswa secara individual.
    • Guru memberikan penghargaan pada kelompok melalui skor penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya.
    • Materi sebaiknya secara alami dapat dibagi menjadi beberapa bagian materi pembelajaran.
    • Perlu diperhatikan bahwa jika menggunakan Jigsaw untuk belajar materi baru maka perlu dipersiapkan suatu tuntunan dan isi materi yang runtut serta cukup sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

PERADABAN YUNANI KUNO

Published Desember 20, 2011 by fersyha
  1. A.     KONDISI GEOGRAFIS

Yunani merupakan salah satu pusat peradaban tertua di eropa. Yunani terletak di sekitar Laut Tengah yang sangat strategis dalam pelayaran. Bangsa Yunani terbentuk dari percampuran bangsa pendatang dari laut Kaspia dan dan penduduk asli yang terdiri dari petani. Yunani terletak di ujung tenggara di benua eropa.Sebagian besar kepulauan di laut aegea dan laut ionia.

Batas-batas:  

–        Di sebelah utara  berbatas dengan Albania, Yugoslavia, Bulgaria, dan Turki di Daratan Eropa.

–        Di sebelah timur di kelilingi oleh Laut Aegea.

–        Di sebelah Selatan berbatas dengan Timur Tengah.

–        Di Sebelah barat berbatas dengan Laut Ionia.

Peradaban Yunani lahir di lingkungan geografis yang sebenarnya tidak mendukung. Tanah Yunani tidak seperti Mesopotamia, Huang Ho, ataupun Mesir yang subur. Yunan merupakan tanah yang kering, dengan banyak benteng alam yang kuat berupa jurang-jurang yang terjal, gunung-gunung yang tinggi, serta pantai-pantai yang curam dan terjal. Hujan sangat jarang turun di Yunani.

  1. B.     SEJARAH PERADABAN YUNANI KUNO

Secara umum perkembangan Yunani dapat dibagi menjadi 4 periode,

yaitu sebagai berikut :

  1. Fase pembentukan negara-negara kota (Polis) yang berlangsung antara 1000-800 SM.
  2. Fase ekspansi negara-negara kota atau fase kolonisasi polis-polis Yunani. Ekspansi polis-polis Yunani ke arah barat sampai ke Italia Selatan, sedangkan ke arah Timur sampai ke Asia Kecil (Troya).
  3. Masa kejayaan polis-polis Yunani (600-400SM).
  4. Masa Keruntuhan Yunani (400-300 SM), tetapi kebudayaan Yunani berkembang di luar daerah Yunani itu sendiri.

Selama periode Kalsik (Abad ke 5 S.M.), Yunani terdiri dari daerah-daerah bagian kecil dan besar dalam bermacam-macam bentuk internasional (sederhana, federasi, federal, konfederasi) dan bentuk-bentuk internal (kekerajaan, tirani, oligarkhi, demokrasi konstitusional, dan lain-lain) yang paling terkenal ialah Athena, diikuti oleh Sparta dan Thebes. Sebuah semangat kebebasan dan kasih yang membara membuat bangsa Yunani dapat mengalahkan bangsa Persia, adikuasa pada saat itu, didalam peperangan yang terkenal dalam sejarah kemanusiaan- Marathon, Termopylae, Salamis dan Plataea.

Pada paruh kedua abad ke 4 S.M, banyak daerah-daerah bagian di Yunani membentuk sebuah Aliansi (Cœnon of Corinth) yang dipimpin oleh Alexander Agung sebagai Presiden dan Panglima (Kaisar) dari Aliansi, Raja dari Macedonia (“Yunani takabara” dalam bahasa persia kuno) menyatakan perang dengan Persia, membebaskan saudara-saudara mereka yang terjajah, Ionian, dan menguasai daerah-daerah yang diketahui selanjutnya. Menghasilkan sebuah masyarakat yang berkebudayaan Yunani mulai dari India Utara sampai Laut Tengah barat dan dari Rusia Selatan sampai Sudan.

Pada tahun 146 S.M., Aliansi diatas jatuh ke bangsa Romawi. Pada tahun 330, ibukota negara bagian Romawi berdiri didaerah baru, Roma Baru atau Konstantinopel, sebuah bentuk popular, sebuah nama untuk memperingati Kaisar Romawi, pada saat itu, Konstantin Khloros (Konstantin Agung). Para ahli sejarah sejak abad ke 19 lebih memilih, untuk alasan referensi, menamakan periode terakhir sebagai Bizantium dengan tujuan untuk membedakan 2203 tahun wilayah Romawi menjadi dua periode. Selama periode kedua dunia budaya Yunani klasik dari Yunani Kuno berubah menjadi dunia modern masyarakat barat dan kristen. Kata Bizantium diambil dari wilayah yang sudah ada sebelumnya (Bizantium, dengan Megara sebagai Metropolis) dimana ibukota baru berada, Konstantinopel.

Setelah ibukota dan wilayah jatuh ketangan Turki pada tahun 1453, bangsa Yunani berada dibawah kekuasaan Ottoman hampir selama 400 tahun. Selama masa ini bahasa mereka, agama mereka dan rasa identitas diri tetap kuat, yang menghasilkan banyak revolusi untuk kemerdekaan meskipun gagal.

Pada tanggal 25 Maret 1821, bangsa Yunani memberontak kembali, kali ini berhasil, dan pada tahun 1828, mereka mendapatkan kemerdekaannya. Sebagai sebuah negara baru yang hanya terdiri dari sebagian kecil dari negara modern mereka, perjuangan untuk membebaskan seluruh daerah yang dihuni oleh bangsa Yunani berlanjut. Pada tahun 1864, kepulauan Ionian disatukan dengan Yunani; tahun 1881 sebagian dari Epirus dan Thessaly. Crete, Kepulauan Aegean Timur dan Macedonian ditambahkan pada tahun 1913 dan Thrace Barat tahun 1919. Setelah Perang Dunia II kepulauan Dodecanese juga dikembalikan ke Yunani. Saat ini, Yunani merupakan negara anggota Uni Eropa (1981) dan sistem moneter-keuangan-ekonomi Euro.

  1. C.     HUKUM DAN PEMERINTAHAN YUNANI

Antara wilayah- wilayah di Yunani tersebut sulit untuk berhubungan yang disebabkan oleh alam yang berbukit-bukit, sehingga jadilah kota-kota yang disebut Polis. Ada dua polis yang terkenal:

1. Athena

Athena merupakan Polis yang menerapkan sistem Demokrasi. Sistem itu diperkenalkan oleh Solon (638 SM-559 SM). Dengan sistem itu, kekuasaan berada di tangan dewan rakyat. Pelaksanaan pemerintahan dilakukan oleh sembilan orang Archon yang setiap tahun diganti. Para Archon diawasi oleh Aeropagus (Mahkamah Agung) yang para anggotanya berasal dari mantan anggota Archon. Athena banyak menghasilkan para filosof yang pemikirannya sangat berpengaruh pada kehidupan manusia hingga dewasa ini. Para Filosof itu antara lain sebagai berikut:

a)   Tahles: Dia terkenal sebagai ahli matematika dan astronomi. Thales dikenal dengan perhitungannya tentang gerhana, menghitung ketinggian piramida dan menghitung bayangannya. Selain itu Thales berpendapat bahwa bumi ini berasal dari air.

b)   Anaximander: Dia berpendapat bahwa segala apa yang ada di dunia ini berasal dari bahan tunggal yang bukan air. Selain itu, Anaximander berpendapat bahwa bumi itu seperti silinder yang mempunyai ukuran lebih kecil daripada matahari.

c)   Anaximenes: Dia berpendapat bahwa bahan pembentuk alam adalah udara.

d)  Pytagoras: Dia terkenal sebagai ahli matematika, dia percaya bahwa segala sesuatu itu pada aturannya menurut bilangan tertentu. Sehubungan dengan hal itu, Pytagoras berpendapat bahwa melalui pengetahuan tentang bilangan, kita akan memahami tentang kenyataan.

e)   Heraclitus: Dia adalah seorang filosof mengembangkan pemikiran tentang logika.

f)    Parmenindes: Filosof ini mengemukakan pentingnya logika dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

g)   Hippocartus: Dia adalah seorang filosof yang ahli dalam bidang kedokteran.

h)   Socrates: Filosof ini mengajarkan kepada murid-muridnya bahwa manusia dan lingkungannya merupakan subjek untuk mendapatkan pengetahuan tentang kebenaran.

i)     Plato: Filosof ini berpendapat bahwa orang bisa berperilaku baik jika ia telah mempunyai persepsi perilaku apa yang disebut baik dan jahat. Plato juga berpendapat bahwa sumber kekuasaan adalah pengetahuan.

j)     Aristoteles: Filosof ini mengembangkan ajaran tentang politik dan etika. Menurut Aritoteles, pada dasarnya setiap manusia memiliki hak yang sama yang harus diakui. Kebahagian menurut Aristoteles adalah terpenuhinya semua kebutuhan kita. Di bidang logika, Aristoteles mengembangkan silogisme. Lahirnya tradisi intelektual dari bangsa Yunani disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini :

–        Faktor geografis dari Yunani bergunung-gunung dan tidak subur. Hal ini memacu para penduduknya untuk berpikir dan berkreasi agar mampu bertahan hidup.

–        Orang Yunani membangun hubungan dengan bangsa-bangsa lain seperti Mesir, Babylonia, dan yang lainnya, sehingga terjadi tukar-menukar pengetahuan

–        Penduduk Yunani memiliki hak otonomi kemerdekaan dan kemakmuran di bidang ekonomi, sehingga mereka lebih berkonsentrasi untuk menumbuhkembangkan pengetahuan.

–        Bangsa Yunani menghargai logika dan cara berpikir yang rasional.

–        Bangsa Yunani selalu terlibat aktif dalam urusan politik, ekonomi, dan sosial. Hal itu membuat mereka selalu berusaha untuk mencari pemecahan dalam setiap masalah yang muncul.

2. Spartha

Pemerintahan Spartha didasari oleh pemerintahan yang bergaya militeristik. Pola ini diperkenalkan oleh Lycurgus tahun 625 SM. Pemerintahan dipegang oleh dua orang raja, sementara pelaksana tertinggi dipegang oleh suatu dewan yang bernama Ephor yang terdiri dari lima orang. Setiap Ephor memiliki dewan tua yang berusia lebih dari 60 tahun, yang bertugas untuk mempersiapkan UU yang diajukan kepada dewan rakyat (perwakilan dari semua warga kota). Para pemuda yang terseleksi secara fisik dan mental, dijadikan tentara. Keberadaan polis-polis di Yunani mengakibatkan mereka saling bersaing dalam memperebutkan hegemoni kekuasaan atas wilayah Yunani. Sehingga tidaklah mengherankan apabila di Yunani selalu terjadi peperangan di antara sesama polis-polis tersebut. Tetapi, datang tentara Persia yang akan menginvasi daerah Yunani, maka polis-polis yang ada di Yunani terutama Spharta dan Athena, bersatu untuk menghadapi Persia tersebut. Pertempuran antara Yunani dan Persia terjadi beberapa kali.

  • Perang Persia Yunani I (492 SM). Peperangan antara Yunani dan Persia tidak terjadi karena armada tempur Persia dihancurkan oleh badai dan terpaksa harus pulang kembali.
  • Perang Persia Yunani II (490 SM). Pertempuran terjadi di Marathon, pertempuran itu berhasil dimenangkan oleh bangsa Yunani. Para prajurit Yunani harus lari sepanjang 42 km antara Marathon dan Athena dalam rangka berkonsolidasi dan meminta bantuan.
  • Perang Yunani dan Persia III. Bangsa Persia datang kembali, dan pasukan Yunani menghadapinya di Termopile. Persia dapat dipukul mundur, namun Raja Spartha terbunuh dalam pertempuran itu.

Pada tahun 448 SM diadakan perdamaian antara Yunani dan Persia. Dengan menangnya Yunani atas Persia, maka hal ini membuat kemajuan, seperti pada kesenian dan ilmu pengetahuan serta adanya filosof-filosof. Hal ini membuat Sparta iri sehingga terjadi perang Peloponessos yang membuat Athena kalah sehingga membuat yunani terpecah-pecah. Dengan lemahnya Yunani membuat mudahnya Yunani ditaklukkan oleh kerajaan Macedonia di bawah pimpinan Philipus pada 338 SM.

Perjuangan Philipus untuk menguasai Persia diteruskan anaknya Iskandar Zulkarnaen (Alexander Agung 336-323 SM) dan ia berhasil menguasai Tunisia, Palestina, Mesir, dan di Mesir mendirikan kota yang bernama Iskandariyah. Niatnya menguasai India tak terkabul karena prajuritnya yang tidak mematuhi perintahnya. Setelah Iskandar meninggal, maka kerajaannya terpisah-pisah:

  • Kerajaan Macedonia
  • Kerajaan Syria (Jenderal Seuleueos)
  • Kerajaan Mesir (Jenderal Ptelomeus)
  1. D.     PENINGGALAN-PENINGGALAN YUNANI KUNO
  2. 1.      Seni Sastra

Sastrawan terkenal dari Yunani adalah Homerus yang menulis kitab Illiad dan Odysseia. Kedua kitab tersebut berkaitan erat dengan kejadian sejarah yang disebut perang Troya. Kota Troya terletak di Semenanjung Anatolia di Selatan Selat Dardanella. Seorang peneliti dari Jerman yang bernama Heinrich Schlieman telah menemukan beberapa bukti peninggalan peradaban kota Troya seperti yang dilukiskan dalam karya Komerus tersebut. Kitab Illiad menceritakan kejadian perang Troya yang disebabkan karena puteri Helena dari Sparta dilarikan oleh Pangeran Paris dari Troya Terjadilah peperangan antara raja Agamemmon dari Yunani dengan raja Priamus dari Troya. Pahlawan Troya yang bernama Hector dapat dikalahkan oleh pahlawan Yunani yang bernama Achilles. Tentara Yunani dapat memenangkan perang melalui siasat “Kuda Troya” atas ide raja Odysseus. Kuda Troya merupakan sebuah kuda kayu raksasa yang di dalamnya digunakan untuk bersembunyi tentara Yunani. Kuda tersebut diletakkan di luar benteng kota Troya. Orang Troya tertipu, kuda kayu dikira hadiah lalu ditarik ke dalam benteng. Ketika dibuka tentara Yunani berhamburan dan menyerang secara mendadak. Sementara itu armada yang berpura-pura meninggalkan Troya datang kembali ikut menyerbu. Sehingga pasukan Troya mengalami kekalahan. Kitab Odysseia mengisahkan tentang pengembaraan Odysseus sepulang dari Troya. Karena isterinya yang bernama Penelope menikah lagi maka puteranya yang bernama Telemachos menyusulnya mengembara. Bagi bangsa Yunani kisah Illias dan Odysseia ini menjadi salah satu kebanggaan dan alat pemersatu bangsa Yunani. Beberapa faktor pemersatu bangsa Yunani adalah:

  1. Kegiatan Olympiade untuk pemujaan dewa di Olymphus setiap empat tahun sekali.
  2. Cerita Illias dan Odyseia.
  3. Merasa satu keturunan yaitu bangsa Hellas.
  4. Merasa satu tanah air yaitu tanah Hellas/Yunani.
  5. Kebiasaan mendatangi kuil penujuman/ramalan di kota Delphi. Karyanya yang berjudul Oresteia, Sopochles dengan karyanya berjudul Antigone. Sedangkan drama komedi tokohnya Aristophanes dengan karyanya berjudul Lysistrata.
  6. 2.      Seni Bangunan dan Seni Pahat

Pada awalnya seni patung/pahat Yunani menghasilkan patung seperti patung bangsa Mesir, kemudian dikembangkan menjadi lebih hidup dengan gaya naturalis. Patung dibuat dari marmer dan perunggu. Pemahat yang terkenal di Yunani bernama Phidias, sedangkan arsitek bangunan yang terkenal antara lain bernama Ikhtinus. Seni pahat menghasilkan berbagai patung para dewa maupun tokoh yang terkenal misalnya Dewa Zeus, Perikles, Plato, Aristoteles dan lain-lain Pada masa pemerintahan Perikles seni bangunan Yunani berkembang pesat. Peninggalan bangunan kuno Yunani antara lain kuil pemujaan. Di bukitAcropolis berdiri megah kuil Parthenon dan kuil Erechteum yang di dalamnya terdapat patung dewi Palas Athena. Di bukit Olymphus dibangun kuil untuk dewa Zeus yang disebut kuil Altis.Di daerah koloni Yunani juga dibangun kuil misalnya kuil Zeus di Italia Selatan, kuil Apollo di Milate dan lain-lain. Teater adalah panggung di lapangan terbuka untuk pementasan misalnyakomedi. Penonton duduk di bangku-bangku yang terbuat dari batu. Bagiorang Yunani, teater merupakan bagian pendidikan dan setiap orangdianjurkan untuk menonton.

  1. 3.      Filsafat

Filsafat: Seperti ilmu fikir (logika), ilmu alam (physica), ilmu kesusilaan (Ethica), dan ilmu negara (politica). Seperti sudah disinggung pada uraian pemerintahan Yunani,ternyata polis Athena melahirkan banyak ahli pikir yang mewariskanpengetahuannya bagi umat manusia. Tepatlah ungkapan Socratesyang menyatakan : “Bila Anda ingin menemukan orang kuat pergilah ke Sparta, tetapi bila Anda ingin menjumpai orang pintar dan bijak, datanglah ke Athena”. Ada 3 orang filsuf yang perlu Anda ketahui yaitu:

  1. a.      Socrates (469-399 SM)

Ajarannya tentang filsafat etika atau kesusilaan dengan logikasebagai dasar untuk membahasnya. Socrates mengajarkan agarmanusia dapat membedakan apa yang baik atau buruk, benar atausalah, adil atau tidak adil. Ajarannya ditujukan kepada anak mudayang diajaknya berdiskusi. Ia akhirnya di hukum mati dengan minumracun karena tuduhan telah merombak dasar-dasar etikamasyarakat Yunani kuno serta tidak percaya kepada dewa-dewayang disembah masyarakat.

  1. b.      Plato (427-347 SM)

Ajaran filsafatnya disebut filsafat idea. Ia menulis banyak buku,salah satunya berjudul Republica. Dalam buku tersebut diuraikantentang kebahagiaan hidup yang dapat dicapai bila manusia bekerjadengan wataknya dan wanita diangkat derajatnya. Plato jugamendirikan pusat pendidikan bernama Academus.

  1. c.       Aristoteles (384-322 SM)

Ia adalah murid Plato, merupakan ahli di bidang biologi danketatanegaraan. Karyanya yang terkenal antara lain Klasifikasi Floradan Fauna di Kepulauan Aegeia. Di bidang ketatnegaraan, iaberpendapat bahwa sistem pemerintahan yang baik adalah republik.Pemerintahan yang baik mengutamakan kebahagiaan sebesar-besarnya untuk seluruh rakyat. Aristoteles adalah pendiri pusat pendidikan bernama Peripatetis. Salah seorang muridnya ialah Alexandar Agung, raja Macedonia.

4. Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi

Bangsa yunani telah memiliki berbagai macam pengetahuan dan teknologi yang tinggi, yakni:

  • Menciptakan perahu layar yang ramping sebagai sarana untuk mengarungi laut tengah dan menghubungkan daratan yunani dengan daerah-daerah pantai timur pulau sicilia.
  • Membuat barang-barang dari tanah liat.
  • Menghasilkan karya arsitektur yang megah seperti kuil zeus, kuil partenon dan gedung teater raksasa.
  • Mengembangkan industri untuk menunjang perdagangannya, yakni keramik yang bentuknya beraneka ragam dan dihiasi dengan indah.
  • Menghasilkan karya-karya benda logam berkembang pesat terutama untuk menyediakan alat-alat perang

Kemajuan bangsa Yunani di bidang ilmu pengetahuan dapat dilihat dari deretan ilmuwan sebagai berikut:

  • Pythagoras, ahli matematika yang melahirkan dalil untuk segitiga siku-siku.
  • Hipokrates, bapak kedokteran. Ia dapat menyebutkan sebab timbulnya penyakitdan cara mengobatinya yang ditulis dalam buku berjudul Aphorismendan Prognose. Sumbangannya yang terkenal adalah sumpah dokteryang berlaku sampai sekarang.
  • Thucydides: Ahli sejarah yang menulis tentang perang Peloponesos.
  • Archimedes yang menciptakan teori gravitasi dan teori benda mengapung.
  • Thales dengan pendapatnya: alam fisik terdiri dari satu bahan dasar yaitu air.
  • Analisagoras dengan pendapatnya: materi terdiri dari beraneka ragam zat renik.
  • Democritus: ahli atom.
  • Euclid: ahli ilmu ukur.
  • Herodotus: Bapak sejarah yang pertama kali mengembangkan sejarah tertulis.
  • Hipocrates sebagai pelopor ilmu kedokteran.

“GONDANG DAN TORTOR BATAK” WARISAN YANG TERLUPAKAN

Published Desember 19, 2011 by fersyha

Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Gondang dan Tortor Batak merupakan salah satu seni budaya dari Batak yang akan penulis kupas dalam tulisan ini.

  1. A.   Gondang dan Tortor Batak

GONDANG

Menurut tradisi Batak, gondang dapat diartikan sebagai seperangkat alat musik, ansambel musik, sekaligus komposisi lagu. Umumnya dimainkan untuk mengiringi tari manortor. Istilah “musik Batak” hampir selalu disamakan dengan musik Batak Toba. Ada tiga arti untuk kata “gondang”:

  • Satu jenis musik tradisi Batak toba.
  • Komposisi yang ditemukan dalam jenis musik tersebut (misalnya komposisi berjudul Gondang Mula-mula, Gondang Haroharo dan sebagainya.
  • Alat musik “kendang”.

Ada 2 ansambel musik gondang, yaitu Gondang Sabangunan yang biasanya dimainkan diluar rumah dihalaman rumah; dan gondang Hasapi yang biasanya dimainkan dalam rumah. Gondang Sabangunan terdiri dari sarune bolon (sejenis alat tiup obo), taganing (perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci punya peran melodis dengan sarune tsb), gordang (sebuah kendang besar yang menonjolkan irama ritme), empat gong yang disebut ogung dan hesek sebuah alat perkusi (biasanya sebuah botol yang dipukul dengan batang kayu atau logam) yang membantu irama.

Sarune Bolon adalah alat tiup double reed (obo) yang mirip alat-alat lain yang bisa ditemukan di Jawa, India, Cina, dsb. Pemain sarune mempergunakan teknik yang disebut marsiulak hosa (kembalikan nafas terus menerus) dan biarkan pemain untuk memainkan frase-frase yang panjang sekali tanpa henti untuk tarik nafas. Seperti disebut di atas, taganing adalah perlengkapan terdiri dari lima kendang yang dikunci dan punya peran melodis sama dengan sarune. Tangga nada gondang sabangunan disusun dalam cara yang sangat unik. Tangga nadanya dikunci dalam cara yang hampir sama (tapi tidak persis) dengan tangga nada yang dimulai dari urutan pertama sampai kelima tangga nada diatonis mayor yang ditemukan dimusik Barat: do, re, mi, fa, sol. Ini membentuk tangga nada pentatonis yang sangat unik, dan sejauh yang saya tahu, tidak bisa ditemukan ditempat lain di dunia ini. Seperti musik gamelan yang ditemukan di Jawa dan Bali, sistem tangga nada yang dipakai dalam musik gondang punya variasi diantara setiap ansambel, variasi ini bergantung pada estetis pemain sarune dan pemain taganing. Kemudian ada cukup banyak variasi diantara kelompik dan daerah yang menambah diversitas kewarisan kebudayaan ini yang sangat berharga.

Pola irama gondang disebut doal, dan dalam konsepsinya mirip siklus gongan yang ditemukan dimusik gamelan dari Jawa dan Bali, tetapi irama siklus doal lebih singkat. Sebahagian besar repertoar gondang sabangunan juga dimainkan dalam konteks ansambel gondang hasapi. Ansambel ini terdiri dari hasapi ende (sejenis gitar kecil yang punya dua tali yang main melodi), hasapi doal (sejenis gitar kecil yang punya dua tali yang main pola irama), garantung (sejenis gambang kecil yang main melody ambil peran taganing dalam ansambel gondang hasapi), sulim (sejenis suling terbuat dari bambu yang punya selaput kertas yang bergetar, seperti sulim dze dari Cina), sarune etek (sejenis klarinet yang ambil peran sarune bolon dalam ansambel ini), dan hesek (sejenis alat perkusi yang menguatkan irama, biasanya alat ini ada botol yang dipukul dengan sebuah sendok atau pisau). Tangga nada yang dipakai dalam musik gondang hasapi hampir sama dengan yang dipakai dalam gondang sabangunan, tetapi lebih seperti tangga nada diatonis mayor yang dipakai di Barat. Ini karena pengaruh musik gereja Kristen.

Komposisi musik gondang tergolong unik. Nada yang sulit ditemukan di tempat lain di dunia. Bahkan, dibandingkan dengan musik pentatonik yang hampir sejenis, seperti gamelan Jawa dan Bali, gondang tetap berbeda karena setiap ansambelnya tak sama. Ketukan melodi gamelan Jawa dan Bali cenderung pakem, sedangkan gondang bervariasi, tergantung dari improvisasi dan estetis pemain sarune dan taganing, yang kadang bermain seperti sedang kerasukan.

Ansambel musik yang memakai alat-alat terbuat dari perunggu di Sumatera biasanya terdiri dari perlengkapan yang punya empat sampai dua belas gong kecil,satu atau dua gong besar yang digantung, dua sampai sembilan kendang, satu alat tiup, penyari dan gembreng. Satu Ansambel yang khas jenis ini ada gondang sabangunan dari batak toba. Ansambel ini masih dipakai dalam upacara agama Parmalim. Gondang sabangunan punya peran yang penting sekali dalam upacara agama tersebut. Seperti pada catatan di atas, Ansambel ini terdiri dari 4 gong yang main siklus irama gongan yang singkat, perlengkapan lima kendang yang dikunci, satu sarune (alat tiup/ obo), satu kendang besar dan satu alat perkusi (biasanya botol) untuk memperkuatkan irama.

Musik gondang sabangunan dipakai dalam upacara agama untuk menyampaikan doa manusia ke dunia atas. Waktu musik dimainkan, pemain sarune dan pemain taganing dianggap sebagai menifestasi Batara Guru. Musik ini dipergunakan untuk berkomunikasi dengan dunia atas dan rupanya tranformasi pemain musik ini terjadi untuk memudahkan hubungan dengan dunia atas. Transformasi paradigma ini di mitos Batak sangat mirip yang ada di Bali menunjuk bukti tidak langsung bahwa ada hubungan purbakala diantara kebudayaan Batak Toba dan kebudayaan Bali. Biarpun hal ini tidak dapat dibuktikan, ada kemungkinan yang berhubungan dengan sejarah, karena kedua kebudayaan masing-masing berhubungan paling sedikit sebagai batas keluar kerajaan majapahit. Bersangkut dengan konsep kosmos bertingkat tiga ada konsep tentang faktor mediasi; pohon kosmos atau pohon hidup. Pohon mitos ini yang menghubungkan tiga dunia punya hubungan simbolis dengan pohon Bodhi dalam agama Budha, kayon di wayang Bali dan Jawa, dan barangkali konsep ini lebih tua dari agama Budha dan agama Hindu. Dalam konsepsi Batak peran musik mirip peran pohon kosmos; musik juga menguhubungkan dunia masing-masing. Melalui musik gondang batasan diantara dunia dapat ditembus, doa manusia dapat sampai kepada debata, dan berkah debata dapat sampai kepada manusia.

Dengan kedatangan agama Kristen ke Tanah Batak, pokok kebudayaan Batak sangat diubah sekali. Interaksi dengan agama baru ini dan nilai-nilai barat menggoncangkan kebudayaan tradisi batak toba sampai ke akarnya. Menurut gereja Kristen musik gondang berhubungan dengan kesurupan, pemujaan roh nenek moyang, dan agama Batak asli, terlalu bahaya untuk dibolehkan terus dimainkan lagi. Pada awal abad kedua puluh Nommensen minta pemerintah kolonial Belanda untuk melarang upacara bius dan musik gondang. Larangan ini bertahan hampir empat puluh tahun sampai pada tahun 1938. Itu merupakan suatu pukulan utama untuk agama tradisi Batak Toba dan musik gondang yang sangat terkait dengan agama tersebut.

TORTOR

Bila mendengar istilah “Tortor Batak” maka yang terbayangkan adalah sekelompok orang (Batak Toba) yang menari (manortor) diiringi seperangkat alat musik tradisional (gondang sabangunan). Gerak tari yang gembira ria, lenggak-lenggok yang monoton, yang digelar dalam sebuah pesta (suka/duka) di kawasan Tapanuli  Dulu, tradisi manortor pada umumnya berlangsung dalam kehidupan masyarakat Batak antara lain wilayah Samosir, wilayah Toba dan sebagian Humbang. Sementara untuk kawasan Silindung setelah masuknya Kristen dikenal budaya “menyanyi” dan tarian “moderen” dan di kawasan Pahae dikenal tumba (tarian gembira dengan lagu berpantun) seperti disebut Pahae do mula ni tumba.

Perkembangan selanjutnya hingga memasuki abad “modern” masyarakat Batak membawa seni budayanya ke tanah perantauan di luar Tapanuli  termasuk seni tortor yang pada awalnya menggunakan musik rekaman (kaset) hingga akhirnya seperangkat alat gondang sabangunan dibawa hijrah yang kemudian kelompok musik tradisionalnya melayani masyarakat Batak sekaligus mata pencaharian atau bisnis musik.

Di tahun 1970-an hingga 1980-an, hampir semua kegiatan adat masyarakat dilakukan dalam bentuk tortor dan gondang sabangunan, baik dalam pesta adat perkawinan, pesta peresmian rumah parsattian, pesta tugu, pesta membentuk huta/perkampungan juga pesta adat kematian orangtua, bahkan kalangan pemuda menggelar “pesta naposo”sebagai ajang hiburan dan perkenalan (mencari jodoh). Pesta Naposo, di beberapa daerah disebut juga pesta rondang bulan (Samosir), pesta rondang bintang (Simalungun). Tidak ketinggalan Pemerintah Daerah Tapanuli Utara, dalam rangka pelestarian seni budaya Batak Toba selalu menggelar festival tortor menjelang perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Festival ini dilakukan mulai dari tingkat Kecamatan hingga diperoleh utusan dari 5 wilayah (Silindung, Humbang I, Humbang II,  Toba dan  Samosir) untuk mengikuti Festival Tortor Tingkat Kabupaten, dan selanjutnya juara-juara menjadi peserta pada Festival Tortor di tingkat Propinsi. Setelah otonomi daerah, masing-masing Kabupaten ex Tapanuli Utara juga menggelar festival tortor dalam berbagai kegiatan pesta perayaan hari jadi atau hari-hari besar lainnya juga untuk kegiatan kepariwisataan.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Tortor (Batak)

Dalam melakonkan Tortor, sudah barang tentu tidak sekedar membuat gerak tangan, kaki atau badan, juga gerak mata (pandangan) dan ekspressi (mimik) tetapi juga musik pengiring yang dipergunakan harus berirama Batak  yakni gondang sabangunan yang terdiri ada taganing, ogung (doal, panggora, oloan), sarune, odap gordang dan hesek, sebab gerakan manortor harus mengikuti irama/rytme perangkat musik tersebut. Selain itu, pakaian yang lazim digunakan juga harus sesuai dengan motif Batak, misalnya selendang atau ulos yang dipakai  tergantung maksud dan tujuan acara-pesta seperti ulos  sibolang, ragi idup, tali-tali, suri-suri dan sebagainya. Sebagaimana disebutkan di atas bahwa gerak tortor Batak berbeda dalam setiap jenis musik yang diperdengarkan dan berbeda pula gerak tortor laki-laki dan gerak tortor perempuan. Menurut para pemerhati tortor, bahwa tortor yang dilakonkan juga dibedakan antara tortor raja dengan tortor natorop.

Sementara perangkat lain dalam acara tortor Batak biasanya harus ada orang yang menjadi pemimpin kelompok tortor dan pengatur acara/juru bicara (paminta gondang), untuk yang terakhir ini sangat dibutuhkan kemampuan untuk memahami urutan gondang dan jalinan kata-kata serta umpasa dalam meminta gondang. Bagaimanapun juga, tortor Batak adalah identitas seni budaya masyarakat Batak yang harus dilestarikan dan tidak lenyap oleh perkembangan zaman dan peradaban manusia. Dalam tortor Batak terdapat nilai-nilai etika, moral dan budi pekerti yang perlu ditanamkan kepada generasi muda.

Gondang dan Tortor Batak, Makna Kehidupan Seni-Budaya Orang Batak

Sebagaimana lazimnya dalam berbagai etnis di dunia, gerak tari sebagai bagian dari seni budaya merupakan refleksi dan perwujudan dari sikap, sifat, perilaku dan perlakuan serta pengalaman hidup masyarakat itu sendiri. Bahasa menunjukkan bangsa, sebut para budayawan, maka tarian/gerak adalah juga bahasa (tubuh) yang menggambarkan bangsa. Dalam tarian tergambar cita rasa, daya cipta dan karsa dari sekelompok orang-orang. Tarian Melayu yang lemah gemulai, tarian Nias atau Papua yang menghentak-hentak, atau tarian Mexico yang cepat-sigap, menggambarkan bahasa hati/jiwa, sikap hidup mereka.

Akan halnya tortor Batak, tidak jauh berbeda dengan makna yang digambarkannya dalam gerak yang selalu diiringi oleh musik tradisional gondang sabangunan. Tortor Batak juga menggambarkan pengalaman hidup orang Batak dalam kehidupan keseharian, gembira/senang, bermenung, berdoa/menyembah, menangis, bahkan keinginan-cita-cita dan harapan dan lain sebagainya dapat tergambar dalam Tortor Batak. Karenanya, penulis tidak menerima pernyataan sementara orang-orang bahwa Tortor Batak sifatnya “monoton” atau begitu-begitu saja.

Di era masuknya agama Kristen ke tanah Batak, pernah terjadi di sebuah wilayah bahwa tortor Batak tidak diperbolehkan dipagelarkan dalam pesta atau hajatan lain, karena dianggap bernuansa “animisme” bahkan di zaman inipun justru ada “agama” yang mengharamkan menggunakan ulos, tortor, gondang sabangunan dan adat Batak  dengan alasan bahwa mereka yang menggunakannya bukan orang yang beragama. Kenyataan di dalam masyarakat, ulospun dibakar, mereka yang menggelar gondang dan tortor Batak dikeluarkan dari sekte gereja.

Dapat digambarkan bahwa tortor Batak memaknai kehidupan seni-budaya Batak, persoalannya apakah bertentangan dengan agama atau tidak tergantung kepada cara pandang dan pemahaman kita. Bahkan akhir-akhir ini, justru dalam kebaktian agama (gereja) tortor dan gondang Batak telah menjadi bagian dan pendukung acara kebaktian (misalnya lakon pengakuan dosa dan mengantar persembahan digambarkan/dikoreografis dengan tortor Batak). Gambaran kehidupan orang Batak sebagaimana direfleksikan dalam tortor Batak tentu akan dapat dipahami melalui urut-urutan dan nama musik gondang yang diminta oleh tetua kelompok (paminta gondang), biasanya didahului dengan Gondang Mula-mula, Gondang Somba, Gondang Mangaliat, Gondang Simonang-monang, Gondang Sibungajambu, Gondang Marhusip, dan seterusnya yang  diakhiri dengan Gondang Hasahatan Sitio-tio. Demikian juga tortor/gerakan yang dilakonkan akan berbeda sesuai dengan irama dari gondang yang dibunyikan oleh Pargonsi (Pemusik).

Bagi mereka yang mengetahui, memahami dan menikmati irama gondang dan tortor akan menyadari betul apa yang digambarkan dan dimaknai tortor yang dipagelarkan. Dengan demikian, semua orang Batak dapat manortor tetapi tidak semua disebut panortor (penari) atau “pandai manortor”  karena untuk menjadi panortor Batak haruslah memiliki talenta dan latihan yang kontinu.

  1. B.   Kedudukan Gondang dan Tortor Batak di zaman modern

Migrasi Batak ke kota mulai di tahun 1910 tapi hanya setelah Indonesia merdeka migrasi tersebut tambah besar di thn 50-an. Migrasi ke kota menyebabkan interaksi dengan suku lain di kota-kota Indonesia yang penduduknya sebagian besar beragama Islam. Dalam lingkungan multi etnis ini banyak orang batak ketemu rasa identitas batak yang menjadi lebih kuat terhadap suku lain. Tetapi banyak orang batak pula dalam proses menyatukan diri dengan masyarakat Indonesia meninggalkan banyak aspek bahasanya, kebudayaannya, dan tradisinya. Disisi lain ada bagian orang batak kota yang menjadi lebih sadar tentang kepentingan identitas masyarakat batak dan berusaha untuk menegaskan rasa batak dan memberikan dana untuk upacara tugu dan perayaan lain di desanya.

Ada orang batak kota yang sudah menjadi makmur yang sering membiayai upacara. Mereka membawa estetis kosmopolitan yang adakalanya melawan estetis tradisi. Identifikasi dengan nilai-nilai mengenai kemoderenan, kemajuan, pendidikan dan kemakmuran sering diekspresikan dengan afinitas kepada apa yang dianggap moderen. Misalnya sekarang di pesta atau upacara seolah-olah musik grup keyboard yang main poco-poco lebih laris dan dihargai daripada dengan musik gondang yang lama punya peran yang sangat penting dalam upacara adat. Pesta kawin yang moderen tidak lagi dianggap lengkap tanpa musik keyboard atau musik tiup yang main lagu pop batak atau pop barat, sebaliknya mungkin ansambel musik gondang dianggap kampungan oleh orang kota kecenderungan mengindentifikasi dengan modernitas tidak salah.

Seiring dengan perkembangan zaman dan bergulirnya waktu, kehadiran gerak tari yang trend di tahun 1990-an seperti dansa, jojing dsb, simultan dengan munculnya alat musik elektronik (keyboard), di beberapa wilayah  Tapanuli, penggunaan tortor dan gondang sabangunan hampir tidak kelihatan lagi, hingga bila masyarakat ingin menyaksikan gondang sabangunan dan tortor Batak harus secara khusus ke daerah wisata yang memang tersedia kelompok seni budaya tradisionalnya seperti Tomok, Simanindo, Pangururan di Samosir, Perkampungan Wisata di Jangga kec.Lumbanjulu Toba, sementara kelompok gondang sabangunan kelihatannya “bubar” atau hijrah ke luar bona pasogit antara lain ke Jakarta atau Jawa, Riau dan sebagainya. Kalaupun ada hajatan atau pesta yang menginginkan gondang Batak biasanya dipesan dari wilayah Toba (Balige, Porsea, Laguboti) dan wilayah Samosir, sedang di wilayah Humbang peralatan musik gondang yang digunakan kelihatannya tidak lengkap (hanya ada beberapa buah taganing, ogung dan seruling).

Hingga memasuki abad 21, alat musik yang dipergunakan merupakan campuran dari alat musik modern (keyboard, drum) dengan alat musik tradisional (taganing, seruling) saja, dan hampir seluruh daerah/wilayah memilikinya dengan menggunakan “lagu/nyanyian” modern yang diciptakan seiring dengan trend lagu yang berkembang. Mungkin bagi orang-orang yang mendalami adat dan seni budaya Batak tradisional, kondisi ini sedikit menimbulkan pertentangan bathin bahkan tidak respek, sementara bagi masyarakat umum tidak mempersoalkannya bahkan menikmatinya.

Ada ironi yang terjadi dalam penyelenggaraan pesta yang menggunakan musik modern atau campuran sebagaimana disebutkan diatas, yakni ketika penyelenggara (hasuhuton) dan para tetamu, undangan (naniontang) akan manortor, maka dia meminta pemusik untuk menggelar musiknya dengan menyebut “Panggual-Pargonsi, baen hamu ma jo gondang i, asa manortor hami, baen hamu ma gondang mula-mula, gondang somba, gondang simonang-monang, gondang hasahatan sitio-tio”.  Maka kelompok musik akan menabuh drum dan membunyikan keyboardnya dengan lagu-rythim modern dan tarian yang dipertunjukkan sudah pasti tarian “modern” bukan lagi tortor Batak.

Kondisi yang demikian tentu akan semakin mempercepat punahnya tortor Batak dan musik tradisional Batak-gondang sabangunan, hal ini sudah menggejala dan kelihatan nyata terutama bagi generasi muda Batak, mereka tidak lagi mengetahui tortor dan musik Batak yang sebenarnya, yang mereka ketahui adalah apa yang mereka lihat selama ini “musik dan tarian modern” yang ddigelar dalam pesta-pesta, itulah tortor dan musik Batak.

Kita semua harus hidup dalam dunia modern dan harus menghadapi media global dan periklanan, suka atau tidak makin bertambah mempengaruhi pikiran dan selera setiap orang. Kita tidak mampu tinggal di masa dahulu dan melarikan diri dari kemajuan. Tetapi, ada ancaman bahwa dalam generasi ini kita dapat menghilangkan sejenis musik tradisi yang disebut gondang, yang sampai akhir-akhir ini adalah manifestasi kebudayaan batak toba yang sangat penting baik dalam bidang masyarakat maupun bidang rohani.

  1. C.   Faktor yang menyebabkan Gondang dan Tortor Batak mulai terlupakan

Sama seperti suku-suku lainnya di Indonesia, suku Batak juga memiliki kekayaan budaya yang tak ternilai. Ada beberapa unsur budaya Batak yang bisa dijadikan contoh. Unsur-unsur budaya Batak belakangan mulai luntur di kalangan generasi muda Batak. Seni budaya Gondang dan Tortor Batak juga kian terlupakan. Pengaruh globalisasi dan individualisme menjadi beberapa faktor penyebab rendahnya apreasiasi dan penghargaan terhadap budaya itu.

Globalisasi adalah alat dan sarana yang salah satunya dipakai untuk menyebarkan budaya yang kemudian ditakuti akan mengikis budaya lokal yang elite sekalipun, karena budaya yang disebarkan itu telah menjadi budaya massa. Siapapun sumber budaya massa yang telah menjadi satu dalam kehidupan sehari-hari ini, sebelum ia menjadi bagian dari masyarakat pasti ada yang menjadi produser budaya. Mereka ini merancang dan memproduksi budaya kemudian menyebarkannya melalui tehnologi. Perkembangan tehnologi memungkinkannya untuk dapat memproduksi secara massal sekaligus juga menyebarkannya. Hasil dari ini semua adalah homogenitas produk, homogenitas standard yang berujung pada penyeragaman selera dan cita rasa, homogenization of taste.  Dalam hal ini tehnologi bagaikan tombak bermata dua. Disatu sisi ia akan memberikan keuntungan karena dapat meringankan beban pekerjaan manusia akan tetapi disisi lain ia akan bernilai negatif bahkan menjadi seperti bumerang. Subyek pengguna akan sangat menentukan arah tehnologi tersebut.

Era globalisasi seperti sekarang ini akan berpengaruh terhadap segala bidang kehidupan, termasuk di dalamnya adalah bidang pendidikan dan kebudayaan. Bangsa Indonesia tidak akan mungkin mengelak dari globalisasi, sebagai konsekuensi dari posisinya yang menyemesta itu dan konsekuensi zaman globalisasi. Yang bisa kita lakukan hanyalah meminimalisir dampak negatif globalisasi. Globalisasi dan modernisasi pasti terjadi, dan tidak terelakkan. Era globalisasi yang diboncengi neoliberalisme dan modernisasi melaju diiringi pesatnya revolusi IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi). Dunia tanpa batas yang menganut aliran kebebasan, kebebasan berkreatifitas, kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi. Bila kita duduk di suatu kursi akan melihat dan berkomunikasi dengan orang di tempat yang paling jauh di dunia luar sana, maka kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi mendekatkan jarak dan waktu. Kondisi tersebut secara tidak langsung telah melahirkan budaya baru dan mempengaruhi tatanan budaya masyarakat Indonesia.

Masyarakat batak adalah masyarakat yang bangga dan bersemangat yang nilai kebudayaan dan identitas. Sangat membingungkan sekali warisan luar biasa ini bisa ditinggalkan. Kenapa musik tradisi Bali dan Jawa masih hidup, walaupun gondang dan tortor batak sekarang diambang kepunahan. Apakah kebudayaan Bali atau Jawa lebih unggul daripada kebudayaan batak? Saya rasa tidak.

Upacara dan pesta yang dulu berperan sebagai tempat penampilan musik tradisi semakin kurang karena orang lebih suka grup keyboard atau trio vokal yang lebih mencerminkan modernitas dan kejauhan dari semua hal yang disebut kampungan. Musik pop batak yang tentu juga adalah identitas etnis suku batak toba, biasanya ada musik country dan balada pop tua Amerika yang memakai bahasa batak. Musiknya tidak ada hubungan kuat dengan masyarakat batak, kecuali sekali-sekali sebagai contoh kebudayaan dalam proses perubahan, tapi betapa tragis kalau musik pop batak ini menggantikan musik gondang yang merupakan warisan berharga tapi kurang dihargai.

Semakin lama semakin banyak pemain gondang meninggal dunia dan pemain yang lebih muda didorong oleh hal-hal estetis dan ekonomis untuk main musik yang lebih laris. Kemungkinan muncul bahwa musik gondang akan hilang sebahagian besar atau semuanya. Ini tidak boleh diabaikan. Ada kemungkinan besar bahwa gondang hanya akan bertahan hidup dalam konteks agama Parmalim yang masih mempergunakan musik ini dalam konteks aslinya. Mereka mempergunakan musik nenek moyangnya untuk menghormati nenek moyang tsb dan untuk menyampaikan doa ke Debata Mulajadi Nabolon.

Namun, pengaruh budaya baru telah mengubah banyak hal. Di sebagian besar pertunjukan gondang semata hanya menonjolkan aspek hiburan. Kesakralan gondang mulai luntur. Para pargonsi sendiri tak banyak yang memahami kedalaman maknanya. Bahkan, di banyak momen perayaan tradisional, seperti pernikahan, kelahiran, dan kematian, sebagian masyarakat Batak tak lagi menggelar gondang. Mereka memilih seni hiburan modern, seperti organ tunggal dan musik Eropa. Tonggo Raja Simangunsong, seniman gondang dari Porsea, Toba Samosir, mengungkapkan, kini sering terjadi sebulan tanpa undangan berpentas. Kondisi ini semestinya menjadi perhatian semua pihak. Gondang dengan segala kesakralan dan keunikannya adalah kekayaan lokal bangsa.

  1. D.   Menjaga eksistensi Gondang dan Tortor Batak di tengah derasnya arus Globalisasi

Globalisasi berarti penyatuan. Batas-batas yang semula ada dihilangkan. Apabila batas-batas itu semula dimaksudkan untuk melindungi kepentingan suatu negara, membatasi ciri dan sifat suatu negara maka batas itu kini tidak ada lagi dan kepentingan negara digeser oleh kepentingan global. Negara yang semula memiliki dan menyandang kekhasan yang heterogen antar negara, kini tidak ada lagi. Homogenitas menjadi ciri yang menonjol dari globalisasi.

Fenomena pengglobalan dunia harus disikapi dengan arif dan positif thinking karena globalisasi dan modernisasi sangat diperlukan dan bermanfaat bagi kemajuan. Namun tidak boleh lengah dan terlena, karena era keterbukaan dan kebebasan itu juga menimbulkan pengaruh negatif yang akan merusak budaya bangsa. Menolak globalisasi bukanlah pilihan tepat, karena itu berarti menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukankah kita tidak mau ketinggalan dalam IPTEK dengan negara lain. Akan tetapi perlu kecerdasan dalam menjaring dan menyaring efek globalisasi. Akses kemajuan teknolgi informatika dan komunikasi dapat dimanfaatkan sebagai pelestari dan pengembang nilai-nilai budaya lokal. Dengan munculnya era globalisasi ini, maka semakin disadari pula pentingnya mempertahankan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Harus diakui, aktor utama dalam proses globalisasi masa kini adalah negara-negara maju. Mereka berupaya mengekspor nilai-nilai lokal di negaranya untuk disebarkan ke seluruh dunia sebagai nilai-nilai global. Mereka dapat dengan mudah melakukan itu karena mereka menguasai arus teknologi informasi dan komunikasi lintas batas negara-bangsa. Sebaliknya, pada saat yang sama, negara-negara berkembang seperti negara kita tak mampu menyebarkan nilai-nilai lokalnya karena daya kompetitifnya yang rendah. Akibatnya, negara-negara berkembang hanya menjadi penonton bagi masuk dan berkembangnya nilai-nilai negara maju yang dianggap nilai-nilai global ke wilayah negaranya.

Dengan derasnya arus globalisasi ini dikhawatirkan budaya bangsa, khususnya budaya lokal akan mulai terkikis sedikit demi sedikit. Budaya asing kini kian mewabah dan mulai mengikis eksistensi budaya lokal yang sarat makna. Agar eksistensi budaya lokal tetap kukuh, maka diperlukan pemertahanan budaya lokal. Upaya-upaya pembangunan jati diri bangsa Indonesia, termasuk di dalamnya penghargaan pada nilai budaya dan bahasa, nilai-nilai solidaritas sosial, kekeluargaan dan rasa cinta tanah air dirasakan semakin memudar. Pudarnya budaya bangsa disebabkan oleh banyak faktor. Dalam kenyataannya di dalam struktur masyarakat terjadi ketimpangan sosial, baik dilihat dari status maupun tingkat pendapatan. Kesenjangan sosial yang semakin melebar itu menyebabkan orang kehilangan harga diri. Budaya lokal yang lebih sesuai dengan karakter bangsa semakin sulit dicernakan, sementara itu budaya global lebih mudah merasuk.

Budaya lokal merupakan budaya yang dimiliki oleh suatu wilayah dan mencerminkan keadan sosial di wilayahnya. Beberapa hal yang termasuk budaya lokal diantaranya adalah cerita rakyat, lagu daerah, ritual kedaerahan, adat istiadat daerah, dan segala sesuatu yang bersifat kedaerahan. Seni budaya Gondang dan Tortor Batak merupakan salah satu budaya lokal yang penulis angkat disini dimana seni budaya Batak ini juga sudah mulai terpinggirkan akibat pengaruh globalisasi.

Era global yang ditandai dengan percepatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih, sehingga seakan-akan dunia merupakan sebuah perkampungan global tanpa sekat dan batas yang jelas. Era global tersebut telah memberikan kesempatan kepada dunia dan manusia yang hidup di dalamnya untuk berinteraksi dan berkomunikasi dari berbagai ujung dunia yang berbeda, tanpa hambatan ruang dan waktu. akibat dari gejala tersebut dikhawatirkan justru kebudayaan dari luarlah yang membentuk anak muda, karena mereka umumnya masih belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Seolah-olah bagi mereka budaya yang datangnya dari barat itu baik adanya. Padalah tidak semua yang datangya dari barat itu baik, justru sebaliknya banyak pula budaya yang kurang baik, terutama yang bertentangan dengan nilai-nilai budaya luhur bangsa kita. Sifat individual, sikap permisif terhadap seks merupakan contoh budaya yang datangnya dari luar yang tentunya tidak sesuai dengan budaya bangsa kita.

Salah satu cara untuk memperkenalkan nilai-nilai luhur bangsa adalah dengan memperkenalkan budaya lokal. Nilai-nilai budaya lokal ini adalah jiwa dari kebudayaan lokal dan menjadi dasar dari segenap wujud kebudayaan di daerahnya. Agar eksistensi budaya lokal tetap kukuh, maka diperlukan pemertahanan budaya lokal.

Budaya lokal yang beraneka ragam merupakan warisan budaya yang wajib dilestarikan. Ketika bangsa lain yang hanya sedikit mempunyai warisan budaya lokal berusaha keras untuk melestarikannya demi sebuah identitas, maka sungguh naif jika kita yang memiliki banyak warisan budaya lokal lantas mengabaikan pelestariannya. Ibarat kata pepatah ”menggapai burung terbang sementara punai di tangan dilepaskan”. Begitu juga dengan Gondang dan Tortor Batak, warisan yang unik dan sarat akan makna ini seharusnya dijaga dan dilestarikan, jangan sampai budaya lokal yang unik ini mengalami kepunahan.

Kerajaan Mataram Islam

Published Desember 19, 2011 by fersyha

A. Letak Geografis Kerajaan Mataram

      Kerajaan mataram berdiri pada tahun 1582. Pusat kerajaan ini terletak di sebelah tenggara kota Yogyakarta, yakni di Kotagede. Menurut berita-berita kuno tentang Mataram, wilayahnya Di daerah aliran Sungai Opak dan Progo yang bermuara di Laut Selatan. Membentang antara Tugu sebagai batas utara dan Panggung Krapyak di batas selatan, antara Sungai Code di timur dan Sungai Winongo sebelah barat. Antara Gunung Merapi dan Laut Selatan, Kraton dalam pikiran masyarakat Jawa, diartikan sebagai pusat dunia yang digambarkan sebagai pusat jagad.

Di daerah aliran Sungai Opak dan Progo yang bermuara di Laut Selatan. Membentang antara Tugu sebagai batas utara dan Panggung Krapyak di batas selatan, antara Sungai Code di timur dan Sungai Winongo sebelah barat. Antara Gunung Merapi dan Laut Selatan, Kraton dalam pikiran masyarakat Jawa, diartikan sebagai pusat dunia yang digambarkan sebagai pusat jagad.

B.  Sejarah Kerajaan Mataram

            Banyak sekali sumber yang mengatakan sejarah kerajaan berdirinya kerajaan Mataram yaitu:

1.      Mitos Wahyu Keprabon

Hadirnya sebuah mitos, yang mengiringi hadir dan berkembangnya sebuah kerajaan adalah wajar. Sebab, mitos adalah penjaga kepercayaan rakyat, sehingga dengan mitos itu, rakyat tetap percaya bahwa raja adalah utusan dan anak dewa yang berhak memimpinnya hingga akhir hayat. Walaupun mestinya mitos tersebut harusnya makin hilang, seiring dengan tumbuh kembangnya ajaran Islam di kerajaan Mataram Islam.

Dinasti Mataram Islam sesungguhnya berawal dari keluarga petani, begitulah yang tertulis pada Babad Tanah Jawi. Kisahnya berlangsung di pinggiran Kali Opak, di Yogyakarta sekarang. Suatu hari, adalah seorang petani bernama Ki Ageng Giring. Sementara ia mencangkul di ladang, tiba-tiba ada kelapa muda jatuh lalu terdengar suara; “barangsiapa minum air kelapa muda ini, ia dan keturunannya bakal berkuasa di Tanah Jawa”. Konon “wahyu keprabon” yang ada dalam kelapa muda itu adalah sabda wali terkenal di Jawa, Sunan Kalijaga. Ki Ageng Giring lalu membawa pulang cengkir (kelapa muda) yang masih hijau segar itu. Namun ia tak bisa segera meminumnya, karena pada saat itu ia sedang tirakat berpuasa, hingga kemudian ia pergi membersihkan diri di sungai. Tak lama kemudian datang sahabatnya, Ki Gede Pemanahan bertamu. Melihat kelapa muda tergeletak, tamu yang haus itupun segera meminumnya. Pada tetes terakhir Ki Ageng Giring muncul. Ia melihat air kelapa muda itu telah terminum oleh orang lain. Ia sangat menyesal dan kecewa. Tapi apa daya, ia hanya bisa meminta, agar sewaktu-waktu kelak, sesudah keturunan Gede Pemanahan yang ketujuh, keturunannya lah yang akan menggantikan menguasai Jawa”.

 2. Hadiah Sultan Hadiwijaya dari Kerajaan Pajang

Banyak versi mengenai masa awal berdirinya kerajaan Mataram berdasarkan mitos dan legenda. Pada umumnya versi-versi tersebut mengaitkannya dengan kerajaan-kerajaan terdahulu, seperti Demak dan Pajang. Menurut salah satu versi, setelah Demak mengalami kemunduran, ibukotanya dipindahkan ke Pajang dan mulailah pemerintahan Pajang sebagai kerajaan. Kerajaan ini terus mengadakan ekspansi ke Jawa Timur dan juga terlibat konflik keluarga dengan Arya Penangsang dari Kadipaten Jipang Panolan. Setelah berhasil menaklukkan Aryo Penangsang, Sultan Hadiwijaya (1550-1582), raja Pajang memberikan hadiah kepada 2 orang yang dianggap berjasa dalam penaklukan itu, yaitu Ki Ageng Pemanahan dan Ki Penjawi. Ki Ageng Pemanahan memperoleh tanah di Hutan Mentaok dan Ki Penjawi memperoleh tanah di Pati.

Pemanahan berhasil membangun hutan Mentaok itu menjadi desa yang makmur, bahkan lama-kelamaan menjadi kerajaan kecil yang siap bersaing dengan Pajang sebagai atasannya. Setelah Pemanahan meninggal pada tahun 1575 ia digantikan putranya, Danang Sutawijaya, yang juga sering disebut Pangeran Ngabehi Loring Pasar. Sutawijaya kemudian berhasil memberontak pada Pajang. Setelah Sultan Hadiwijaya wafat (1582) Sutawijaya mengangkat diri sebagai raja Mataram dengan gelar Panembahan Senapati. Pajang kemudian dijadikan salah satu wilayah bagian daari Mataram yang beribukota di Kotagede.

Selama pemerintahannya boleh dikatakan terus-menerus berperang menundukkan bupati-bupati daerah. Kasultanan Demak menyerah, Panaraga, Pasuruan, Kediri, Surabaya, berturut-turut direbut. Cirebon pun berada di bawah pengaruhnya. Panembahan Senapati dalam babad dipuji sebagai pembangun Mataram.

C. Masa Kejayaan Mataram

Setelah masa Panembahan Senopati (1584- 1601 M) dan Seda Ing Krapyak (1601-1603 M). Selanjutnya bertahtalah Mas Rangsang yang bergelar Sultan Agung Hanyakrakusuma yang menjadi raja ketiga dari kerajaan Mataram. Sesungguhnya pengganti Panembahan Krapyak yang dahulu dijanjikan adalah Raden Martapura (adik dari Den Mas Rangsang). Saat ia keluar untuk melakukan upacara pengangkatan, ia mendengar  bisikan Ki Adipati Mandraka sehingga Raden Martapura yang pada saat itu baru berumur sekitar 7 hingga 8 tahun meletakkan jabatannya dan menyerahkannya kepada Den Mas Rangsang yang sudah berusia sekitar 20 tahun sebagai raja dengan gelar Sultan Agung Hanyakrakusuma. Sultan Agung memerintah dari tahun 1613-1646 M.

Berbagai penaklukan dan pertempuran pertama Sultan Agung setelah pengangkatannya terjadi antara 1613-1619 M, diawali dengan serangan militer atas sebuah aksi perampokan ke ujung timur jawa pada tahun 1614 M. Kemudian pertempuran di sungai Andaka (1614 M) yang merupakan serangan Pangeran Surabaya bersama dengan rakyat Pasuruan dan Madura terhadap pasukan Mataram. Selanjutnya penaklukan Wirasaba pada tahun 1615 M karena posisinya yang strategis di pinggir Sungai Brantas sebagai pintu masuk Delta Brantas ke Ujung Timur Jawa. Setelah jatuhnya Wirasaba, pertempuran terjadi di Siwalan (1616 M) yang direncanakan oleh bupati- bupati daerah Timur terhadap Mataram. Mataram melanjutkan lagi dengan penaklukan beberapa daerah meliputi; Lasem (akhir 1616 M), Pasuruan (1617), Tuban (1619). Rangkaian kemenangan Mataram ini sempat diputus oleh pemberontakan Pajang (1617). Adipati Pajang merasa diperlakukan tidak adil oleh raja Mataram. Permasalahan muncul ketika bawahan Adipati Pajang, Ngabei Tambakbaya menolak perintah raja Mataram untuk menyerahkan kudanya yang bagus, yang bernama Domba. Akhirnya kedua penguasa Pajang tersebut harus menghadapi kemarahan raja Mataram.

Pada awalnya Mataram mengharapkan hubungan yang baik dengan VOC, antara lain karena Sultan Agung membutuhkan sekutu untuk melawan musuh-musuh Mataram, seperti Surabaya yang juga telah menimbulkan kesulitan bagi Kompeni untuk pelayaran bebas di pulau- pulau rempah atau untuk melawan Banten tempat dimana Kompeni tidak mempunyai kedudukan apapun. Begitu harapan agar Mataram tidak dipandang asing di mata dunia. Berbagai kesepakatan dibuat, seperti pembangunan loji di Jepara untuk Belanda dan pemberian 2 buah meriam Belanda untuk Mataram. Namun pada akhirnya kedua belah pihak merasa kecewa satu sama lain. Sultan Agung melakukan beberapa kali serangan terhadap lawannya yaitu Surabaya. Serangan tersebut dilakukan hingga lima kali berturut- turut, serangan pertama pada tahun 1620 dan serangan kedua pada tahun 1621. Pada tahun 1622 Mataram berhasil menduduki Sukadana yang merupakan daerah kekuasaan Surabaya, stategi penyerangan dilakukan pada malam hari dengan senjata sumpit panah beracun. Serangan ketiga dilanjutkan pada tahun yang sama. Serangan keempat pada 1623. Penyerangan Mataram dialihkan ke Madura yang diduga sebagai tempat penyuplai makanan untuk Surabaya. Penaklukan atas Madura berhasil pada tahun 1624 M. Nasib raja- raja Madura berakhir tragis dalam pelarian, ada yang berhasil namun lebih banyak mereka tertangkap dan dibunuh. Mataram kembali pada Surabaya dengan serangannya yang kelima pada 1624. Stategi penyerangan dilakukan oleh Sultan Agung dengan menutup saluran air yang menjadi masalah bagi Surabaya sampai abad ke-19, akhirnya mematahkan pertahanan Surabaya, hingga Surabaya menyerah pada tahun 1625 M. Sampai disini, Sultan Agung telah berhasil menaklukan dua kerajaan besar yang menjadi musuhnya, yaitu kerajaan Surabaya dan Madura.

Sultan Agung memiliki wajah yang kejam, kulit yang lebih hitam dibanding orang- orang jawa pada umumnya, berbadan bagus, memiliki hidung kecil dan tidak pesek, mulut datar dan agak lebar, kasar dalam bahasa, agak lamban dalam berbicara, berwajah tenang dan bulat, dan terlihat cerdas. Ia memerintah dengan sangat keras, memandang sekelilingnya seperti singa. Ia memiliki sifat ingin tahu, bertindak sangat tegas, dan haus akan ilmu pengetahuan, pemarah, selalu waspada, tidak mempercayai siapapun termasuk keluarganya sendiri, seorang yang arif namun keras hati. Sultan Agung patuh terhadap agama Islam, ia memberlakukan tarikh Islam, secara teratur mengikuti sembahyang Jumat di Mekah. Ia secara teratur pergi ke Mesjid dan para pembesar diharuskan mengikutinya. Pada grebek Puasa 9 Agustus 1622 Sultan Agung pergi ke Mesjid meskipun itu bukan tahun Dal. Setiap tahun raja menghadiri perayaan tersebut. Sebelum 1633, setiap tawanan perang harus dikhitan juga dengan ancaman mati. Prajurit- prajurit Mataram dapat mudah dikenali karena mereka berambut pendek dan memakai kuluk putih. Tidak lama sebelum Sultan Agung wafat ia menyuruh pangkas rambutnya. Hal inilah yang menandai bahwa ia kuat dalam menjalankan Islam. Dari semua kegemilangan yang diraih oleh Sultan Agung, terdapat juga masalah pada masa pemerintahannya seperti wabah pada 1625- 1627. Setelah Surabaya menyerah, militer Mataram mengalami kemunduran. Banyaknya kematian, peperangan, kelesuan, bahan makanan yang mahal, pajak yang berat di seluruh tanah Jawa. Di Banten, sepertiga penduduk meninggal. Di Cirebon, 2000 orang meninggal dunia dalam musim panas. Begitu pula di Kendal, Tegal, Jepara, dan semua tempat pantai sampai Surabaya, juga dipedalaman. Orang meninggal dunia tidak dapat dihitung, kebanyakan disebabkan oleh penyakit paru- paru yang menyebabkan sesak nafas sehingga dalam satu jam saja orang dapat meninggal. Penyakit ini terus mewabah hingga tiga tahun. Mataram mengalami kemunduran dan kemiskinan karena banyak lahan pertanian menjadi gersang.

Pada tahun 1627 terjadi pemberontakan Pati. Sultan Agung mendapat hasutan Tumenggung Endranata (seorang dari enam penasehat raja Mataram) yang kemudian setelah Pati berhasil dikuasai seluruhnya oleh Mataram, Tumenggung Endranata harus membayarnya dengan nyawanya. Setelah berakhirnya pemberontakan Pati, Sultan Agung memfokuskan dirinya untuk merebut kedudukan Kompeni Belanda. Hal ini sudah lama diinginkan Sultan Agung, mengingat Belanda selalu turut campur pada banyak peperangan Mataram melawan musuhnya saat itu, seperti saat melawan Surabaya. Sultan Agung melakukan pengepungan yang pertama ke Batavia pada tahun 1628 M. Kemudian pengepungan yang kedua terjadi pada tahun 1629 M. Namun sayang, kedua penyerangan ini gagal. Sultan Agung membunuh panglima yang kembali pada penyerangan pertama dalam keadaan hidup. Pilihannya adalah membawa pulang kemenangan atau mati. Namun pada penyerangan yang kedua Sultan Agung bersikap lebih lunak karena ada tindakan perlawanan dari panglima yang menolak hukuman mati tersebut. Saat itu Sultan Agung adalah penguasa daerah pertama yang berani melakukan penyerangan terhadap VOC.

Setelah kegagalan pengepungan terhadap Batavia, Sultan Agung mengharapkan bantuan Portugis yang pada saat itu sedang mengalami masa kegemilangan setelah berhasil mengusir armada Aceh di Malaka. Susuhunan mengirimkan surat dua kali pada tahun 1628 dan 1630 M kepada Portugis untuk membantu Mataram. Permintaan ini disambut baik oleh Portugis, apalagi saat itu Portugis menentang VOC. Baginya setiap sekutu harus diterima dengan baik dan kesempatan yang menguntungkan ini pasti akan dimanfaatkan. Untuk bantuan itu didatangkanlah perutusan portugis yang pertama pada tahun 1631 dan yang kedua pada tahun 1632-1633 M.

Setelah dua kali mengalami kegagalan, Sultan Agung tidak lagi sungguh- sungguh mempertahankan peruntungannya yang penting adalah mendapatkan penghormatan yang jelas dan tegas dari Kompeni. Untuk itulah dibuka perundingan pada tahun 1630 M lewat utusan yang dikirim, namun VOC tidak langsung menyetujui perdamaian karena mencurigai pembawa pesan. Maka VOC mengutus Pieter Franssen ke Mataram, namun misi mencari tahu perdamaian ini gagal, begitu pula dengan perundingan 1632- 1634 M. Kemudian terjadilah Perang Laut (1633- 1634 M), dimana saat itu mataram mengejar armada VOC. Pada saat itu setiap kapal asing yang berlayar antara Banten dan Batavia akan diserang oleh kapal milik Mataram atau VOC. Namun kemudian pada sekitar tahun 1635 Mataram mulai merubah politiknya dengan menarik sekitar 40 hingga 50-an kapak Jawa yang kecil-kecil. Sesungguhnya kegagalan Mataram hingga dua kali di depan VOC menimbulkan ketegangan dalam kerajaan, berupa pemberontakan Sumedang dan Ukur (1628- 1635 M) dan ketegangan di Pedalaman (1630 M) yaitu wilayah Mataram yang mengancam pusat kerajaan hingga Sultan Agung berziarah ke Tembayat (1633) menghadap makam yang keramat atas masa- masa sulit yang dihadapi kerajaannya. Hal ini merupakan sebuah pengorbanan diri yang amat besar bagi Sultan Agung karena makam tembayat itu lebih banyak mendapat perhatian orang- orang kecil, pedagang, dan pengrajin. Pada tahun yang sama, Sultan Agung menjadikan awal tarikh Islam Hindu jawa yang baru yaitu pada hari Jumat 8 Juli 1633 M. Dua tahun setelah kunjungannya ke Tembayat dan penggunaan penanggalan yang baru, Mataram mengangkat senjata terhadap raja ulama Giri. Giri takluk pada 1636 M. Sementara disela itu Mataram berdamai dengan Surabaya (1628-1633 M) tanpa perlawanan karena sikap Pangeran Pekik yang memilih berdamai hingga Sultan Agung menikahkannya dengan adiknya, Ratu Pandan Sari. Perundingan antara Mataram dan Belanda terus berlangsung 1636- 1642 M, hubungan tetap saja memburuk Sultan Agung memanfaatkan usaha perundingan ini untuk meminta berbagai hadiah kepada Pemerintah Tinggi Belanda dengan memanfaatkan tawanan Belanda di Kerajaan Mataram. Perundingan ini terus berlanjut selama 6 tahun namun tanpa hasil hingga kematian Sultan Agung. Pada tahun sebelumnya (1635 M) Mataram melakukan serangan yang pertama ke Blambangan. Kemudian serangan berikutnya terjadi selama 4 tahun dari tahun1636 M hingga Blambangan berhasil ditaklukan pada 1640 M.

Kerajaan Mataram memiliki pengaruh yang besar bahkan menjangkau jauh hingga luar Jawa terutama setelah Surabaya jatuh pada tahun 1625 M. Hal ini terbukti dari kerajaan di luar Jawa seperti pada musim hujan tahun 1625- 1626 M dimana raja Palembang mengirimkan duta kepada sang penguasa besar dengan tujuh ekor gajah dan hadiah- hadiah lain dengan harapan Mataram akan membantu Palembang untuk melawan Banten. Begitu pula dengan Jambi yang berdekatan dengan Palembang. Atas prakarsa Palembang, Jambi mengupayakan penyerahan pos- pos diplomatik Belanda kepada Mataram. Sementara dengan Banjarmasin pada bulan Oktober 1641 tibalah seorang utusan raja Banjarmasin di Jepara dengan 500 orang pengiring yang membawa hadiah- hadiah terdiri dari merica, rotan, barang- barang anyaman, dan lilin. Hal ini dilakukan raja Jambi dengan maksud perdamaian setelah sebelumnya terdengar desas- desus penyerangan yang mengakibatkan hubungan kedua kerajaan ini tegang. Pengaruh kerajaan Mataram bahkan meluas hingga Sulawesi. Pada bulan Juni 1680 utusan Makasar tiba di Mataram dengan membawa dua ekor kuda dan sebuah tempat tidur dari emas untuk Sultan Agung. Sementara dengan Cirebon, Panembahan Ratu yang dianggap sebagai guru raja Mataram, menghadiri Sidang Raya Kerajaan (1636 M) untuk memperbesar kewibawaan susuhunan.

        Pada tahun- tahun terakhir sebelum wafatnya Sultan Agung baik di laut maupun  di darat keadaan medan perang tenang sekali meskipun baik Mataram maupun Kompeni masing- masing tidak melepaskan tawanan kedua belah pihak. Usaha perdagangan  terus berkembang dan dari segala sudut tanah Jawa segala macam barang diangkut ke Batavia berlimpah- limpah. Dalam surat- menyurat yang sering terjadi antara Sultan Agung dan Pemerintah Tinggi Belanda, Pemerintah Tinggi berulang kali menggunakan gelar ”Yang Mulia” yang sangat mengesankan. Bahkan sesudah wafatnya Sultan Agung, karisma ketegasan beliau masih terasa ketika Wiraguna yang mempunyai kekuasaan di pemerintahan kekuasaan, menjatuhkan hukuman kepada beberapa tawanan Belanda yang minta dibebaskan. Tokoh yang kuat ini tidak mudah dilupakan bahkan setelah puluhan tahun wafatnya ketika usia lanjut pada tahun 1648 M.

Sehubungan dengan kematian Sultan Agung yang menarik perhatian bahwa menurut cerita tutur dalam Serat Khanda (hal. 992-926), dewi kematian Lara Kidul meramalkan kematian Sultan Agung dua tahun sebelumnya, yaitu ketika raja mengunjungi Nyi Lara Kidul di istananya di bawah laut.  Jadi, awal 1644 raja telah mengetahui atau merasa bahwa ia akan meninggal. Maka, Sultan Agung mempersiapkan diri untuk menghadapi kematiannya, antara lain dengan pembangunan makam di bukit pada tahun 1629- 1630 M di Imogiri. Pembangunan makam di atas bukit ini harus dihubungkan dengan pengangkatannya sebagai Susuhunan pada tahun 1624 M. Dimana dahulu gelar ini hanya diberikan untuk para wali dan diberikan hanya setelah mereka wafat. Pemakaman di atas bukit ini merupakan usaha melestarikan pengaruh dalam bidang spiritual.

        Sultan Agung meninggal di pendapa keratonnya. Mungkin ia meninggal karena wabah yang menyerang Mataram pada masa itu. Selama penyakitnya terakhir, raja mengadakan peraturan untuk mencegah perebutan tahta antara putra mahkota dan saudaranya pangeran Alit. Oleh karena itu ia memanggil Tumenggung Wiraguna dan pembesar lainnya yang tidak disebut namannya, mungkin Pangeran Surabaya, agar pilihan penggantinya disetujui dan diperkuat oleh mereka. Untuk mencegah segala kemungkinan, ia menahan mereka di istana dan semua gerbang tol dijaga oleh para prajurit. Tidak lama kemudian raja wafat, mungkin sekitar tengahan pertama bulan Februari 1646 M.

D. Pengaruh Kebudayaan Islam di Kerajaan Mataram

  Berbeda dengan kerajaan-kerajaan Islam lainnya di Indonesia yang bersifat maritim, kerajaan Mataram bersifat agraris. Kerajaan yang beribu kota di pedalaman Jawa ini banyak mendapat pengaruh kebudayaan Jawa Hindu baik pada lingkungan keluarga raja maupun pada golongan rakyat jelata. Pemerintahan kerajaan ini ditandai dengan perebutan tahta dan perselisihan antaranggota keluarga yang sering dicampuri oleh Belanda. Kebijaksanaan politik pendahulunya sering tidak diteruskan oleh pengganti-penggantinya. Walaupun demikian, kerajaan Mataram merupakan pengembang kebudayaan Jawa yang berpusat di lingkungan keraton Mataram. Kebudayaan tersebut merupakan perpaduan antara kebudayaan Indonesia lama, Hindu-Budha, dan Islam. Kehidupan sosial ekonomi Mataram cukup maju. Sebagai kerajaan besar, Mataram maju hampir dalam segala bidang, pertanian, agama, budaya. Pada zaman Kerajaan Majapahit, muncul kebudayaan Kejawen, gabungan antara kebudayaan asli Jawa, Hindu, Buddha, dan Islam, misalnya upacara Grebeg, Sekaten. Karya kesusastraan yang terkenal adalah Sastra Gading karya Sultan Agung. Pada tahun 1633, Sultan Agung mengganti perhitungan tahun Hindu yang berdasarkan perhitungan matahari dengan tahun Islam yang berdasarkan perhitungan bulan.

Sultan agung juga berprediksi sebagai pujangga. Karyanya yang terkenal yaitu kitab Serat Sastra Gendhing. Adapun kita serat Nitipraja digubahnya pada tahun 1641 M. Serat sastra Gendhing berisi tetang budi pekerti luhur dan keselarasan lahir batin. Serat Nitipraja berisi tata aturan moral, agar tatanan masyarakat dan negara dapat menjadi harmonis. Selain menulis, Sultan Agung juga memerintahkan para pujangga kraton untuk menulis sejarah babad tanah jawi.Di antara semua karyanya , peran sultan agung yang lebih membawa pengaruh luas adalah dalam penanggalan. Sultan agung memadukan tradisi pesantren islam dengan tradisi kejawen dalam perhitungan tahun. Masyarakat pesantren biasa menggunakan tahun hijriah, masyarakat kejawen menggunakan tahun Caka atau saka. Pada tahun 1633, Sultan Agung berhasil menyusun dan mengumumkan berlakunya sistem perhitungan tahun yang baru bagi seluruh mataram. Perhitungan itu hampir seluruhnya disesuaikan dengan tahun hijriah, berdasarkan perhitungan bulan. Namun, awal perhitungan tahun jawa ini tetap sama dengan tahun saka, yaitu 78 m. Kesatuan perhitungan tahun sangat penting bagi penulisan serat babad. Perubahan perhitungan itu merupakan sumbangan yang sangat penting bagi perkembangan proses pengislaman tradisi dan kebudayaan jawa yang sudah terjadi sejak berdirinya kerajaan demak. Hingga saat ini, sistem penanggalan ala sultan Agung ini masih banyak digunakan.

Sejak masa sebelum sultan Agung pembangunan non-militer memang telah dilakukan. Satu yang layak disebut, panembahan Senapati menyempurnakan bentuk wayang dengan tatanan gempuran. Setelah zaman senapati, mas jolang juga berjasa dalam kebudayaan, dengan berusaha menyusun sejarah negeri demak, serta menulis beberapa kitap suluk. Misalnya Sulu Wujil (1607 M) yang berisi wejangan Sunan bonang kepada abdi raja majapahit yang bernama Wujil. Pangeran Karanggayam juga menggubah Serat Nitisruti (1612 m) pada masa mas jolang.

Di samping dalam bidang politik dan militer, Sultan Agung juga mencurahkan perhatiannya pada bidang ekonomi dan kebudayaan. Upayanya antara lain memindahkan penduduk Jawa Tengah ke Kerawang, Jawa Barat, di mana terdapat sawah dan ladang yang luas serta subur. Sultan Agung juga berusaha menyesuaikan unsur-unsur kebudayaan Indonesia asli dengan Hindu dan Islam. Misalnya Garebeg disesuaikan dengan hari raya Idul Fitri dan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sejak itu dikenal Garebeg Puasa dan Garebeg Mulud. Pembuatan tahun Saka dan kitab filsafat Sastra Gendhing merupakan karya Sultan Agung yang lainnya.

E. Keruntuhan Mataram

Mataram mencapai puncak kejayaannya pada masa Sultan Agung. Setelah Sultan Agung digantikan dengan raja-raja berikutnya, kerajaan Mataram banyak mengalami kemunduran. Amangkurat I yang menggantikan Sultan Agung memerintah dengan dzalim. Masa pemerintahannya banyak diwarnai dengan pembunuhan. Diantaranya adalah pembunuhan yang dilakukannya terhadap Pangeran Pekik dari Surabaya (ayah mertua Amamngkurat I sendiri) beserta keluarga dan 60 panglima penting atas hasutan Pangeran Giri dari Gresik yang membenci Pangeran Pekik yang juga merupakan pamannya.

Hal ini lah yang menjadi penyebab awal dari permusuhan Putra Mahkota (Amangkurat II) terhadap ayahnya. Dalam setiap konflik yang terjadi, yang tampil sebagai lawan adalah mereka yang didukung oleh para ulama yang bertolak dari keprihatinan agama. Karena merasa khawatir dengan kedudukannya, ia bahkan membunuh sekitar 5000-6000 ulama yang dicurigai beserta keluarganya. Begitu pula dengan raja selanjutnya. Amangkurat II yang juga pada tahun 1659 mendapat nama Pangeran Anom dan dua tahun kemudian menjadi Pangeran Adipati. Amangkurat II memiliki perangai yang buruk berkaitan dengan berahinya seperti kebiasaannya keluar setiap setiap malam untuk memperkosa wanita dan gadis muda. Hal ini membuat para pembesar dan rakyat kecil membencinya. Mereka pantang mempunyai istri yang cantik karena selama lima atau enam tahun istri mereka diminta dan digauli baru setelah itu dikembalikan kepada suaminya. Suatu sumber menyebutkan bahwa Adipati Anom berkomplot dengan Pangeran Purbaya untuk menyingkirkan Sunan Amangkurat I selagi ia masih memimpin. Pada tahun 1677 M terjadilah Perang Trunajaya yang mendapat dukungan dari kaum ulama, bangsawan, bahkan Putra Mahkota sendiri. Hingga ibukota Plered jatuh (28 Juni 1677) dan melarikan diri untuk mencari bantuan VOC. Saat dalam pelarian, Amangkurat I sakit, dan kemudian wafat pada tanggal 13 Juli 1677 M di Tegalarum. Setelah Amangkurat I wafat, kemudian digantikan oleh Amangkurat II (Adipati Anom) bertahta dari tahun 1677-1703. Ia sangat tunduk kepada VOC demi mempertahankan tahtanya. Pada akhirnya Trunajaya berhasil dibunuh oleh Amangkurat II dengan bantuan VOC dan sebagai kompensasinya VOC menghendaki perjanjian yang berisi: Mataram harus menggadaikan pelabuhan Semarang dan Mataram harus mengganti kerugian akibat perang. Oleh karena keraton Kerta telah rusak, ia memindahkan kratonnya ke Kertasura (1681 M). Kraton dilindungi oleh benteng tentara VOC. Pada masa ini Amangkurat II berhasil menyelesaikan persoalan Pangeran Puger (adik Amangkurat II). Namun karena tuntutan VOC kepadanya untuk membayar ganti rugi biaya perang dalam perang Trunajaya, Mataram lantas mengalami kesulitan keuangan. Dalam kesulitan itu ia berusaha ingkar kepada VOC dengan cara mendukung Surapati yang menjadi musuh dan buron VOC.

Hubungan Amangkurat II dan VOC menjadi tegang dan semakin memuncak. Setelah Amangkurat II mangkat dan digantikan oleh putranya, Amangkurat III. Ia juga menentang VOC, maka VOC tidak setuju dengan penobataanya dan lantas secara sepihak mengakui Pangeran Puger sebagai raja Mataram dengan gelar Paku Buwana I. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya perang saudara yang dikenal dengan sebutan Perang Perebutan Mahkota I (1704-1708). Akhirnya Amangkurat III menyerah dan dibuang ke Sailan ooleh VOC. Sementara Pakubuwana I harus membayar ongkos perang dengan menyerahkan Priangan, Cirebon, dan Madura bagian Timur kepada VOC.

Setelah Paku Buwana I meninggal pada tahun 1719. Ia digantikan oleh putranya Sunan Prabu atau Amangkurat IV (1719-1727). Dalam masa pemerintahannya terjadi Perang Perebutan Mahkota II (1917-1723), seperti biasa VOC turut andil dalam konflik ini. Sunan Prabu meninggal pada tahun 1727 dan diganti oleh Paku Buana II (1727-1749). Hubungan manis VOC dan Paku Buwana II menyebabkan rasa tidak suka golongan bangsawan yang merasa terancam akan peranannya dalam ekonomi. Hal ini menimbulkan pemberontakan Geger Patjina yang dipimpin oleh Raden Mas Said. Untuk menyelesaikan pemberontakan ini Paku Buwana II mengutus adiknya, Pangeran Mangkubumi dengan menjanjikan hadiah tanah di Sukowati (Sragen sekarang). Ketika Mangkubumi berhasil, Paku Buwana II justru mengingkarinya, sehingga Mangkubumi berdamai dengan Raden Mas Said dan berbalik melakukan pemberontakan yang disebut sebagai Perang Perebutan Mahkota III (1714-1755). Paku Buwana II dan VOC tak mampu menghadapi 2 bangsawan yang didukung oleh rakyat tersebut, hingga akhirnya Paku Buwana II jatuh sakit dan wafat pada 1749 M. Namun menurut pengakuan Hogendorf, wakil VOC Semarang saat sakaratul maut Paku Buwana II menyerahkan tahtanya kepada VOC. Akhirnya VOC merasa berdaulat penuh atas Mataram dan mengangkat putra mahkota menjadi Paku Buwana III. Pengangkatan ini  tidak menyurutkan pemberontakan, bahkan wilayah yang dikuasai Mangkubumi mencapai Yogya, Bagelen, dan Pekalongan. Justru saat itu terjadi perpecahan antara Mangkubumi dengan Raden Mas Said. Hal ini menyebabkan VOC berada diatas angin. VOC lalu mengutus seorang Arab dari Batavia untuk mengajak Mangkubumi berunding.

Ajakan itu diterima oleh Mangkubumi dan terjadilah apa yang disebut sebagai Palihan nagari atau Perjanjian Giyanti (1755).  Isi perjanjian itu mataram dinagi menjadi 2 bagian. Bagian Barat dibagikan kepada Pangeran Mangkubumi yang bergelar Hamengku Buwono I yang mendirikan kraton di Yogyakarta (Kasultanan  Yogyakarta). Sedangkan bagian timur, diberikan kepada Sri Susuhunan Paku Buwana III (Kasunanan Surakarata).

Kemudian di tahun 1757, lewat Perjanjian Salatiga, Sunan PB III pun menyerahkan wilayah Karanganyar dan Wonogiri kepada sepupunya, Raden Mas Said, yang memimpin pemberontakan Geger Patjina ketika Mataram diperintah oleh PB II. Raden Mas Said kemudian menyatakan diri sebagai Mangkunegoro I, dan memimpin Puro Mangkunegaran sampai 1795. Hingga masa sekarang kita mengenal Kerajaan Mataram dalam wujud pemerintahan swa-praja, yaitu Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Puro Mangkunegaran dan Puro Pakualaman. Puro Mangkunegara terletak di kota Solo. Sementara Puro Pakualaman terletak di wilayah Pajang, Bagelan sebelah barat Jogja dan terletak di antara sungai Progo dan Bogowonto, di daerah Adikarto.

F. Peninggalan Kerajaan Mataram

  • Sumber- Sumber Berita:

a.       Babad Tanah Djawi

b.      Babad Meinsma

c.       Serat Kandha

d.      Serat Centini

e.       Serat Cabolek

Serat Cabolek juga merupakan karya dari Kyai Yasadipura I dan ditulis sejaman denga Serat Centini. Dengan mengambil latar belakang Kerajaan Mataram Kartasura masa pemerintahan Sunan Amangkurat IV (1719-1726) dan putranya Sunan Paku Buwana II (1729-1749), Serat Cabolek bercerita tentang kisah Haji Ahmad Mutamakin dari Desa Cabolek, Tuban (ada yang menyebut berasal dari Pati) yang diadili oleh Ulama Mataram karena sikap keagamaannya. Dalam serat cabolek ini digambarkan tentang sikap keagamaan masyarakat Keraton Surakarta yang lebih menekankan pada ajaran syariah.

f.      Serat Dharma Wirayat yang sangat populer sebagai karya Sri Paku Alam III.

g.       Serat Nitipraja

h.       Babad Sangkala

i.         Babad Sankalaniang Momana

j.        Sadjarah Dalem

  • Seni dan Tradisi:

a.         Sastra Ghending karya Sultan Agung

b.         Tahun Saka

Pada tahun 1633, Sultan Agung mengganti perhitungan tahun Hindu yang berdasarkan perhitungan matahari dengan tahun Islam yang berdasarkan perhitungan bulan.

c.         Kerajinan Perak

Perak Kotagede sangat terkenal hingga ke mancanegara, kerajinan ini warisan dari orang-orang Kalang.

 

 

 

d.      Kalang Obong

Upacara tradisional kematian orang Kalang, upacara ini seperti Ngaben di Bali, tetapi kalau upacara Kalang Obong ini bukan mayatnya yang dibakar melainkan pakaian dan barang-barang peninggalannya.

e.       Penjual Kipo

Makanan tradisional ini sangat khas dan hanya ada di Kotagede, terbuat dari kelapa, tepung, dan gula merah.

f.       Pertapaan Kembang Lampir

Kembang Lampir merupakan petilasan Ki Ageng Pemanahan yang terletak di Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul. Tempat ini merupakan pertapaan Ki Ageng Pemanahan ketika mencari wahyu karaton Mataram.

  • Bangunan- Bangunan, Benda Pusaka, dan Lainnya:
  1. Segara Wana dan Syuh Brata

Adalah meriam- meriam yang sangat indah yang diberikan oleh J.P. Coen (pihak Belanda) atas perjanjiannya dengan Sultan Agung. Sekarang meriam itu diletakkan di depan keraton Surakarta dan merupakan meriam yang paling indah di nusantara.

  1. Puing- puing candi- candi Syiwa dan Budha di daerah aliran Sungai Opak dan Progo yang bermuara di Laut Selatan. (buku)
  2. Batu Datar di Lipura yang tidak jauh di barat daya Yogyakarta
  3. Baju “keramat” Kiai Gundil atau Kiai Antakusuma
  4. Masjid Agung Negara

Masjid Agung dibangun oleh PB III tahun 1763 dan selesai pada tahun 1768.

  1. Masjid Jami Pakuncen[60]

Masjid Jami Pekuncen yang berdiri di Tegal Arum, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, merupakan salah bangunan peninggalan Islam yang dibuat Sunan Amangkurat I sebagai salah satu tempat penting untuk penyebaran Islam kala itu.

  1. Gerbang Makam Kota Gede[61]

Gerbang ini adalah perpaduan unsur bangunan Hindu dan Islam.

  1. Masjid Makam Kota Gede

Sebagai kerajaan Islam, Mataram memiliki banyak peninggalan masjid kuno, inilah masjid di komplek makam Kotagede yang bangunannya bercorak Jawa.

  1. Bangsal Duda
  2. Rumah Kalang
  3. Makam Raja- Raja Mataram di Imogiri

 

 

 

 

 

 

right here waiting

Published Desember 19, 2011 by fersyha

oceans apart day after day
and i slowly go insane
i hear your voice on the line
but it doesn't stop the pain

if i see you next to never
how can we say forever

wherever you go
whatever you do
i will be right here waiting for you
whatever it takes
or how my heart breaks
i will be right here waiting for you

i took for granted, all the times
that i though would last somehow
i hear the laughter, i taste the tears
but i can't get near you now

oh, can't you see it baby
you've got me goin' crazy

wherever you go
whatever you do
i will be right here waiting for you
whatever it takes
or how my heart breaks
i will be right here waiting for you

i wonder how we can oceans apart day after day
and i slowly go insane
i hear your voice on the line
but it doesn't stop the pain

if i see you next to never
how can we say forever

wherever you go
whatever you do
i will be right here waiting for you
whatever it takes
or how my heart breaks
i will be right here waiting for you

i took for granted, all the times
that i though would last somehow
i hear the laughter, i taste the tears
but i can't get near you now

oh, can't you see it baby
you've got me goin' crazy

wherever you go
whatever you do
i will be right here waiting for you
whatever it takes
or how my heart breaks
i will be right here waiting for you

i wonder how we can

survive
this romance
but in the end if i'm with you
i'll take the chance

oh, can't you see it baby
you've got me goin' crazy

wherever you go
whatever you do
i will be right here waiting for you
whatever it takes
or how my heart breaks
i will be right here waiting for you

oceans apart day after day
and i slowly go insane
i hear your voice on the line
but it doesn't stop the pain

if i see you next to never
how can we say forever

wherever you go
whatever you do
i will be right here waiting for you
whatever it takes
or how my heart breaks
i will be right here waiting for you

i took for granted, all the times
that i though would last somehow
i hear the laughter,

survive
this romance
but in the end if i'm with you
i'll take the chance

oh, can't you see it baby
you've got me goin' crazy

wherever you go
whatever you do
i will be right here waiting for you
whatever it takes
or how my heart breaks
i will be right here waiting for you

oceans apart day after day
and i slowly go insane
i hear your voice on the line
but it doesn't stop the pain

if i see you next to never
how can we say forever

wherever you go
whatever you do
i will be right here waiting for you
whatever it takes
or how my heart breaks
i will be right here waiting for you

i took for granted, all the times
that i though would last somehow
i hear the laughter,

survive
this romance
but in the end if i'm with you
i'll take the chance

oh, can't you see it baby
you've got me goin' crazy

wherever you go
whatever you do
i will be right here waiting for you
whatever it takes
or how my heart breaks
i will be right here waiting for you

oceans apart day after day
and i slowly go insane
i hear your voice on the line
but it doesn't stop the pain

if i see you next to never
how can we say forever

wherever you go
whatever you do
i will be right here waiting for you
whatever it takes
or how my heart breaks
i will be right here waiting for you

i took for granted, all the times
that i though would last somehow
i hear the laughter,

i taste the tears
but i can't get near you now

oh, can't you see it baby
you've got me goin' crazy

wherever you go
whatever you do
i will be right here waiting for you
whatever it takes
or how my heart breaks
i will be right here waiting for you

i wonder how we can survive
this romance
but in the end if i'm with you
i'll take the chance

oh, can't you see it baby
you've got me goin' crazy

wherever you go
whatever you do
i will be right here waiting for you
whatever it takes
or how my heart breaks
i will be right here waiting for you